Berita Viral

Sering Lihat Yesa Dipukuli Ibu Angkat, Karyawan tak Kasihan Malah Ikut Aniaya, Senasib dengan Bos

Sedangkan karyawan toko ini, ikut-ikutan melakukan kekerasan fisik karena terbiasa melihat anak ini dipukul ibu angkatnya

Tayang:
Instagram
Sering Lihat Yesa Dipukuli Ibu Angkat, Karyawan tak Kasihan Malah Ikut Aniaya, Senasib dengan Bos 

Fariz melanjutkan, untuk pelaku lainnya diketahui turut melakukan kekerasan terhadap korban dan melakukan pembiaran.

Baca juga: Viral Emak-Emak Tarik Paksa dan Usir Para Pengungsi Rohingnya, Tapi Ngeyel Tak Mau Pergi

"Untuk bapak angkatnya ini, dia sangat mengetahui atas kekerasan ini tetapi melakukan pembiaran.

Sedangkan karyawan toko ini, ikut-ikutan melakukan kekerasan fisik karena terbiasa melihat anak ini dipukul ibu angkatnya," tambahnya.

Kasus Terungkap

Kasus ini bermula saat YS ditemukan meninggal dunia secara tak wajar di rumah orang tua angkatnya pada akhir November lalu.

Pihak kepolisian kemudian memanggil orang tua angkat dan orang tua kandung korban.

Orang tua kandung korban lantas membuat laporan dan meminta peristiwa meninggalnya korban diselidiki.

Atas laporan itu, pihak kepolisian kemudian membongkar makam YS untuk keperluan autopsi.

Selain itu, polisi juga melakukan serangkaian penyelidikan.

Pilu bocah 7 tahun berinisial YS yang ditemukan tewas tak wajar di rumah orangtua angkatnya di Ketapang, Kalimantan Barat.
Pilu bocah 7 tahun berinisial YS yang ditemukan tewas tak wajar di rumah orangtua angkatnya di Ketapang, Kalimantan Barat. (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Penyidik juga sempat memeriksa kedua orang tua angkat korban, tetapi mereka tak mengaku.

Namun, dari rekaman CCTV ditemukan bukti-bukti yang mengarah pada perbuatan masing-masing pelaku.

Dari hasil pemeriksaan sementara, penganiayaan yang dilakukan orang tua angkat itu untuk menghukum korban.

"Motif melakukan kekerasan alasannya karena untuk menghukum korban," kata Kapolres Ketapang, AKBP Tommy Ferdian, Senin, dilansir Kompas.com.

Tersangka Ngaku Menyesal

Para tersangka kasus kekerasan hingga kematian terhadap Yesa (7) mengaku menyesal terhadap perbuatan mereka.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved