Jovita Terseret 20 Meter, Siswa SD Pertahankan Barang Berharga dari Pelaku Pencurian

Jovita Vianitan (9) yang saat ini duduk di kelas 3 SD menunjukkan keberanian luar biasa saat mempertahankan harta benda miliknya.

TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
TERSERET 20 METER - Darfan (52), ayah korban, saat ditemui dikediamannya, menceritakan kronologis kejadian yang dialami anaknya yang terseret 20 meter, Minggu (11/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jovita Vianitan (9) yang saat ini duduk di kelas 3 SD menunjukkan keberanian luar biasa saat mempertahankan harta benda miliknya dari seorang pencuri. Diketahui, seorang pencuri mendatangi rumah mereka di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (10/1) siang hari.

Kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Darfan (52), ayah korban, tengah menjemput anaknya di sekolah yang tak jauh dari rumahnya. Setelah menunggu hampir 20 menit dan anaknya tak kunjung muncul, Darfan memutuskan pulang dengan asumsi anaknya mungkin sudah lebih dahulu tiba di rumah.

"Saya tunggu-tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, saya lihat anak saya sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah," ujar Darfan saat ditemui Tribun Medan, Minggu (11/1).

Berdasarkan keterangan dari rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) dan anaknya, diketahui saat kejadian sang anak sedang berada di kamar mandi. Jovita Vianitan, mendengar adanya suara orang membuka pintu rumah dan mengira itu adalah ayahnya yang pulang kerja.

Pas pintu rumah tersebut dibuka, tanpa diduga yang masuk adalah seorang pria bertubuh besar yang diduga seorang pekerja serabutan. 

Pelaku langsung mengambil tas yang berisi dompet milik anaknya serta sebuah handphone. Jovita yang menyadari kejadian itu segera mencegat pelaku untuk tidak kabur. Namun usaha korban yang mencegat pelaku bertubuh besar ini sia-sia dan pelaku langsung kabur.

Akan tetapi, Jovita tidak membiarkan begitu saja pelaku kabur. Jovita mengejar pelaku hingga ke sepeda motor yang digunakan pelaku. Ia bahkan sempat memegang besi behel (rangka) sepeda motor sambil berusaha menghalangi pelaku kabur.

"Saat itu pelaku melirik ke belakang lalu tancap gas. Anak saya diperkirakan terseret aspal sejauh kurang lebih 20 meter," ujarnya. 

Baca juga: Sempat Masuk DPO, PT Medan Tambah Hukuman Mantan Kadis PUPR Nias Selatan

Luka di Bagian Kaki
DARFAN mengatakan, akibat insiden tersebut, anaknya mengalami luka di bagian kaki. Keluarga bersyukur tangan sang anak tidak terluka parah. 

Meski sempat mengambil handphone, pelaku kemudian berhenti dan mengembalikan ponsel tersebut kepada anak korban. Namun, tas berisi uang Rp 100 ribu milik Darfan tetap dibawa kabur.

"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum melapor ke polisi, yang rencananya akan membuat laporan jika kondisi korban. Kalau parah, baru akan saya laporkan," lanjutnya.

Keluarga memastikan pelaku hanya seorang pria yang bertindak sendiri dan hanya membawa tas berisi uang. (cr9/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved