Berwisata Pantai dan Pulau Terbaik di Sabah Seperti Melarikan Diri Ke Surga
Berwisata Pantai dan Pulau Terbaik di Sabah Seperti Melarikan Diri Ke Surga
Terletak sekitar 6 km di Selatan pusat Kota Kinabalu dan dapat diakses dengan mudah menggunakan berbagai moda transportasi seperti, taksi, Mobil Rental dan Bus Umum dengan No. 16 dari Pusat Kota atau No.16A dari Bandara yang beroperasi mulai jam 06.30 pagi sampai jam 08 malam. Bus akan berhenti dekat City Hall dan Wawasan Plaza.
Pantai-Pantai Terbaik di Distrik Kudat, Sabah
Pantai Kelambu
Pantai Kelambu merupakan salah satu permata tersembunyi di Sabah, dengan laut yang jernih dan hamparan pasir yang indah, sangat cocok untuk bersantai. Yang menambah daya tarik pantai ini, saat air surut, pengunjung dapat berjalan di atas gumuk pasir menuju pulau kecil di seberangnya,. Di sini juga terdapat area khusus untuk berfoto dengan latar matahari terbenam yang sangat indah.
Destinasi ini berada tak jauh dari kawasan terkenal ‘Tip of Borneo’, yaitu titik paling utara Pulau Borneo, pulau terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan New Guinea, yang menjadi tempat pertemuan antara Laut Cina Selatan dan Laut Sulu.
Pantai Kelambu berjarak sekitar tiga jam perjalanan darat dari Kota Kinabalu. Untuk menuju ke sini, disarankan menyewa mobil atau bergabung dalam rombongan tur. Sebagai alternatif, pengunjung juga bisa membeli tiket bus ekspres langsung menuju Kudat.
Pulau-Pulau di Distrik Semporna
Pulau Sipadan dan Mabul terletak di lepas pantai Semporna, Sabah, dan terkenal dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa serta pengalaman menyelam kelas dunia.
Pulau Sipadan, sebuah pulau yang masih alami, terkenal dengan dinding karang yang menakjubkan, kehidupan laut yang berwarna-warni, serta seringnya terlihat penyu, ikan barakuda, dan hiu karang. Sipadan secara konsisten masuk dalam daftar lokasi selam terbaik di dunia. Sementara itu, Pulau Mabul, yang berada tak jauh dari Sipadan, menawarkan keindahan kehidupan laut makro, menjadikannya surga bagi para fotografer bawah laut.
Keunikan pulau ini juga terlihat dari rumah-rumah panggung di atas laut serta keberadaan komunitas tradisional Bajau Laut (Gipsi Laut), yang menghadirkan pengalaman budaya yang kaya bagi para pengunjung. Pulau Sipadan dan Mabul menawarkan petualangan tak terlupakan baik bagi pencinta keindahan bawah laut maupun pencari pengalaman budaya.
Belum ada penerbangan langsung ke Pulau Sipadan atau Mabul, oleh karena itu, pengunjung perlu terbang terlebih dahulu ke Semporna. Cara paling efektif adalah dengan terbang dari Bandara Internasional Kota Kinabalu menuju Bandara Tawau, lalu melanjutkan perjalanan dengan bus atau taksi ke dermaga wisata Semporna di Kampung Bangau-Bangau.
Sebagai pilihan yang lebih hemat atau penuh petualangan, Anda juga bisa naik bus ke Tawau, lalu melanjutkan dengan bus atau taksi ke Semporna.
Perlu diketahui, akomodasi di Pulau Sipadan telah ditutup sejak tahun 2004 untuk menjaga kelestarian alamnya. Namun, berbagai resort tersedia di Pulau Mabul bagi wisatawan yang ingin menginap.
Pulau Sipadan
Taman Pulau Sipadan mengelola satu-satunya pulau samudra milik Malaysia, yang menjulang setinggi 600 meter dari dasar laut. Pulau ini terbentuk secara alami dari pertumbuhan terumbu karang di atas kerucut gunung berapi bawah laut.
