Sumut Terkini

Viral Video Bocah di Simalungun Jadi Korban Bullying, Tubuh Ditendang, Kini Kasus Ditangani Polisi

Dihadapannya ada bocah berbaju warna biru yang tiba-tiba mendorong korban menggunakan tubuhnya.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Tangkapan layar aksi perundungan yang terjadi di pelataran salah satu sekolah di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah menjadi korban bullying atau perundungan temannya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), heboh di media sosial Facebook. Berdasarkan keterangan pengunggah, perundungan ini terjadi di kawasan satu sekolah di Kecamatan Dolok Pardamean. 

Korban saat itu tengah mengenakan pakaian kaos biasa, sama halnya dengan bocah-bocah lain yang ada di lokasi. Mereka juga terlihat hanya mengenakan sandal. Saat itu, korban terlihat tengah memegang buku.

Dihadapannya ada bocah berbaju warna biru yang tiba-tiba mendorong korban menggunakan tubuhnya.

Tak lama, ada seorang bocah lain yang melepaskan tas yang dikenakan bocah pelaku itu. Sempat terjadi cekcok antara korban dan bocah berbaju biru itu.

Tangkapan layar aksi perundungan yang terjadi di pelataran salah satu sekolah di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun
Tangkapan layar aksi perundungan yang terjadi di pelataran salah satu sekolah di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun (HO)

Lalu, ada juga bocah lain yang mendorong korban. Kemudian, ada seorang bocah yang menendang korban hingga tersungkur ke tanah.

Tidak terlihat pasti pelaku yang menendang korban itu.

Dengan perlahan, korban bangkit dan membereskan bukunya yang berserakan. Di sekitar lokasi tampak ramai anak-anak.

Saat berdiri itu, korban terlihat mengalami kesakitan. Dia juga memegangi bagian pinggangnya.

Pada akhir video ditunjukkan saat korban dan bocah lainnya tengah berada di ruangan kelas.

Saat itu, korban masih mengenakan baju yang sama saat dirinya ditendang. 

Paman Korban, Joshua Frans mengatakan bahwa korban sendiri adalah anak yang normal pada umumnya. Yang malangnya, korban adalah anak yatim dari dua bersaudara. 

"Namanya Risky Sinaga, anak kedua dari 2 bersaudara, yang pertama perempuan
Ibu masih ada, bapak nya udh meninggal," ujar paman korban kepada reporter Tribun Medan, Minggu (21/4/2024). 

"(Terkait hasil pemeriksaan polisi) Ini kita juga lagi menunggu kabar selanjutnya dari pihak keluarga korban. Sepulang dari polres simalungun kemaren ke rumah, hasil nya belum ada, masih lanjut proses nya hari ini," kata Johua Frans kembali. 

Polisi Sudah Periksa Semua Pelajar

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ghulam Yanuar Luthfi mengaku telah menerima informasi video viral itu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved