Berita Viral

NASIB Pilu Bocah Perempuan Bawa Senjata Tajam saat Tidur, Alami Trauma Usai Dilecehkan Paman

Pilu nasib bocah perempuan ini, ia harus tidur dengan membawa senjata tajam lantaran trauma dilecehkan pamannya.

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
Shutterstock
Ilustrasi - 

Korban mengaku, terduga pelaku menahannya saat perkuliahan sudah selesai.

 "Jam 4 sore saya mulai bimbingan. Lalu, karena saya rasa sudah sore, saya ingin pulang,"

"Awalnya dia pegang tangan saya, tapi saya memberontak terus. 

 Dia kemudian memaksa untuk memeluk saya, tapi saya menolaknya." ujarnya.

Pelaku bercerita, FS memaksanya untuk melakukan tindakan asusila di ruang kerjanya.

"Dia terus memaksa saya dan saya berteriak untuk meminta pulang," lanjutnya lagi.

Korban dilepaskan, namun hal tersebut membuatnya trauma.

Ia pun melaporkan hal tersebut ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unhas.

Namun, ia merasa kecewa dengan penanganan kasus ini.

Bahkan korban merasa disudutkan dimana ada seorang dosen yang menyebutnya halusinasi.

“Pada pemanggilan kedua saya di Satgas, saya merasa disudutkan. 

Bahkan ada dosen yang menyebut saya halusinasi,” ujarnya.  

Hingga pada akhirnya, pihak satgas mendapatkan rekaman CCTV dan keterangan korban sejalan dengan rekaman tersebut.

Terkini Ketua Satgas PPKS Unhas, Farida Patittingi menuturkan pihaknya telah memberikan sanksi terhadap FS.

Mengutip Tribun-Timur.com, pihak Satgas PPKS telah memberhentikan FS sebagai Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi dan pembebasan sementara dari tugas pokok dan fungsinya sebagai dosen pada semester ini dan dua semester berikutnya (2026).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved