Hilang 20 Hari Usai Banjir Bandang, Pendeta Ditemukan Meninggal 3 Km dari Rumahnya
Seorang pendeta bernama Lea Felanie (59) yang hilang terbawa banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya ditemukan.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang pendeta bernama Lea Felanie (59) yang hilang terbawa banjir bandang di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya ditemukan. Jenazahnya ditemukan sekitar 3 Kilometer dari tempat tinggalnya, atau sekitar pasar tradisional Tukka, Minggu (14/12) sore.
Anak ketiga korban, Betty Trifena Ritonga mengatakan, usai ditemukan, pihaknya mendatangi rumah sakit. "Puji Tuhan. Mama kami sudah ditemukan hari ini di Pasar Tukka, sekitar 3 Kilometer dari rumah," kata Betty Trifena Ritonga, Minggu (14/12).
Betty mengatakan orang tuanya akan dimakamkan besok pagi (hari ini), sekira pukul 09.30 WIB, di pemakaman depan gereja GPDI, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. "Mama sudah bersama bapa di surga. Akan dimakamkan besok pagi,"ungkapnya.
Sebelumnya, bencana banjir bandang disertai lumpur, kayu gelondongan, dan batu menghantam pemukiman warga di lorong 4, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (14/12).
Pagi itu, kedua orang tua Betty yang merupakan pendeta, Lea Felanie (59) dan ayahnya Irwanner Muda Ritonga (57) sedang sarapan pagi. Saat itu, hujan selama berhari-hari sudah melanda wilayah tersebut.
Sesudah sarapan, ibunya, Lea Felanie beres-beres dan ayahnya masih duduk. Tak lama kemudian, ayahnya mendengar suara kayu menganghantam pintu gereja yang berdampingan dengan rumah mereka.
Begitu dilihat, kayu besar sudah merusak pintu rumah dari arah perbukitan. Tak lama kemudian, air dan kayu semakin banyak datang dan pendeta Irwanner spontan melompat ke rumah sebelah menyelamatkan diri, sambil memanggil istrinya, Lea Felanie. "Bapak melompat ke rumah sebelah dan manggil mama, ayok, sudah banjir,"ungkapnya.
Begitu ayahnya menyeberang, rumah mereka yang berdempetan dengan gereja langsung terbawa banjir bandang. Begitu juga dengan ibunya yang masih berada di dalam rumah.
Sedangkan pendeta Irwanner Muda Ritonga, melompat lagi memanjat pohon bersama seorang anak kecil laki-laki. Namun, pohon yang mereka panjat pun tumbang dan membuat keduanya sempat terhanyut ke seberang sungai.
Syukurnya, pendeta Irwanner dan seorang anak laki-laki itu selamat setelah naik ke perbukitan, lalu kembali menyebrang sungai ke pemukiman. "Bapak selamat pun itu mukjizat, karena situasinya begitu parah," katanya.
Baca juga: Sempurnakan Proses Penyidikan, 43 Adegan Pada Pra Rekontruksi Kasus Anak SD Bunuh Ibu Kandung
Warga Masih Kesusahan
SETELAH 20 hari pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, wilayah ini masih jauh dari kata pulih. Warga yang tinggal di lokasi masih kesusahan, mulai dari membersihkan rumah, akses jalan, hingga rawan banjir susulan.
Bahkan, air bersih dan listrik juga masih sangat terbatas bagi warga. Amatan Tribun Medan di lokasi, sepanjang jalan masih berlumpur. Hal ini diakibatkan bekas-bekas lumpur yang sebelumnya menutup jalan ditaruh ke bagian sisi kanan dan kiri jalan.
Sehingga, ketika hujan turun, lumpur dari kedua sisi kembali ke jalanan. Begitu juga dengan banjir di beberapa ratus meter jalanan menuju Kelurahan Hutanabolon. Air masih mengalir deras, mengakibatkan sepeda motor tak bisa melintas.
Mobil pun, hanya tipe yang agak tinggi knalpotnya baru bisa melintas. Di sepanjang jalan, sejumlah warga terlihat mencuci pakaian dengan air keruh kecokelatan pekat. Selain itu, ada juga warga yang mencuci perkakas makan menggunakan air bercampur lumpur.
| Sempat Lumpuh dan Kendaraan Mengular 3 KM, Jalan Lintas Sibolga-Padang Sidimpuan Sudah Bisa Dilalui |
|
|---|
| Jalan Menuju Tapteng Via Tarutung-Rampah Masih Lumpuh, Ini Jalan Alternatif yang Bisa Dilalui |
|
|---|
| AKHIRNYA Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Imbas Banjir Sumatera, Sumut Terbanyak 15 Perusahaan |
|
|---|
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Personel Polda Sumut Bersihkan Selokan dan Lingkungan Warga di Tapanuli Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Betty-Trifena-Ritonga-anak-pendeta-Lea-Felanie-59-yang.jpg)