Berita Viral
Diduga Ancam Potong Alat Vital, Pria Korban Penembakan Ghatan Saleh Dipolisikan, Minta Ratusan Juta
Andika pernah mendatangi apartemen korban dan bersikap kasar. Andika juga mengancam bakal memotong alat vital korban.
TRIBUN-MEDAN.com - Diduga ancam potong alat vital, pria korban penembakan Ghatan Saleh dipolisikan.
Selain mengancam, pria bernama Andika Mowardi itu meminta ratusan juta.
Polisi mengungkap bentuk ancaman yang dilakukan Andika Mowardi, pelapor sekaligus korban penembakan Ghatan Saleh.
Andika sebelumnya dilaporkan ke Polsek Mampang Prapatan terkait dugaan pengancaman.
Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Kanitero mengatakan, Andika pernah mendatangi apartemen korban dan bersikap kasar.
"Pertama MAW datang langsung ke kantor, rumah, apartemen korban marah marah dan menggebrak meja," kata David, Minggu (7/4/2024) dikutip tribun-medan.com dari TribunJakarta.com.
Selain itu, lanjut David, Andika juga mengancam bakal memotong alat vital korban. Ancaman itu disampaikan Andika saat menghubungi korban lewat chat WhatsApp.
"Kemudian ada juga melalui ucapan via telpon yang direkam korban yang menyebutkan kekerasan, kemudian juga ada bukti chat WA percakapan mengatakan bahwa akan memotong alat kelamin dari korban," ujar David.
Baca juga: Wajah Baru Cinepolis Sun Plaza, Sediakan 4 Tipe Cinema dan ada Playground untuk Anak-anak
Andika diduga mengancam orang tak dikenal demi memperoleh keuntungan materi.
Ia pun dilaporkan oleh salah satu korbannya ke Polsek Mampang Prapatan.
"Kalau motifnya lebih ke materi, (Andika diduga meminta) ratusan juta Rupiah," kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Kanitero, Jumat (5/4/2024).
Kepada korbannya, Andika mengaku tidak akan mengganggu lagi jika uang yang diminta tersebut diberikan.
"Ibaratnya gini, 'kalau kamu ngasih sekian, saya nggak akan gangguin lagi'," ujar Kapolsek.
Meski demikian, korban mengaku tidak pernah memenuhi permintaan Andika. Uang yang diminta Andika tak pernah diberikan.
"Kalau kita bilang memeras, pelapor belum pernah ngasih uang ke terlapor. Jadi nggak bisa dibilang memeras, hanya pengancaman saja," ucap David.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Korban-Penembakan-Gathan-Saleh-Pakai-Sabu-Sebelum-Diperiksa-Polisi-Dijemput-Paksa-Saat-Rekonstruksi.jpg)