Kisah Inspiratif

SOSOK Prof. Dr. Amri Amir Mengubah Limbah Medis Menjadi Karya Seni, Meski Sudah Berusia 83 Tahun

Dialah Prof. Dr. Amri Amir, Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus Dokter Spesialis Akupunktur asal Payakumbuh, Sumatera Barat.

Tayang:

Langkah pertama, Prof. Amri merebus jarum bekas dalam air mendidih selama 20 menit untuk memastikan keamanan dan sterilitasnya.

Setelah itu, jarum-jarum tersebut disusun satu per satu di atas kanvas yang telah dipersiapkan.

Untuk memberikan sentuhan warna yang menarik, ia menggunakan cat semprot, menciptakan kesan visual yang memukau dan membuat karya tersebut tampak hidup.

Membuat satu lukisan membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu.

Namun, bagi Prof. Amri, proses ini justru menjadi sarana untuk melepas penat.

"Mengerjakannya membuat saya menjadi rileks dan menyenangkan," tuturnya.

Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat dicontoh oleh rekan-rekan Dokter lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Di usianya yang telah menginjak 83 tahun, Prof. Amri tidak berhenti berkarya.

Lukisan-lukisannya tidak hanya menciptakan keindahan visual, tetapi juga menjadi simbol pelestarian lingkungan.

Melalui karyanya, ia ingin menyampaikan pesan bahwa limbah medis, seperti jarum Akupunktur, dapat dimanfaatkan secara kreatif dan ramah lingkungan.

Sosok Prof. Dr. Amri Amir adalah bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkontribusi dan menginspirasi.

Dengan semangatnya yang tak kenal lelah, ia telah membuktikan bahwa seni dan medis dapat berjalan beriringan, menciptakan dampak positif bagi kesehatan dan lingkungan.

Karyanya tidak hanya menghiasi ruangan, tetapi juga mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap bumi yang kita tinggali.

(CR26/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved