PSMS Medan

PSMS Mulai Lupa Caranya Menang, PFC Ultimatum Kas Hartadi Harus Menang Lawan Sriwijaya FC

Dalam lima laga terkahir, tim Ayam Kinantan kesulitan meraih tiga poin di Championship 2025-2026 hingga pekan ke-12

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
PSMS VS PSPS- Pesepakbola PSMS Medan saling berebut bola dengan pesepakbola PSPS Pekanbaru pada lanjutan pertandingan Pegadaian Championship Musim 2025/2026, di Stadion Utama Sumatera Utara, Deliserdang, Rabu (19/11/2025). Hasil akhir pertandingan PSMS Medan bermain imbang dengan PSPS Pekanbaru, skor 1-1. 

TRIBUN-MEDAN.com - PSMS Medan mulai lupa caranya meraih kemenangan di ajang Championship 2025-2026 hingga pekan ke-12.

Dalam lima laga terkahir, tim Ayam Kinantan kesulitan meraih tiga poin. PSMS tercatat hanya mampu meraih dua kali imbang dan tiga kali kalah. Hasil ini membuat posisi Ayam Kinantan makin sulit bersaing di papan atas klasemen Grup Barat.

Kekalahan pertama datang dari Garudayaksa FC dengan skor 0-2 di Stadion Utama Sumatra Utara (31/10), disusul tumbang 0-1 dari FC Bekasi City (9/11). Dua laga berikutnya berakhir imbang, yakni 1-1 kontra Persekat Tegal (13/11) dan 1-1 melawan PSPS Pekanbaru (19/11). Rangkaian hasil buruk ditutup dengan kekalahan 1-2 dari Sumsel United (24/11).    

Gelombang kekecewaan mulai terasa dari para suporter PSMS Medan, terutama dari kelompok pendukung setia PSMS Fans Club (PFC). Rentetan hasil minor dalam lima laga terakhir membuat para pendukung semakin gelisah, terlebih setelah kekalahan 1-2 dari Sumsel United pada pekan ke-12 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (24/11) sore.

Baca juga: Bobby Sepakat Tutup TPL, Teken Rekomendasi Minggu Depan

Baca juga: Jaring Pengunjung, Pengelola Plaza Kuliner Lubuk Pakam Undang Pengusaha Berpartisipasi

Ketua PFC, Tatang Angkasa Tarigan, tidak menutupi kekecewaannya atas performa tim yang dinilai menurun drastis. Ia menilai permainan PSMS dalam beberapa laga terakhir tidak menunjukkan determinasi dan kualitas yang sesuai dengan ekspektasi suporter.

“Kami kecewa dengan pertandingan kemarin. Kita kalah lagi, dan lagi-lagi dapat kartu merah. Menurut saya PSMS harus melakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Tatang kepada Tribun Medan, Selasa (25/11).

Menurut Tatang, permainan PSMS saat menghadapi Sumsel United terasa tanpa greget dan tidak mencerminkan kualitas tim yang seharusnya berada di atas lawan. Ia menilai ketidakmampuan tim meraih poin penuh menjadi alarm serius bagi staf pelatih.

“Kalau hasil minor ini terus berlanjut, mau tak mau pelatih yang harus dievaluasi. Menghadapi Sriwijaya nanti, kalau tidak bisa meraih poin penuh, itu menunjukkan pelatih belum mampu memberi motivasi yang kuat kepada pemain,” ujarnya.

Pemain PSMS Medan Rifal Lastori (kanan kedua) melepaskan tendangan ke arah gawang Sumsel United dalam lanjutan Pegadaian Championship di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (28/9/2025). PSMS Medan bertekad curi poin dari markas Sumsel United FC di pekan ke-12 Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Pemain PSMS Medan Rifal Lastori (kanan kedua) melepaskan tendangan ke arah gawang Sumsel United dalam lanjutan Pegadaian Championship di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (28/9/2025). PSMS Medan bertekad curi poin dari markas Sumsel United FC di pekan ke-12 Pegadaian Championship musim 2025/2026. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Baca juga: Kapten PSMS Medan Kim Jeung Ho Dipukul setelah Laga Kontra Sumsel United FC

Salah satu sorotan utama PFC adalah banyaknya kartu merah yang didapat PSMS musim ini. Total empat kali PSMS harus bermain dengan 10 pemain, sebuah catatan yang menurut Tatang tidak masuk akal.

Kartu merah pertama terjadi saat menghadapi Persiraja Banda Aceh (25/10/2025), ketika Qadri diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua. Kejadian serupa terulang kontra Adhyaksa FC Banten (18/10), ketika Cadenazzi diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-29.

Laga melawan Persekat Tegal (13/11) kembali menjadi petaka, setelah gelandang Reyki Fariz Ramadhan mendapat kartu merah langsung akibat dugaan provokasi.

Kartu merah terkini terjadi saat kontra Sumsel United (24/11), ketika Cadenazzi kembali dikartu-merahkan setelah tinjauan VAR.

“Keseringan dapat kartu merah itu aneh. Apakah pemain sengaja? Atau mereka tidak profesional? Saya sebagai suporter bingung. Ada apa sebenarnya? Apakah mereka tidak mau bermain untuk PSMS?,” tegas Tatang.

Ia menilai kedisiplinan pemain harus menjadi perhatian serius manajemen dan pelatih. Menurutnya, para pemain terlihat terlalu mudah terpancing hingga membuat pelanggaran yang merugikan tim. “Ini kembali ke pelatih. Kedisiplinan pemain harus ditingkatkan. Jangan gampang dapat kartu. Bermainnya keras sekali, seperti tidak terkontrol,” ujarnya.

Kekecewaan suporter semakin memuncak, dan laga kontra Sriwijaya FC pada 27 Desember 2025 dinilai menjadi titik krusial bagi pelatih Kas Hartadi. Tatang menyatakan bahwa PFC akan memberikan kejutan bila tim kembali gagal meraih poin penuh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved