Bocah Hanyut di Sungai Asahan
Bram Pasaribu dan Batara Siregar Hanyut di Asahan, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Silau di Hari Kedua
Insiden nahas tersebut terjadi saat kedua korban sedang mandi-mandi di bibir Sungai Silau sebelum akhirnya terseret arus sungai yang cukup deras.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN - Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan SAR Tanjungbalai Asahan, Polres Asahan, dan Brimob terus melakukan pencarian intensif terhadap dua orang bocah yang hanyut di aliran Sungai Silau, Kisaran.
Dua korban yang hilang diketahui bernama Bram Pasaribu (14) dan Prabu Batara Siregar (13), keduanya merupakan warga Jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.
Insiden nahas tersebut terjadi saat kedua korban sedang mandi-mandi di bibir Sungai Silau sebelum akhirnya terseret arus sungai yang cukup deras.
Hingga memasuki hari kedua pencarian, petugas masih berjibaku di lapangan untuk melacak keberadaan kedua remaja tersebut di sepanjang aliran sungai.
Tim Gunakan Perahu Karet LCR dan Penyisiran Jalur Darat
Komandan Pos SAR Tanjungbalai Asahan, Ricky Harahap, menjelaskan bahwa pada agenda pencarian hari kedua ini, pihaknya menerapkan beberapa teknik khusus untuk memaksimalkan hasil.
Petugas menggunakan perahu karet (Landing Craft Rubber/LCR) untuk menyisir area perairan guna menjangkau titik-titik yang sulit diakses secara manual.
Selain pemantauan dari jalur air, tim gabungan juga melakukan penyisiran melalui jalur darat dengan menyusuri tepian bibir sungai di sekitar lokasi awal kejadian.
Sinergi antara berbagai unsur instansi diharapkan dapat mempercepat proses penemuan kedua korban yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang.
"Teknik pencarian kami lakukan sisir Sungai Silau dengan LCR (perahu karet) dan menyusuri bibir sungai melalui jalur darat," kata Komandan Pos SAR Tanjungbalai Asahan, Ricky Harahap, Jumat (27/3/2026).
Kondisi Terkini
Saat ini, seluruh personel di lapangan masih fokus melakukan penyisiran dan belum menemukan tanda-tanda keberadaan Bram maupun Prabu di radius pencarian.
Pihak SAR mengimbau warga sekitar untuk turut memberikan informasi jika melihat hal mencurigakan di sepanjang aliran sungai demi membantu proses evakuasi.
Keluarga korban dan warga setempat masih menunggu dengan cemas di lokasi pencarian, berharap ada titik terang terkait nasib kedua bocah tersebut.
Tim SAR berkomitmen akan terus melanjutkan operasi pencarian sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku hingga batas waktu yang ditentukan.
"Mohon doa, agar dua orang korban segera ditemukan," pungkas Ricky Harahap menutup keterangannya.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| 18 SPPG Kabupaten Asahan Ditutup Sementara, Siswa Tak Dapat MBG |
|
|---|
| Terduga Begal Babak Belur Dihajar Warga di Asahan, Ditemukan Sebilah Sajam di Dalam Tas |
|
|---|
| Pemuda di Asahan Ditembak Polisi Usai Bobol Rumah Pendeta |
|
|---|
| Lawan Polisi, Pembobol Rumah Pendeta di Kisaran Dilumpuhkan dengan Timah Panas |
|
|---|
| Polisi Disiram Bensin, Penangkapan Bandar Narkoba di Kisaran Ricuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tim-SAR-gabungan-melakukan-pencarian-terhadap.jpg)