Terletak di Laut Sulawesi (Celebes Sea), di lepas pantai timur Borneo Malaysia, antara wilayah Indonesia dan Filipina, Pulau Sipadan dikenal sebagai salah satu kawasan laut dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
Sipadan dikenal sebagai salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia, dengan terumbu karang yang masih alami, air laut yang jernih, serta kehidupan laut yang sangat beragam. Di antara satwa laut yang sering dijumpai adalah penyu laut, hiu karang, dan gerombolan ikan barakuda.
Lebih dari 400 spesies ikan dan berbagai jenis karang membentuk lanskap bawah laut Sipadan. Pemandangan ini semakin memukau dengan keberadaan tebing laut dan kebun karang yang indah, menjadikan pengalaman menyelam di Sipadan benar-benar luar biasa dan tak terlupakan.
Di daratan, Pulau Sipadan diselimuti hutan hujan tropis yang lebat dan menjadi habitat bagi burung tropis, kelelawar pemakan buah, serta biawak. Pulau ini telah ditetapkan sebagai suaka burung sejak tahun 1933, dan kemudian dinyatakan sebagai taman laut pada tahun 2004.
Perlu diketahui bahwa untuk menyelam di Sipadan, izin menyelam (diving permit) wajib diperoleh melalui operator selam resmi. Terdapat total 12 lokasi penyelaman di sekitar pulau ini, termasuk lokasi terkenal seperti Drop Off, Turtle Cavern, dan Barracuda Point. Karena tingginya minat wisatawan, reservasi harus dilakukan jauh hari sebelumnya.
Seluruh fasilitas penginapan di Pulau Sipadan telah ditutup sejak tahun 2004 demi menjaga kelestarian alamnya. Namun, berbagai resort tersedia di Pulau Mabul sebagai alternatif tempat menginap bagi wisatawan.
Pulau Mabul
Pulau Mabul, yang terletak hanya beberapa menit perjalanan dengan perahu dari Sipadan, menawarkan suasana yang lebih santai serta pilihan menyelam dan snorkeling yang luar biasa.
Mabul terkenal dengan muck diving, jenis penyelaman yang memungkinkan pengunjung melihat kehidupan laut makro yang unik dan langka seperti kuda laut, nudibranch (siput laut berwarna-warni), dan kuda laut kerdil. Selain itu, pulau ini juga memiliki pantai berpasir putih yang indah dan suasana yang tenang.
Nikmati pengalaman menginap di bungalow di atas air yang menawan seperti: Sipadan-Mabul Resort (SMART), Sipadan-Kapalai Dive Resort dan Borneo Divers Mabul Resort. Di sini, Anda bisa menikmati berbagai aktivitas seperti kayaking, mengunjungi permukiman ramah suku Bajau Laut (Gipsi Laut), menyaksikan matahari terbit dan terbenam yang memukau, atau melakukan island hopping ke pulau-pulau terdekat seperti Pulau Bum Bum dan Pulau Pom Pom.
Pulau Mabul merupakan tempat yang ideal bagi mereka yang ingin bersantai sambil tetap menikmati keindahan bawah laut dan kekayaan budaya lokal.
(*)
| Dua Perempuan Indonesia jadi Geng Perampok di Malaysia, Terbaru Mereka Rampok Senilai Rp15 Miliar |
|
|---|
| Banyak Laporan Pungli, Kepala Daerah Diminta Awasi Objek Wisata |
|
|---|
| Banyak Terima Laporan Pungli di Tempat Wisata, Begini Respons Kadisbudparekraf Sumut |
|
|---|
| Bayi Tujuh Bulan Dibuang di Aek Loba Asahan, Orangtua Korban Takut Ketahuan Punya Anak di Luar Nikah |
|
|---|
| Dampak Selat Hormuz: Selain Filipina Darurat Nasional, Kini Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Myanmar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Berwisata-Pantai-dan-Pulau-Terbaik-di-Sabah-Seperti-Melarikan-Diri-Ke-Surga.jpg)