Berita Viral
DEMI Biaya Berobat Saudara, Pria di Kudus Nekat Jual Ginjal, Dapat Rp10 Juta Kini Ditangkap di Medan
Demi biaya berobat saudaranya, pria di Kudus Jawa Tengah nekat jual ginjalnya dan sudah menerima uang muka Rp10 juta. Namun aksinya tertangkap saat he
RA kemudian diminta untuk pergi ke India bersama dengan Mulyaji.
Pengambilan ginjal diduga akan dilakukan di India.
Dalam kasus ini, Mulyaji berperan sebagai penghubung antara RA dengan pembeli ginjal dan EC.
"Proses pengambilan ginjal kemungkinan di luar negeri.
Ini diamankan sebelum ke luar negeri, yang mana tujuannya ke India untuk operasi besar," kata Sumaryono saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Jumat (8/12/2023) sore.
Kepada polisi, RA mengaku ingin menjual ginjalnya untuk membiayai saudaranya yang sakit.
Polisi menyita barang bukti berupa uang Rp 10 juta, ponsel berisi bukti percakapan, dan nomor rekening.
Mulyaji telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 2 Jo pasal 10 UU RI no 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 600 juta.
Baca juga: Jual Beli Ginjal Indonesia-India, Polda Sumut Buru Warga Medan yang Beli Ginjal Pemuda Asal Kudus
Baca juga: NASIB Wanita Dinikahi Pria 65 Tahun Meski Baru 25 Hari Kenal, Mendadak Kaya, Harta Jadi Milik Istri
Korban Diimingi 175 Juta
Selain RA, polisi juga sebelumnya menangkap seorang pemuda bernama Mus Mulyaji alias Aji (25) warga Medan Denai, Gang Masjid nomor 1 ditangkap tim gabungan badan intelijen Polri dan Renakta Ditrreskrimum Polda Sumut karena terlibat perdagangan organ tubuh manusia.
Aji ditangkap di bandara Internasional Kualanamu pada 5 Desember lalu saat hendak berangkat ke India bersama calon korban yang hendak menjual ginjalnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan tersangka berperan sebagai koordinator ataupun penghubung.
Selain tersangka, Polisi juga menangkap calon korban yang akan menjual ginjalnya yakni pria berinisial RA (25), warga Kudus, Jawa Tengah.
"Dan juga yang dalam kasus ini ada saudara MM atau A yang ada di Medan sebagai penghubung, sehingga yang kami amankan satu orang MM dan A,"kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Sumaryono, Jumat (8/12/2023).
Dalam hal ini RA atau Reza Abdul Wahid diduga sebagai korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/4-TERSANGKA-JARIGAN-JUAL-BELI-GINJAL.jpg)