Berita Viral

Kenaikan Pangkat Mayor Teddy Jadi Letkol Dibahas di DPR, Ketua Pepebari: Diskresi Presiden

Polemik kenaikan pangkat Mayor Teddy Indra Wijaya menjadi letnan kolonel (Letkol) terus berlanjut. 

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Kolase TribunKaltim
POLEMIK NAIK PANGKAT - Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya naik pangkat menjadi Letnan Kolonel (Letkol) pada 25 Februari 2025. Hal ini dinilai janggal. Polemik ini dibahas dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara DPP Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) bersama Komisi I DPR RI, Senin (10/3/2024). 

TRIBUN-MEDAN.com - Polemik kenaikan pangkat Mayor Teddy Indra Wijaya menjadi letnan kolonel (Letkol) terus berlanjut. 

Kali ini dibahas dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara DPP Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) bersama Komisi I DPR RI, Senin (10/3/2024).

Ketua DPP Pepabri Agum Gumelar merespons isu kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dianggap janggal.

Pensiunan Jenderal TNI itu berpandangan bahwa kenaikan pangkat Teddy dari Mayor menjadi Letnan Kolonel (Letkol) adalah diskresi yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.

“Itu memang kuasanya presiden, Pepabri pun enggak bisa melarang, itu kuasanya presiden, itu diskresinya presiden,” ujar Agum, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi I DPR RI, Senin (10/3/2024).

Agum mengingatkan bahwa Presiden adalah panglima tertinggi, sekaligus pemegang kekuasaan tertinggi di TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, maupun di TNI Angkatan Udara. 

Dia pun menekankan bahwa tidak ada satu pun pihak, termasuk Pepabri, yang bisa melarang Presiden untuk memberikan diskresi tersebut. 

“Jadi, kasus Pak Teddy itu, kita tidak bisa, itu kewenangan ada di presiden. Kita enggak bisa apa ya, misalnya Pepabri mau bilang ‘Pak Jangan Pak’ kita juga enggak bisa. Jadi, itu kewenangan penuh di tangan presiden,” ungkap Agum.

Respons itu disampaikan Agum setelah Anggota DPR RI Fraksi PKB Syamsu Rizal menyinggung adanya perwira TNI yang mendadak naik dari mayor menjadi Letkol. 

“Ini yang penting pada satu pekan terakhir ini beredar kabar seorang mayor diangkat menjadi Letkol karena penghargaan, karena mekanisme yang tidak jamak, mekanisme yang tidak banyak orang tahu, dan mekanisme yang tidak biasa dan tentu ini menggugah rasa penasaran, rasa ingin tahu, rasa keadilannya orang,” kata Syamsu Rizal dalam rapat. 

Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang menjadi mitra dari TNI dan Kementerian Pertahanan, Syamsu Rizal pun meminta pandangan Agum sebagai mantan perwira tinggi TNI.

“Penting bagi kami untuk menyerap filosofi dari jawaban bapak,” ucap Syamsu Rizal.

Diberitakan sebelumnya, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi menaikkan pangkat Teddy Indra Wijaya berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025. 

Namun, sejumlah pihak mengkritik keputusan itu dan mempertanyakan dasar hukum serta prosedur dari kenaikan pangkat tersebut. 

Salah satu kritik atas kenaikan pangkat Mayor Teddy disampaikan anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. 

Ia menilai bahwa kenaikan pangkat ini janggal karena didasarkan pada surat perintah, bukan surat keputusan. 

"Aneh, kenaikan pangkat Mayor Teddy ke Letkol bukan berdasarkan surat keputusan, tapi berdasarkan surat perintah," kata TB Hasanuddin, pada Jumat (7/3/2025).

TB Hasanuddin menjelaskan, kenaikan pangkat militer pada umumnya dilakukan dua periode dalam satu tahun, yaitu pada tanggal 1 April dan 1 Oktober, kecuali untuk para perwira tinggi TNI, yang mana dapat dinaikkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Sedangkan untuk kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), biasanya diberikan kepada para prajurit yang berprestasi dan menunjukkan keberanian yang luar biasa di medan pertempuran.

Oleh karena itu, TB Hasanuddin berpandangan bahwa kenaikan pangkat untuk Teddy Indra Wijaya tidak sesuai aturan. 

"Kenaikan pangkat untuk Mayor Teddy menjadi letkol itu sepertinya tidak sesuai dengan aturan yang biasa," katanya.

Baca juga: POLEMIK Kenaikan Pangkat Teddy Indra Wijaya, Kalahkan Kapten Hendrik Hutagalung Peraih Adhi Makayasa

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut merespons polemik kenaikan pangkat Mayor Teddy Indra Wijaya menjadi letnan kolonel (Letkol). 

Menurut Maruli, faktor kenaikan pangkat Teddy di antaranya mendapat penghargaan dari Mabes TNI. "(Naik pangkat karena) dapat penghargaan dari Mabes TNI," ujar Maruli dikutip dari Kompas.com, Sabtu (8/3/2025).

Namun, Maruli enggan berbicara lebih jauh perihal kenaikan pangkat Teddy ini. Dia mempersilakan awak media bertanya langsung kepada Mabes TNI. "Sebaiknya tanya ke sana (Mabes TNI)," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI Angkatan Darat (AD) Brigjen Wahyu Yudhayana membantah anggapan bahwa ada kejanggalan di balik kenaikan pangkat Mayor Teddy.

Dia bilang, bahwa kenaikan pangkat Mayor Teddy sudah sesuai dengan surat keputusan (skep) dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, bukan hanya surat perintah (sprin) dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

"Kan kalau surat keputusannya di Panglima TNI, Kep Panglima TNI nomor berapa, lalu Sprin KSAD-nya nomor berapa. Yang beredar di media Sprin KSAD kan. Ya berarti Skep-nya itu di level atasnya," ujar Wahyu, Jumat (7/3/2025) dikutip dari Kompas.com.

Wahyu lantas memberi contoh, jika dirinya yang mendapat keputusan presiden (keppres). Maka atasannya, yakni KSAD, pasti akan membuat surat perintah sebagai penugasan.

Namun, surat keputusannya pasti akan dikeluarkan oleh pejabat yang lebih tinggi dari KSAD, yakni Panglima TNI. 

"Jadi gini, misalnya aku dapat Keppres untuk Brigjen Wahyu jadi (posisi) A, kan diterima sama KSAD. KSAD buat surat perintah, 'Yu, atas dasar Keppres, lu gua kasih perintah ke sini'. Nih, pas dasar kep-nya Panglima, lu gua kasih perintah ke sini. Jadi sprin benar, skep-nya di level atasnya," katanya.

Sementara itu, Wahyu menekankan bahwa kenaikan pangkat reguler percepatan (KPRP) sudah berlaku sejak lama di militer, bukan hanya untuk Teddy Indra Wijaya.

Wahyu juga menyebut, upacara kenaikan pangkat bagi Teddy bersifat tentatif, bisa dilakukan atau tidak.

"Yang mendasari saya naik pangkat sprin dan skep. Yang paling penting sprin dan skep. Upacara kenaikan pangkat itu adalah seremonial yang tidak wajib dilaksanakan," ujar Wahyu.

Profil Mayor Teddy

Mayor Teddy Indra Wijaya lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 14 April 1989. Ia merupakan putra dari pasangan Kolonel Inf. (Purn) Giyono dan Letkol Caj (K) Patris R.A. Rumbayan.

Dalam kehidupan pribadinya, Mayor Teddy menikah dengan Wita Nidia Hanifah pada tahun 2018. Namun, biduk rumah tangganya itu berakhir pada 2019.

Mayor Teddy menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya Akademi Militer dan lulus pada tahun 2011.

Dikutip dari tarunanusantara.sch.id, ia salah satu perwira brilian yang dimiliki satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Teddy adalah prajurit infanteri dari Kopassus.

Dia sempat menjadi asisten ajudan Presiden Joko Widodo pada 2016 hingga 2019. Saat menjadi asisten ajudan Jokowi, Teddy berpangkat letnan satu (lettu). 

Setelah mengabdi selama tiga tahun sebagai ajudan Jokowi, Teddy memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat. 

Ia bergabung dengan US Army Ranger School di Fort Benning, AS, dan berhasil meraih tiga penghargaan setelah menempuh pendidikan selama lima bulan. 

Adapun US Army Ranger School merupakan sekolah wajib bagi semua perwira infanteri tentara AS. 

Pada November 2019, Teddy, yang saat itu sudah berpangkat kapten, mencapai prestasi sebagai lulusan terbaik dengan meraih International Honor Graduate Award. 

Penghargaan ini diberikan kepada siswa internasional yang mencapai nilai tertinggi selama pendidikan militer bagi pasukan elite Angkatan Darat AS itu. Dari total 14 siswa asing yang mengikuti pendidikan, Teddy terpilih sebagai yang terbaik.

Selain meraih gelar lulusan terbaik, Teddy juga mendapatkan dua penghargaan lainnya.

Pertama, Commandant List Award, yang diberikan kepada siswa dengan peringkat akademik dan jasmani terbaik, dengan Teddy menduduki peringkat ke-30 dari 185 siswa. 

Kedua, Teddy juga meraih Gold APFT (Army Physical Fitness Test) dengan nilai jasmani 100 persen.  

Pada 2020, Teddy berhasil meraih kualifikasi sebagai anggota Pasukan Elite US Army Ranger. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Teddy kembali ke Indonesia.

Dia dipercaya menjadi ajudan Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Tugas itu dia emban sejak 2020.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak sempat memutasi Teddy menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri 328/Dirgahayu Indonesia melalui Keputusan Kasad nomor Kep. 137/II/2024 tertanggal 26 Februari 2024.

Namun, Teddy tetap mendampingi Prabowo sebagai ajudan Menhan. Setelah Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, Teddy didapuk sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dan resmi dilantik pada Senin (21/10/2024). (*/tribunmedan.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved