Korupsi Dana Bos dan SPP, Mantan Bendahara SMKN 1 Pancur Batu Dituntut 1,5 Tahun
Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deliserdang di Pancur Batu menuntut mantan Bendahara SMKN 1 Pancur Batu, Andrison F Nainggolan, 1,5 tahun penjara.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deliserdang di Pancur Batu menuntut mantan Bendahara SMKN 1 Pancur Batu, Andrison F Nainggolan 1,5 tahun penjara dalam kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) tahun 2018 hingga 2022.
"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Andrison F. Nainggolan dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun)," ujar JPU Tantra Perdana Sani di hadapan Andrison dan majelis hakim yang diketuai Mohammad Yusafrihardi Girsang, Jumat (23/1).
Jaksa juga menuntut Andrison untuk membayar denda sebesar Rp100 juta subsider enam bulan kurungan apabila denda tersebut tidak sanggup dibayar.
Uang pengganti (UP) kerugian keuangan negara senilai Rp71 juta juga dituntut kepada Andrison. Namun, JPU mengatakan bahwa seluruh UP yang telah dinikmati Andrison tersebut telah dibayarkan dan saat ini dititipkan di Cabjari Pancur Batu.
Jaksa menilai perbuatan Andrison telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana dalam dakwaan subsider, yakni Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Akibat perbuatannya tersebut, negara mengalami kerugian keuangan Rp785 juta.
Baca juga: Jual Dua HP Curian di Pajak Ular, Polisi Tangkap Pecandu Narkoba
Andrison diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) di persidangan pada Rabu (28/1/2026) mendatang sebagai bentuk sangkalan atas tuntutan jaksa.
Dalam kasus ini, Andrison diketahui tidak sendirian diadili di pengadilan. Ada juga mantan Kepala SMKN 1 Pancur Batu, Tukimin, yang turut menjadi terdakwa dan telah terlebih dahulu dijatuhi tuntutan oleh jaksa pada Kamis (22/1/2026) lalu.
Tukimin dituntut dua tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan, serta UP senilai Rp576,3 juta. Dari total UP tersebut, Tukimin telah membayar sebanyak Rp163 juta.
Sehingga, sisa UP yang harus dibayarkan Tukimin ialah senilai Rp413,3 juta. Apabila paling lama dalam waktu sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkrah) UP tidak dibayar, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi UP tersebut.
Namun, apabila Tukimin tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk menutupi UP tersebut, maka dihukum penjara satu tahun enam bulan (1,5 tahun).
Perbuatan Tukimin pun dinilai jaksa telah melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (cr17/Tribun-Medan.com)
| Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMA 16 Medan Divonis 32 Bulan |
|
|---|
| Korupsi Dana BOS SMAN 19 Medan, Mantan Kepsek Divonis 2,5 Tahun Penjara |
|
|---|
| Terdakwa Korupsi Dana BOS SMA 16 Medan Kembalikan Rp 220 Juta Kerugian Negara |
|
|---|
| Kepala Sekolah di Medan Korupsi Dana BOS Ratusan Juta Sekongkol dengan Bendahara |
|
|---|
| Kepsek SMAN 16 Medan Dituntut Empat Tahun Penjara Kasus Korupsi Dana BOS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mantan-Bendahara-SMKN-1-Pancur-Batu-Andrison-F-Nainggolan.jpg)