Sumut Terkini

BABAK BARU Insiden Penyerangan oleh Oknum TNI di Sibiru-biru, Menko Polkam Jamin Tindak Tegas

Pangdam I Bukit Barisan telah menjelaskan bahwa prosesnya akan digelar secara transparan sehingga publik bisa mengawal dan mengikuti perkembangan

|
Editor: Salomo Tarigan
istimewa
Menko Polkam Budi Gunawan. BABAK BARU Insiden Penyerangan oleh Oknum TNI di Sibiru-biru, Menko Polkam Jamin Tindak Tegas 

TRIBUN-MEDAN.com - Menko Polkam Budi Gunawan menyebut berdasarkan keterangan Pangdam I Bukit Barisan Letjen TNI Mochamad Hasan proses hukum insiden kekerasan sejumlah oknum TNI terhadap sejumlah warga di Deliserdang Sumatera Utara akan dilakukan secara transparan.

Budi mengatakan hal tersebut dilakukan agar publik dapat mengawal dan mengikuti perkembangan kasusnya.

Pangdam I Bukit Barisan, Letjen Mochammad Hasan (kemeja putih), memberikan hormat kepada jenazah korban yang tewas, usai dianiaya sejumlah Prajurit TNI AD dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan.
Pangdam I Bukit Barisan, Letjen Mochammad Hasan (kemeja putih), memberikan hormat kepada jenazah korban yang tewas, usai dianiaya sejumlah Prajurit TNI AD dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan. (HO)


Hal itu disampaikan saat konferensi pers terkait Kompolnas di kantor Kemenko Polkam Jakarta Pusat pada Senin (11/11/2024).

"Keterangan dari Pangdam I Bukit Barisan telah menjelaskan bahwa prosesnya akan digelar secara transparan sehingga publik bisa mengawal dan mengikuti perkembangan kasusnya," ujar Budi.

"Dan akan dijamin dan dipastikan bahwa para pelakunya yang terbukti bersalah akan ditindak dan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," sambungnya.

Budi juga mengkonfirmasi kejadian tersebut.

Komandan Batalyon Artileri Medan 2, Letkol Arm Herman Santoso (seragam TNI) menanggapi ratusan warga yang menggeruduk Batalyon Armed akibat sejumlah anak buahnya diduga membantai warga sipil di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (9/11/2024). Ia berjanji bertanggungjawab atas insiden yang menyebabkan korban jiwa dan luka.
Komandan Batalyon Artileri Medan 2, Letkol Arm Herman Santoso (seragam TNI) menanggapi ratusan warga yang menggeruduk Batalyon Armed akibat sejumlah anak buahnya diduga membantai warga sipil di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (9/11/2024). Ia berjanji bertanggungjawab atas insiden yang menyebabkan korban jiwa dan luka. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)


Namun demikian, ia mengatakan situasi saat ini telah kondusif.

"Situasi saat ini sudah kondusif," ujar dia.

Ia mengatakan latar belakang yang menjadi penyebab kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.

Proses tersebut, ungkapnya, dilakukan dari pihak Pomdam I Bukit Barisan bersama kepolisian setempat. 

"Proses hukum saat ini sedang berjalan. Ada beberapa oknum anggota Yonarmed yang diproses, begitu," ujar Budi.

Diberitakan sebelumnya telah terjadi penyerangan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Darat dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan terhadap sejumlah masyarakat di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Dilaporkan, sekelompok pria berambut cepak, berbadan tegap menyerang ke pemukiman warga pada Jumat (8/11/2024) malam hingga Sabtu (9/11/2024) dini hari.

Akibatnya, satu orang warga bernama Raden Barus dilaporkan meninggal dunia dan 10 orang lainnya luka-luka.

Kepala Penerangan (Kapendam) Kodam I Bukit Barisan, Kolonel Dody Yudha mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah terkait insiden itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved