Sumut Terkini
12 Warga Air Joman Merasa Tertipu Travel Umrah, Satu Orang Depresi Hingga Meninggal Dunia!
"Di bulan maret 2024 lalu, kami dikumpulkan untuk menambah uang keberangkatan yang sebelumnya Rp 29 juta, diminta tambah Rp 1,2 juta untuk uang paspor
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, Kisaran - 12 orang warga Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan harus menahan malu usai ditipu tak berangkat ke tanah suci mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah.
Bahkan Satu diantaranya mengalami depresi hingga meninggal dunia.
12 orang jemaah yang harusnya berangkat pada April 2024 lalu, gagal dikarenakan pembatalan sepihak yang dilakukan oleh travel.
Noni Daulay, Kepala Tim Jamaah mengaku, pihaknya merasa tertipu setelah berulang kali keberangkatan jamaah diundur secara sepihak oleh pihak travel.
"Di bulan maret 2024 lalu, kami dikumpulkan untuk menambah uang keberangkatan yang sebelumnya Rp 29 juta, diminta tambah Rp 1,2 juta untuk uang paspor dan visa, karena di bulan April akan berangkat. Uang sebulan sebelum berangkat seluruhnya sudah dilunaskan sama jemaah," kata Noni saat dijumpai, Kamis (23/5/2024).
Lanjutnya, setelah pelunasan, para jamaah dilakukan manasik umrah di Masjid Agung, Ahmad Bakrie Kisaran, dan diberitahu akan berangkat pada 19 April 2024.
"Karena yang awalnya kami berangkat tanggal 16 April 2024, kami diundur ke tanggal 19 April. Kami masih terima bersama beberapa jamaah lainnya. Di tanggal 15 April, kami diminta untuk mengumpul koper untuk keberangkatan tanggal 19," katanya.
Namun, pada tanggal 17 April 2024, para jamaah dikumpulkan dengan alasan membahas keberangkatan dan syukuran keberangkatan.
"Setelah kami sampai disana, kami dikabari bahwa tidak jadi berangkat. Kami di undur sampai tanggal 25 Juli 2024, kemudian di undur lagi ke tanggal 27 Juli 2024," katanya.
Akibatnya, ada beberapa jamaah yang depresi dan tidak percaya dengan travel AM dan meminta uangnya dikembalikan.
"Kami memohon kepada pihak travel, saya sebagai leader yang membawa para jamaah ke travel, meminta agar uang jemaah dikembalikan. Karena, para jamaah sudah tidak percaya dengan travel," katanya.
Katanya, dampak pembatalan ini mengakibatkan satu orang jamaah meninggal dunia karena depresi dan beberapa jamaah lainnya jatuh sakit.
"Satu orang jamaah meninggal dunia, beberapa sakit gulanya naik gara-gara tidak jadi berangkat, mereka berharap uangnya dikembalikan. Pihak travel memang ada mau mengembalikan, tapi dipotong dengan alasan sudah membooking tiket pesawat dan visa. Namun, kami minta bukti, mereka tidak berani menunjukan," harapnya.
Noni menceritakan bahwa jamaah bernama Sulam yang meninggal dunia diakibatkan depresi dan malu dengan tetangga.
"Bapak ini imam masjid, dia juga orang yang tuakan dikampung. Setelah adanya pembatalan keberangkatan itu, dia tidak pernah lagi ke Masjid dan memilih mengurung diri dirumah," kata Noni.
Ungkapnya, Sulam mengalami depresi diduga akibat malu dikarenakan dirinya tidak jadi berangkat untuk menunaikan ibada umrah.
"Kami sudah membuat pengaduan ke Polres Asahan dalam dugaan penipuan yang dilakukan oleh pihak travel yang tidak kunjung menepati janji dan menahan uang kami," ungkapnya.
(cr2/tribun-medan.com)
12 Warga Air Joman Merasa Tertipu Travel Umrah
Satu Orang Depresi Hingga Meninggal Dunia
ditipu tak berangkat ke tanah suci mekkah
| Penetapan Tersangka Kadis Sosial Samosir Diprotes, Penasehat Hukum Ungkap Kejanggalan |
|
|---|
| Dugaan Penggelapan Uang Koperasi, Erni Hutauruk dan Erikson Sianipar Saling Lapor ke Polres Taput |
|
|---|
| Buntut Ucapan Lengserkan Prabowo, Saiful Mujani Diadukan ke Polda Sumut |
|
|---|
| Pemkab Samosir Beri Pendampingan Anak Korban KDRT, Wabup: Kekerasan Tidak Bisa Ditoleransi |
|
|---|
| Pemprov Sumut Hadirkan Program Permata Untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Terdampak Bencana |
|
|---|