Berita Medan

Hampir Sebulan, Ibu Remaja yang Tewas Diduga Dianiaya TNI Pertanyakan Perkembangan Laporannya

Namun hingga kini belum jelas bagaimana hasil penyelidikan yang dilakukan Kodam I Bukit Barisan.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Lenny Damanik (tengah), ibu dari Michael Histon Sitanggang, remaja tewas diduga dianiaya personel TNI dari Kodam I Bukit Barisan di bantaran rel kereta api Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan datang ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jumat (21/6/2024). Ia mempertanyakan laporan yang sudah dilayangkan ke Detasemen Polisi Militer l/5 Medan sejak 28 Mei lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Lenny Damanik, ibu dari Michael Histon Sitanggang, remaja tewas diduga dianiaya personel TNI dari Kodam I Bukit Barisan di bantaran rel kereta api Jalan Pelikan Ujung, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan mempertanyakan laporan yang sudah dilayangkan ke Detasemen Polisi Militer l/5 Medan.

Melalui kuasa hukumnya, Irvan Saputra, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, ia menilai proses penyelidikan yang dilakukan Denpom I/5 Bukit Barisan lamban. Padahal sudah dilaporkan sejak 28 Mei.

Sedangkan Lenny sudah diperiksa sebanyak dua kali ditambah keterangan saksi lainnya.

Namun hingga kini belum jelas bagaimana hasil penyelidikan yang dilakukan Kodam I Bukit Barisan.

"Hampir sebulan. Atas laporan ini ibu Lenny sudah diperiksa 2 kali, saksi putra diperiksa, tukang kusuk juga diwawancarai Namun kejanggalan timbul lagi dalam kasus ini setlah sebulan enggak ada ditetapkan tersangka,"kata Direktur LBH Medan Irvan Saputra, Jumat (21/6/2024).

Irvan menyebut pihaknya meminta supaya Kodam I Bukit Barisan melakukan ekshumasi atau bongkar kuburan untuk otopsi.

Hal ini perlu dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian Michael.

"Secara tegas kami minta Denpom untuk segera melakukan ekshumasi lakukan autopsi dalam. Itu sebagai bukti apakah dia meninggal sakit atau karena dianiaya," terangnya.

Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Kolonel Rico Siagian saat dikonfirmasi membantah adanya personel TNI menganiaya korban hingga tewas.

Namun dia tidak menjelaskan sejauh apa hasil penyelidikan.

"Tidak benar dianiaya,"kata Kolonel Rico Siagian, Jumat (21/6/2024).

Sementara itu Riko menjelaskan, saat korban tewas sedang ada dua kelompok tawuran di lokasi kejadian.

Personel TNI, Polri dan Satpol PP berada di lokasi untuk membubarkan mereka.

Katanya, ketika dibubarkan, korban diduga terjatuh dari rel kereta api.

"Kejadian 1 bulan yang lalu ada 2 kelompok warga tawuran, dibubarkan oleh 3 Pilar ( babinkamtibmas, Babinsa & Satpol PP). Saat mau dibubarkan, mereka bubar lari berhamburan. Anak tersebut jatuh dari rel."

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved