Kisah Inspiratif

Buruh Pabrik Sukses Kembangkan Peternakan Ayam Hias, Omzetnya Tembus Rp 4 Juta Tiap Minggu

Sosok Adi, buruh pabrik ini sukses membangun peternakan ayam hias yang memiliki omzet Rp 4 juta tiap minggunya

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Adi, buruh pabrik yang punya sampingan sebagai peternak ayam hias saat memperlihatkan ayam ternaknya, Selasa (25/10/2022) 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Adi, buruh pabrik yang tinggal di Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang ini sukses mengembangkan peternakan ayam hias di kediamannya.

Berawal dari hobi, kini peternakan ayam hias milik Adi sudah memiliki omzet Rp 4 juta dalam satu minggu.

Saat ditemui di kediamannya, Adi terlihat memanfaatkan bagian samping area pekarangan rumahnya sebagai lokasi peternakan ayam hias. 

Baca juga: Kabar Gembira, Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Membuka Cabang di Jalan Merak

Dari penuturan Adi, ia mengembangkan ayam hias jenis Polandia, American Silkie, White Crested Black Polish, ayam ketawa dan beberapa jenis lainnya.

Harga jual ayam hias ini mulai puluhan ribu hingga Rp 4 juta perekor sesuai jenis dan ukurannya.

Menurut Adi, dia sudah dua tahun belakangan menggeluti dunia peternakan ayam hias.

"Dulu beli ayam jenis Polandia yang biasa saja. Awalnya hanya untuk dilihat-lihat setelah pulang kerja," ucap Adi, Selasa (25/10/2022). 

Baca juga: YUK Nikmati Nasi Kebuli Ayam Guling di Warung Barokah Asahan, Kuliner Timur Tengah Kearifan Lokal

Ayah dua orang anak ini mengatakan, pertama kali membeli ayam hias tersebut sepasang dengan harga Rp 1,7 juta.

Belinya melalui online dari daerah Malang, Jawa Timur.

Karena serasi, ia pun kemudian menambah koleksi dan membeli lagi dari Padang, Sumatera Barat. 

"Lama-lama saya berpikirnya kenapa tidak dikembangkan saja supaya bisa dijual dan ada buat beli makanannya. Kalau yang punya saya ini banyak yang mesan dari Sumatera dan dijual dari online saja. Kalau ada yang beli saya kirimkan pesanannya melalui bus," kata Adi. 

Baca juga: Lokasi Judi Sabung Ayam Digerebek Polres Sergai, Cuma Satu Orang Ditangkap, Puluhan Pelaku Lolos

Untuk yang paling banyak dicari dan paling mahal, kata Adi, adalah jenis ayam hias White Crested Black Polish.

Ia bersyukur sejauh ini belum menemukan kendala besar dalam mengembangkan usaha sampingannya ini.

Disebut selain memberikan makan secara teratur, perawatan dan kebersihan kandang juga harus tetap diperhatikan. 

"Kalau panas, ya dimandiin, dan divaksin setiap 3 bulan sekali. Kita juga ikut komunitas jadi lebih mudah untuk memasarkan. Kalau untuk pengembangan saya pakai mesin, setiap ada telur langsung saya masukkan mesin pemanas," ucap Adi. 

Baca juga: Resep Ayam Kuah Kuning, Menu Pelengkap yang Pas untuk Makan Malam

Karena bentuk ayam-ayamnya ini lucu-lucu beda dengan ayam biasa banyak orang yang selalu penasaran dan mendatangi rumah Adi.

Selain hanya sekedar untuk melihat ada juga yang terkadang lama-lama tertarik untuk membeli dan ikut untuk mengembangkannya. (dra/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved