Berita Medan

5 KSP di Kota Medan Ditarget Tarik Wisatawan Lewat Budaya, Ikon Sejarah hingga Kuliner

Kadis Pariwisata Kota Medan, Odi Batubara mengatakan perlunya penataan dan penetapan 5 KSP

|
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Parade Budaya di Kawasan Bersejarah. Penampilan seni dan budaya etnik digelar Pemko Medan di kawasan kota tua Kesawan di tahun 2025. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kawasan Starategis Pariwisata (KSP) di Kota Medan dirancang untuk menjadikan kota dengan 21 Kecamatan ini memiliki identitas, sejarah dan berbudaya. Potensi budaya multikultural, wisata (kultur, alam, religi), heritage, kuliner, akan ditata komprehensif dan saling bertautan. 

Kadis Pariwisata Kota Medan, Odi Batubara mengatakan perlunya penataan dan penetapan 5 KSP, termasuk objek wisata budaya dan heritage yang belum tertata secara komprehensif. Fokus utama KSP 1 yang sudah mulai matang. 

"KSP muncul karena ada destinasi yang sudah ada, KSP ada yang melingkupi 4 hingga 5 tempat. Di dalam Perwal No 23 Tahun 2025 diatur, dan bila ada tambahan bisa berubah destinasinya. KSP 1 itu Jalan Kesawan, Kebun Bunga Perintis, HM Yamin, Petisah, Kebun Bunga (Urban Community Park) dan heritage kota tua (gedung bersejarah, kuliner khas UMKM Medan, Warenhuis, Lapangan Merdeka Medan)" katanya, Rabu (30/7 /2025).

"Lalu, KSP 2 melingkupi Taman, Cadika, Medan Zoo, Taman Budaya, Asam Kumbang. KSP 3  itu taman-taman, Ahmad Yani, Beringin, Gajah Mada," kata Odi Batubara. 

Selanjutnya, KSP 4 melingkupi destinasi religi dan sejarah, seperti Istana Maimoon, Masjid Raya Al Mashun, Tjong Afie, Taman Sri Deli. 

Dan terakhir, KSP 5, melingkupi Masjid Al Osmani (masjid tertua di Medan Labuhan), Wisata Alam Danau Siombak, Situs Kota Cina, Kuliner Belawan, Taman Wisata Martubung. 

"Dengan destinasi ini lah yang dikembangkan dengan anggaran yang ada. Dan akan dipercantik. Infrastruktur yang dilengkapi, zebra cross ya, lampu-lampunya, rambu-rambu, papan edukasinya. Dan target zero kriminal dulu baru lanjut tahap 1 KSP ke KSP lain," katanya. 

Target Menarik Wisatawan

Dengan adanya KSP, selanjut akan dilengkapi dengan event seni dan budaya, yang mengenalkan identitas Kota Medan.

Sehingga turis lokal atau mancanegara sudah punya jadwal dan target ketika datang berwisata dan berlibur ke Kota Medan

"Setelah KSP terbentuk, akan dilengkapi dengan event, dan akan undang wistawan luar. Jadi kalau pun gak ada event dia sudah tahu mau ngapai di KSP yang sudah ada. Itu bisa dilihat data okupansi hotel. Termasuk CFN itu event yang kita gerakan untuk lihat KSP 1," katanya. 

Dari pemerintah ada 6 event dalam setahun.

Namun ada rencana akan dipecah, agar bisa lebih banyak event, anggaran bisa dibantu stakeholder perusahan atau sponsor. 

"KSP Perwal No 23 tahun 2025. Taksiran anggaran di KSP 1 Rp 700 juta. Masing-masing OPD lain ada dilibatkan, saya anggarkan peta tata ruangnya. Misal ada zebra cross ke Dishub, ada butuh jembatan ke Dinas SDABMBK misalnya," jelasnya. 

Kata Odi, anggaran KSP di antaranya untuk biaya konsultan, pos informasi, papan informasi KSP, event organizer, transportasi. Target di Dinas Pariwisata per tahun 1 KSP bisa matang. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved