Berita Viral

SADIS Anak Bantai Orang Tua, Sekujur Tubuh Luka Kena Parang, Sang Ayah Sempat Dilarang Masuk Rumah

Korban adalah Abastiar (70) dan Sainona (60), keduanya pasangan suami istri. Sedangkan pelaku pembunuhan adalah anak kandungnya sendiri.

Sripoku.com
SADIS Anak Bantai Orang Tua, Sekujur Tubuh Luka Kena Parang, Sang Ayah Sempat Dilarang Masuk Rumah 

TRIBUN-MEDAN.com - Sadis anak bantai orang tua, sekujur tubuh luka kena parang.

Sebelum peristiwa naas itu, sang ayah sempat dilarang masuk rumah.

Polres Musi Rawas (Mura) Polda Sumsel, akhir ungkap kronologis lengkap kejadian anak yang membunuh orang tuanya sendiri.

Sebelumnya, warga Desa Kebur Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) Kabupaten Musi Rawas, dihebohkan dengan dua warganya yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Jumat (05/01/2024) pagi.

SADIS Anak Bantai Orang Tua, Sekujur Tubuh Luka Kena Parang, Sang Ayah Sempat Dilarang Masuk Rumah
SADIS Anak Bantai Orang Tua, Sekujur Tubuh Luka Kena Parang, Sang Ayah Sempat Dilarang Masuk Rumah

Diketahui, korban adalah Abastiar (70) dan Sainona (60), keduanya pasangan suami istri.

Sedangkan pelaku pembunuhan adalah anak kandungnya sendiri yakni Asep (29), yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Andi Supriadi melalui Kasi Humas, AKP Herdiansyah saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (05/02/2024) sekira pukul 12.00 Wib.

Dijelaskan Kasi Humas, berdasarkan keterangan saksi Evi (47) warga yang sama mengatakan, sekira 11.30 Wib, saksi datang ke rumah korban untuk menjemput anaknya yang dititipkan saksi di rumah korban.

Baca juga: Viral Preman Medan Ancam Bakar Toko, Minta Paksa Uang 50 Ribu, Begini Respons Polrestabes

Lalu saksi bertemu dengan korban Sainona, dan menyampaikan jika pelaku sedang kambuh atau mengamuk dan meminta saksi untuk membujuknya.

Kemudian, saksi pun berusaha membujuk pelaku yang berada di dapur.

Saat bertemu, pelaku sempat menarik tangan saksi dan mengatakan 'sini nga tu, nga mati sekali ini, aku haus darah' (kesini kamu, sekali ini kamu mati, aku harus darah).

Tak lama, saksi pun pergi meninggalkan pelaku dan mengatakan kepada korban Sainona, jika tidak sanggup membujuk pelaku.

Jenazah korban pembunuhan oleh anak kandungnya sendiri di Desa Kebur Jaya Kecamatan TPK
Jenazah korban pembunuhan oleh anak kandungnya sendiri di Desa Kebur Jaya Kecamatan TPK, Musi Rawas, saat dievakuasi oleh petugas kepolisian.

Lalu korban Sainona meminta saksi memanggil Hatop untuk membujuk pelaku.

"Sebelum kejadian, korban Sainona ada di bawah rumah, sedangkan korban Abastiar sedang menyadap karet di kebun," ucap Kasi Humas.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved