Berita Viral

DUDUK Perkara Al Kareem Islamic School Disegel Disdik, Kurikulum tak Sesuai, Guru Kerja bak ART

Namun, nyatanya pihak sekolah itu tidak menjalankan kurikulum sebagaimana yang dijanjikan kepada orangtua murid.

TribunBekasi/RendyRutamaPutra
SEKOLAH DISEGEL - Sekolah Al Kareem Islamic School di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi disegel atau diberhentikan beroperasi pada Selasa (17/6/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah duduk perkara Al Kareem Islamic School disegel Disdik.

Kurikulum sekolah tersebut dijalankan tak sesuai dengan yang dijanjikan.

Selain itu para guru pun mengeluh kerja bak ART.

Baca juga: Meriahkan HUT Bhayangkara, Polres Padangsidimpuan Gelar Bakti Kesehatan untuk Pengemudi Becak Motor 

Pasalnya mereka dipekerjakan tak sesuai job desk.

Inilah profil Al Kareem Islamic School, sekolah bodong di Bekasi yang kini jadi sorotan publik.

Al Kareem Islamic School tengah disorot karena kasusnya diduga memperlakukan guru seperti ART.

Tak hanya itu, sekolah swasta elite itu juga  disebut sekolah bodong lantaran melakukan pelanggaran prosedur salah satunya terkait perizinan.

Baca juga: Semarak HUT Ke-79 Bhayangkara, Polres Pelabuhan Belawan Gelar Senam Bersama Antar-instansi

Diketahui sekolah elit itu tidak mendaftarkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) ke sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang merupakan basis data resmi pendidikan nasional.

Al Kareem Islamic School mengklaim menjalankan sistem pendidikan Cambridge Curriculum and Islamic International School.

Namun, nyatanya pihak sekolah itu tidak menjalankan kurikulum sebagaimana yang dijanjikan kepada orangtua murid.

Diklaim berbasis sekolah islam internasional, kenyataannya materi yang disampaikan berbahasa Indonesia dan minim pendidikan agama.

DUDUK Perkara Al Kareem Islamic School Disegel Disdik, Kurikulum tak Sesuai, Guru Kerja bak ART
SEKOLAH DISEGEL - Sekolah Al Kareem Islamic School di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi disegel atau diberhentikan beroperasi pada Selasa (17/6/2025).

Dikutip dari TribunBekasi.com, pasangan suami istri (pasutri) Ashraf dan Riyanti menjadi salah satu korban dari sekolah bodong tersebut.

Mereka memiliki tiga anak yang disekolahkan di Al Kareem Islamic School hingga mengeluarkan biaya yang cukup fantastis ratusan juta rupiah. 

Riyanti mengaku biaya sekolah yang dikeluarkannya lebih dari Rp 150 juta untuk tiga anaknya tersebut.
 
“Total uang yang sudah kami bayarkan lebih dari Rp 150 juta. Biaya sebesar itu karena anak saya tiga-tiganya sekolah di tempat itu. Biaya SD jauh lebih mahal dibanding PAUD,” ungkap Riyanti diamini Ashraf saat ditemui di kawasan Bekasi Utara, Kamis (19/6/2025).

Baca juga: Semarak HUT Ke-79 Bhayangkara, Polres Pelabuhan Belawan Gelar Senam Bersama Antar-instansi

Mulanya Riyanti dan Ashraf mengaku tidak menaruh kecurigaan terhadap sekolah tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved