Banjir di Harjosari II Medan, Warga Berharap Solusi Permanen dari Pemerintah

Musala Baiturrahman di Jalan Sumber Amal kini berubah menjadi tempat berlindung bagi 81 kepala keluarga.

TRIBUN MEDAN
TERUS MEMANTAU - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir langsung melihat kondisi para pengungsi di Musala Baiturrahman, Rabu (3/12). Mendengar keluhan warga, Walikota Medan menegaskan bahwa Pemko Medan terus memantau dan menyiapkan penanganan lanjutan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak Rabu malam kembali menghadirkan malam yang tak bisa dilupakan bagi warga Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas. Sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (3/12), air dari Sungai Sei Batuan tiba-tiba naik dan menerobos rumah-rumah warga hingga mencapai 1,3 meter.

Dalam gelap, sebagian besar hanya sempat menyelamatkan pakaian, dokumen, dan anak-anak mereka.

Musala Baiturrahman di Jalan Sumber Amal kini berubah menjadi tempat berlindung bagi 81 kepala keluarga. Lantai yang biasanya dipakai untuk salat berjamaah, hari ini dipenuhi tikar, selimut, dan anak-anak yang mencoba terlelap meski berkali-kali terbangun mendengar gemuruh petir dan deru hujan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir langsung melihat kondisi para pengungsi. Menggulung celana hingga betis dan tanpa jarak, ia menyapa satu per satu warga, menanyakan apa saja yang paling dibutuhkan malam itu.

“Airnya naik cepat kali, Pak. Kami tak sempat apa-apa,” ujar Siti Aisyah, seorang ibu yang membawa dua anaknya mengungsi sejak dini hari.

Siti mengaku khawatir karena anak sulungnya terpaksa absen sekolah lagi. “Banjir kemarin pun sudah sempat libur,” tambahnya.

Baca juga: Perayaan Hari Anti KTP, PERMAMPU Soroti Kekerasan Digital dan Kerentanan Perempuan saat Bencana

Di beberapa gang seperti Sawah, Siman, Lestari, Solin, hingga Yamin, kondisi lebih parah. Gang sempit dan drainase yang dangkal membuat air tertahan berjam-jam, bahkan tak kunjung surut hingga siang. Warga memilih bertahan di mushola karena rumah mereka kini tak lebih dari kolam.

Mendengar keluhan itu, Rico Waas menegaskan bahwa Pemko Medan terus memantau dan menyiapkan penanganan lanjutan. Ia menyerahkan bantuan logistik berupa nasi bungkus, air mineral, teh, mi instan, dan minyak kayu putih kepada para pengungsi. “Kami hadir untuk memastikan warga baik-baik saja. Semoga air cepat surut dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” kata Rico.

Namun bagi warga Harjosari II, harapan mereka bukan sekadar bantuan logistik. Kawasan itu memang sudah sering menjadi langganan banjir, termasuk banjir besar pada Kamis (27/11) lalu.

Mereka menunggu solusi permanen, perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan penanganan yang benar-benar mengubah nasib kawasan mereka.

Sementara itu, di Musala Baiturrahman, anak-anak kembali bermain di antara tumpukan selimut, mencoba mengusir rasa takut setelah hari kelam, sepekan yang melelahkan. Di luar, air masih menutup pintu-pintu rumah mereka. Dan selama air belum surut, musala kecil  tetap menjadi rumah sementara bagi puluhan keluarga Harjosari II. (dyk/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved