Berita Viral

HASIL Survei BRIN: 89 Persen Masyarakat Yakin Serangan Ijazah Jokowi Demi Kepentingan Politik

Peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Rozi mengungkapkan polemik ijazah jokowi cuma sebatas permainan politik

Kolase Tribun Medan
Sebelum Bareskrim Polri menyatakan ijazah Jokowi asli, Roy Suryo Cs meminta perlindungan ke Komnas HAM.  

TRIBUN-MEDAN.com - Peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Rozi mengungkapkan polemik ijazah jokowi cuma sebatas permainan politik bukan murni pembuktian ilmiah. 

Para penuding ijazah Jokowi palsu merasa tidak suka dengan hasil kerja Jokowi selama ini. Mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur Jakarta, dan Presiden RI. 

"Fragmentasi sosial dan politik dalam negara demokrasi wajar terjadi, termasuk dalam hal ini isu (keabsahan) ijazah Pak Jokowi. Ada kelompok yang barangkali selalu memperhatikan aspek administrasi yang kebetulan bisa jadi dianggap celah. Ada pula kelompok yang tidak mengedepankan aspek itu, dan yang terpenting adalah kinerja, pengalaman dan integritasnya saat menjadi pemimpin nasional," ulas Syafuan yang menjadi salah satu penanggap dalam kegiatan "Survei Nasional CISA: Pandangan Publik Terhadap Isu Ijazah Palsu Pak Jokowi" yang digelar di Jakarta pada Rabu (21/5/2025), seperti dikutip TribunJatim.com via Wartakota, Kamis (22/5/2025).

Dalam kesempatan itu,  Center for Indonesia Strategic Actions (CISA) memperlihatkan survei mayoritas publik meyakini bahwa isu ijazah Jokowi adalah permainan politik lawan politik.

Dari survei tercatat sebanyak 89.87 persen persen responden menilai bahwa isu ini sangat mungkin sengaja disebarkan (dikapitalisasi) untuk kepentingan politik tertentu yang bisa jadi lawan politik Jokowi. 

Syaufan mengatakan  dari riset CISA ini bisa jadi melihat rekam jejak Jokowi bisa jadi jauh lebih penting dari urusan administratif akademik itu.

Ia menuturkan bisa jadi dari pengalaman, pengalaman, kesabaran, dan arah kebijakan itu bisa saja jauh lebih penting. 

"Kita lihat, bagaimana Pak Jokowi begitu sabar saat menjabat Walikota Solo, ketika merelokasi pedagang kaki lima, kinerjanya selama menjabat gubernur Jakarta dan puncak karirnya menjadi presiden," ulas Syafuan yang menjadi pembahas survei itu. 

Dalam fragmentasi itu, menurut dia, akan ada saja kelompok yang kerap menyoroti kelemahan siapa pun pemimpin nomor satu di republik ini.

"Nah bisa jadi kelompok yang selalu mengkritisi hal ini, tidak menyukai warisan kebijakan Pak Jokowi," ungkapnya. 

Dari survei CISA itu, sebanyak 51.35 persen responden sangat percaya, dan 25.35 persen responden cukup percaya terhadap klarifikasi yang diberikan oleh Jokowi.

Tren serupa dari riset itu, juga terlihat dari persepsi responden terhadap klarifikasi dari pihak UGM. Sebanyak, 47.35 persen responden sangat percaya, 25.76 persen cukup percaya dengan klarifikasi yang telah disampaikan oleh UGM. 

CISA juga menggali tentang persepsi publik seberapa tepat langkah Jokowi menempuh proses hukum untuk memulihkan reputasinya terkait terpaan isu ijazah ini.

Lebih lanjut, Herry mengatakan bahwa, dari data survei 29.60 persen responden menilai cukup tepat, 21.10 % menilainya tepat, dan 6.7 % responden menilainya sangat tepat.

Baca juga: Komplotan Rampok Ruko Beraksi di Kisaran, Korban Diancam di Tembak

Baca juga: SOSOK Calon Menantu Najwa Shihab, Kekasih Izzat Assegaf Punya Segudang Prestasi, Adik Tsania Marwa

Sedangkan, 18.5 persen responden menilainya kurang tepat, dan 15.5 % menilainya tidak tepat. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved