Wali Kota Sebut Ganggu Kinerja Perusahaan, Ketua KPID Sumut Anggia Ramadan Jadi Dirut PD Pasar

Wali Kota Medan, Rio Waas menyoroti praktik rangkap jabatan di tubuh Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan.

TRIBUN MEDAN/HO
PELANTIKAN DIREKSI PUD - Pelantikan 12 direksi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan oleh Wali Kota Medan Rico Waas. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Wali Kota Medan, Rio Waas menyoroti praktik rangkap jabatan di tubuh Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan. Rico mengatakan, tidak ada toleransi bagi direksi PUD yang tidak fokus penuh menjalankan tugasnya.

Pernyataan tegas itu merespons masih menjabatnya Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara. Kondisi ini, kata Rico dinilai berpotensi mengganggu profesionalitas dan kinerja pengelolaan perusahaan daerah.

“Yang jelas, kalau sudah diminta, harus PD Pasar saja. Tidak boleh rangkap jabatan. Itu akan kita cek dan pastikan,” kata Rico menjawab wartawan usai melantik 12 direksi lintas PUD Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (5/1).

Rico menegaskan, jabatan direksi PUD bukan posisi simbolik, melainkan tugas penuh waktu yang menuntut fokus, integritas, dan tanggung jawab besar. Karena itu, menurutnya, tidak ada ruang abu-abu bagi direksi yang masih mengemban jabatan strategis di luar PUD.

Ia mengungkapkan, seluruh direksi PUD Kota Medan periode 2026–2030 telah menandatangani pakta integritas. Dalam dokumen tersebut, mereka diberi tenggat waktu tiga bulan untuk menunjukkan kinerja dan progres nyata. “Sudah ada pakta integritas. Tiga bulan harus terlihat progres yang baik. Kalau tidak, ya pasti kita evaluasi,” kata Rico.

Rico juga menyinggung beratnya tantangan pengelolaan perusahaan daerah saat ini. Di tengah tekanan ekonomi dan persaingan bisnis yang makin ketat, PUD dituntut dikelola secara profesional agar sehat secara manajemen dan mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. “PD Pasar, PUD Pembangunan, sampai RPH punya masalah dan tantangan masing-masing. Itu tugas pimpinan PUD untuk membenahinya,” ujarnya.

Karena itu, Rico meminta seluruh direksi segera memaparkan strategi konkret pengembangan perusahaan. Pemko Medan, kata dia, siap memberi dukungan, namun tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika komitmen tidak dijalankan. “Kita minta strategi yang jitu. Bagaimana perusahaan daerah ini makin sehat, modern, diterima masyarakat, dan membuka peluang investasi,” katanya.

Rico menutup dengan penegasan ulang bahwa evaluasi bukan ancaman kosong. “Harapannya ada progres nyata. Kalau tidak, evaluasi pasti dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itum Anggia Ramadhan saat dikonfirmasi menegaskan bahwa dirinya sudah mundur dari jabatan Ketua KPID Sumut. Anggia menyatakan sudah mundur pada per tanggal 5 Januari 2026, bersamaan dengan hari pelantikan. "Saya sudah mundur. Tertanggal 5 Januari. Surat sudah saya antar ke Pak Gubernur," kata Anggia, Selasa (6/1).

Dengan ini, kata Anggia, sudah tidak ada lagi rangkap jabatan. "Kalau proses pleno saya serahkan ke teman-teman komisioner. Jadi tidak ada rangkap jabatan," katanya.

Terpisah, Wakil Ketua KPID Sumut, Edward Thahir menyampaikan bahwa saat ini KPID sedang mempersiapkan pleno untuk mengisi jabatan ketua yang ditinggalkan Anggia. Jabatan Anggia Ramadhan segera dilakukan pergantian pada pleno yang rencana mulai pada Kamis (8/1) mendatang.  "Kamis rencananya KPID Sumut pleno pergantian ketua," kata Edward. 

Baca juga: Dokter Spesialis Bedah Mata Kosong di Medan, Peluru Masih Bersarang di Mata Anak Usia 4 Tahun

Susun Strategi

USAI pelantikan, Rico Waas langsung memberi penegasan kepada seluruh direksi agar segera menyusun dan memaparkan strategi pengembangan perusahaan daerah yang mereka pimpin. “Saya minta minggu ini juga masing-masing direksi memaparkan langsung strategi pengembangan perusahaan daerahnya, secepat mungkin,” ujar Rico.

Rico menegaskan, pelantikan direksi baru ini diharapkan mampu membawa semangat inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan kinerja BUMD milik Pemko Medan, khususnya dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita ingin perusahaan daerah ini semakin sehat dan benar-benar bisa profit secara baik. Tantangannya besar, baik di PD Pasar, PD Pembangunan maupun RPH, dan itu harus dijawab dengan kerja nyata,” jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved