Berita Viral

Pengakuan Istri Terdakwa Judi Online Dinafkahi 100 Juta Per Bulan, Situs Dibackingi Oknum Kominfo

Terbongkar fakta baru di persidangan terkait beking judi online. Kasus yang melibatkan sejumlah pegawai Kominfo

|
Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.com/Bharudin Al Farisi
TERDAKWA: Adriana Angela Brigita, istri terdakwa Zulkarnaen Aprilianto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).Angela Brigita juga jadi terdakwa. 

TRIBUN-MEDAN.com - Terbongkar fakta baru di persidangan terkait beking judi online.

Kasus yang melibatkan sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika (kini Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi) 

Terdakwa Zulkarnaen Apriliantony alias Tony disebut sebagai 'king maker” klaster koordinator dalam praktik melindungi situs judi online (judol) agar tidak terblokir Kementerian Kominfo (kini Kementerian Komdigi).

Tony pernah membantah sebagai 'king maker' disebut menafkahi istri hingga Rp 100 Juta per bulan dari hasil aksinya melindungi situs judol tersebut.

Hal itu diungkapkan Adriana Angela Brigita istri Tony di ruang sidang satu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).

“Kalau per bulan itu saya tidak pernah menentukan. Karena dikasih berapa saja ya sudah. Kalau dari rata-rata per bulan itu, Rp 50 (juta) sampai Rp 100 (juta). Saya tidak pernah menentukan,” ujar Brigita.

Brigita juga membeberkan latar belakang bisnisnya bersama Tony sebelum mereka diduga terlibat membekingi situs judol.

Menurut Brigita, ia dan Tony telah menikah selama 12 tahun sejak 2012.

Pada awal pernikahan, keduanya mendirikan rumah produksi (production house/PH) bernama Fliq. 

“Suami secara konsultan di bidang branding produk ataupun personal. Itu yang di awal pernikahan kami. Lalu terus berjalan, suami membangun kembali usahanya dia yang sebelumnya sudah dibuat juga,” kata Brigita.

Menurut Brigita, usaha mereka bergerak di bidang personal branding, product branding, periklanan, dan produksi konten visual.


“Branding, personal branding dan product branding seperti personal branding. Yang konsultan lebih ke personal branding, ada advertising juga, dan PH bersama saya,” lanjutnya.

Brigita mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pembayaran dalam jasa konsultan personal branding yang dijalankan Tony.

Ia hanya memahami alur pembayaran dari klien untuk PH karena dirinya menjabat sebagai pendiri sekaligus Executive Producer.

Sementara itu, Tony kerap direkrutnya sebagai sutradara atau produser dalam berbagai proyek.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved