Binjai Terkini
Pedagang dan Mahasiswa Geruduk dan Robohkan Pagar Kantor Wali Kota Binjai, Ini Tuntutan Aksi
Ratusan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima Kota Binjai.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Ratusan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima Kota Binjai, menggeruduk Kantor Walikota Binjai, Jalan Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (27/4/2025).
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bandung dan Jalan Olahraga yang sebelumnya digusur oleh Satpol PP Kota Binjai.
Dengan menaiki beberapa mobil jenis pikap dan sepeda motor serta membawa pengeras suara (Sound System) para pengunjukrasa juga membentangkan spanduk berukuran besar dan karton bertuliskan tuntutan mereka seraya mengibarkan bendera merah putih.
"Rakyat kecil disembelih oleh pemimpin zalim. Walikota Anti Rakyat. Bergerak!!! Mencari arah pikiran Walikota!!! Emang ada. Kami tidak butuh Perda, Kami butuh makan," tulis salahsatu spanduk.
Sementara itu, salah seorang orator aksi, Edward Gurki, dalam orasinya menuntut janji Walikota Binjai pada saat kampanye Pilkada.
"Kami yang tergabung dari beberapa aliansi mahasiswa bersama pedagang kaki lima, menuntut ketidakadilan yang terjadi saat ini di Kota Binjai. Janji Pilkada akan memperjuangkan hak hak pedagang dan masyarakat kota Binjai, tapi tidak terbukti, dan itu bohong semua," ujar Gurki.
"Para pedagang hanya mencari sesuap nasi, tapi kenapa malah digusur. Mereka juga manusia yang mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya," sambungnya, seraya disambut meriah oleh para pengunjukrasa.
Sementara itu, salah seorang pedagang yang mengaku bernama Firman, dengan suara datar berharap agar Wali Kota Binjai dapat menemui mereka. Namun permintaan itu seolah bertepuk sebelah tangan.
"Kami bukan teroris, kami bukan pemberontak. Kami tau hukum dan kami siap ditata. Tolong kepada Bapak Wali Kota Binjai untuk berjumpa dengan kami walau hanya 5 menit. Apalagi kami sudah sekitar 25 hari tidak berjualan. Bagaimana anak dan istri kami," ujar Firman.
Aksi dorong dorongan pun akhirnya terjadi di depan pintu gerbang Kantor Wali Kota Binjai yang dijaga ketat oleh Satpol PP dan beberapa petugas kepolisian.
Kekesalan para pengunjukrasa memuncak karena Wali Kota Binjai tidak menemui mereka. Bahkan salah seorang pejabat Pemko Binjai yang diutus untuk menerima keluhan massa, malah diusir oleh para pengunjukrasa.
"Kami tidak mau menerimanya. Kami mau Walikota Binjai yang hadir langsung menemui kami," ungkap pengunjukrasa.
Kesal dengan sikap Wali Kota Binjai yang tidak mau menemui mereka, para pengunjukrasa pun merobohkan kedua pintu gerbang Pemko Binjai hingga runtuh.
"Jual sabu dan barak narkoba kenapa gak digusur dan kenapa tidak diberantas. Tapi kenapa kami yang hanya berjualan untuk menghidupi anak dan istri kami, malah digusur," teriak para pengunjukrasa sembari sembari menginjak injak pintu gerbang Pemko Binjai.
Puncak kekesalan massa pun terjadi. Ditengah teriknya panas matahari, massa pun akhirnya menerobos barisan Satpol PP dan masuk ke Kantor Pemko Binjai setelah pintu gerbang berhasil dirobohkan oleh mereka.
| Polisi Kepung Rumah yang Dijadikan Tempat Pengedaran Sabu di Kota Binjai, Tiga Orang Diringkus |
|
|---|
| Penyidik Kejari Binjai Geledah Rumah Tersangka Korupsi Kontrak Fiktif Dinas Ketapang selama 2 Jam |
|
|---|
| Warga Kota Binjai yang Sempat Ditahan di Kamboja Akhirnya Pulang ke Tanah Air |
|
|---|
| Baru Pulang Kerja, Motor Warga di Kota Binjai Dibawa Kabur saat Terparkir di Teras Rumah |
|
|---|
| Polres Binjai Sertijab PJU, Kapolsek Binjai Utara Jadi Wakapolres Padangsidimpuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ratusan-pedagang-dan-mahasiswa-yang-tergabung-dalam-Aliansi-Mahasiswa-dan-Forum1.jpg)