Langkat Terkini

Tak Puas di DPRD Langkat, Ratusan Masyarakat Ambrukkan Pagar Kantor Bupati dan Kejar Mobil Dinas

Merasa tak puas dengan jawaban yang disampaikan oleh anggota DPRD Langkat, ratusan masyarakat yahg mengatasnamakan Aliansi .

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PAGAR AMBRUK - Pagar Kantor Bupati Langkat di dobrak dan ambruk saat ratusan masyarakat masuk ke dalam kawasan kantor di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (20/4/2026). 

Tak lama perwakilan beberapa masyarakat langsung dipersilahkan masuk dan menuju ke Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Langkat

Di situ anggota DPRD Langkat, Romelta Ginting, Donny Setha dan Eddy Wijaya, langsung menyambut perwakilan masyarakat diruang Banmus. 

Pertemuan antara masyarakat dan beberapa anggota dewan tersebut berjalan alot. Perwakilan masyarakat pun menyampaikan maksud kedatangan mereka. 

Andika Ardiansyah selaku salahseorang koordinator aksi saat diwawancarai wartawan usai bertemu dengan anggota DPRD menjelaskan, meminta kepada DPRD Langkat agar membangun komunikasi Kementrian Sosial RI, terkait penyaluran bantuan bencana banjir yang terdampak dan korban di Kecamatan Besitang, dan wilayah lainnya. 

Namun menurut Andika pertemuan dengan anggota DPRD Langkat tak membuahkan hasil atau jalan keluar. 

"Gak ada hasilnya bertemu dengan anggota DPRD Langkat," kata Andika. 

Andika pun menegaskan, adapun persoalan yang terjadi saat ini ialah, penyaluran bantuan dari pemerintah pusat sama sekali tidak merata terhadap masyarakat yang menjadi korban atau terdampak banjir. 

"Penyaluran bantuannya sama sekali tidak merata. Adapun jenis bantuan yang dijanjikan stimulan ekonomi, perabotan, Jaminan Hidup (Jadup)," ucap Andika. 

Sedangkan itu, Andika pun merinci nominal bantuan yang seyogyanya diterima masyarakat. 

"Nominal bantuan stimulan ekonomi Rp 5 juta, perabotan Rp 3 juta, dan Jadup perjiwa Rp 1.350.000 dengan estimasi Rp 15 ribu perhari selama sebulan," ujar Andika. 

"Bahkan ada keluarga oknum lurah yang enggak terdampak tapi mendapat bantuan," sambungnya. 

Bahkan menurut Andika, masyarakat datang ke DPRD mapun Kantor Bupati Langkat bukan sekali ini saja. 

"Kami datang kesini bukan sekali dua kali untuk minta kepastian itu. Saya pikir sudah tiga sampai empat kali datang kesini. Dan percuma saya rasa datang kesini, dan kita datang bukan ada yang membiayai," kata Andika. 

Setelah menggelar aksi di Kantor DPRD Langkat, ratusan masyarakat pun bergeser ke Kantor Bupati Langkat.

(cr23/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved