Jaring Pengunjung, Pengelola Plaza Kuliner Lubuk Pakam Undang Pengusaha Berpartisipasi

Sejak awal persiapan pengelolaan, perusahaan sudah diminta untuk mengelola Plaza Kuliner agar mengubah wajah Lubuk Pakam menjadi Kota Metropolitan.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
TEMBOK DIHANCURKAN : Tembok pagar di depan area Plaza Kuliner dihancurkan oleh PT BPJ yang mendapat izin pengelolaan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Gairah ekonomi di kawasan Plaza Kuliner yang ada di depan kantor Bupati Deliserdang mulai kelihatan. Hal ini lantaran PT Bhineka Perkasa Jaya (PT BPJ) selaku BUMD Pemkab yang diberi kepercayaan mengelola tempat ini mulai mampu menarik pengusaha untuk berjualan. Hingga saat ini, UMKM lain pun dipersilakan untuk ikut berpartisipasi.

Atas keberadaan beberapa pengusaha kuliner saat ini, pihak PT BPJ memastikan tidak ada yang menguasai Plaza Kuliner selain mereka.

Dirut PT BPJ, Taufik Ismail menjelaskan Plaza Kuliner dulunya adalah kawasan yang sepi dari aktivitas dan ditutup dengan pagar seng. Sejak Juni 2024 pihaknya diminta untuk mengelola dengan Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Aset.

Sejak awal persiapan pengelolaan, perusahaan sudah diminta untuk mengelola Plaza Kuliner agar mengubah wajah Lubuk Pakam menjadi Kota Metropolitan.

"Sejalan dengan ini, kami sudah melakukan penjajakan ke pengusaha atau gerai besar, seperti MC Donald, KFC, dan Starbuck. Namun banyaknya syarat dan ketentuan, menjadi kendala untuk menarik gerai-gerai tersebut berinvestasi di Plaza Kuliner," ujar Taufik, Selasa (25/11/2025).

Baca juga: Setelah Digusur, PKL Kembali Dirikan Tenda di Simpang Kayu Besar, Camat: Mau Dijadikan Pusat Kuliner

Taufik mengatakan, pihaknya berupaya tetap menawarkan ke pengusaha lokal, baik yang sudah mapan mau pun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Lubuk Pakam termasuk juga dari daerah lain di Deliserdang.

Ia masih mengingat, pada awal pembukaan ada sekitar 20 tenant yang sebagian besar merupakan UMKM ikut serta meramaikan Plaza Kuliner. Hingga akhir Desember 2024 atau enam bulan pasca-pengelolaan oleh PT Bhinneka Perkasa Jaya, hanya empat tenant yang bertahan dari 25 kios yang ditawarkan.

"Beberapa UMKM ditawarkan kembali dengan konsep baru, menolak dengan alasan kawasan ini kawasan mati. Kita bersyukur ada beberapa pengusaha lokal yang mau berjuang untuk mengubah wajah Plaza Kuliner agar berkesan ramah dan lebih modern dengan mengikutsertakan tenaga-tenaga lokal di sekitaran Lubuk Pakam dalam usahanya," kata Taufik Ismail.

PT Bhinneka Perkasa Jaya membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin membuka usahanya di Plaza Kuliner dengan ketentuan harus mengikuti mekanisme yang ada.

Untuk kemudahan bagi pengusaha atau pelaku UMKM yang ingin partisipasi di Plaza Kuliner bisa menghubungi pihaknya. Mekanisme sewa disepakati oleh para pihak akan diterapkan.

"Tenant yang sedang atau ingin membuka usahanya, mekanisme kerja samanya dengan sistem sewa atau bagi hasil tergantung kesepakatan dengan tenant. Jam operasional tergantung masing-masing tenant. Kita minta kalau bisa beroperasi 24 jam," sebut Taufik.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved