Berita Viral

Sering Lihat Yesa Dipukuli Ibu Angkat, Karyawan tak Kasihan Malah Ikut Aniaya, Senasib dengan Bos

Sedangkan karyawan toko ini, ikut-ikutan melakukan kekerasan fisik karena terbiasa melihat anak ini dipukul ibu angkatnya

Tayang:
Instagram
Sering Lihat Yesa Dipukuli Ibu Angkat, Karyawan tak Kasihan Malah Ikut Aniaya, Senasib dengan Bos 

TRIBUN-MEDAN.com - Sering lihat Yesa dipukuli ibu angkat, karyawan tak kasihan malah ikut menganiaya.

Kini mereka pun bernasib sama dengan bosnya, sama-sama memakai baju tahanan.

Kasus kematian anak adopsi bernama Yesa alias YS, di Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat menyita perhatian publik.

Unggahan Hotman Paris tentang seorang anak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berinisial Y (7) diduga meninggal tak wajar di rumah orang tua angkatnya.
Unggahan Hotman Paris tentang seorang anak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berinisial Y (7) diduga meninggal tak wajar di rumah orang tua angkatnya. (HO)

Bagaimana tidak, bocah yang baru berusia 7 tahun itu ditemukan meninggal secara tak wajar pada 23 November 2023 lalu.

Yesa tewas karena dianaya oleh 7 orang termasuk orang tua angkatnya.

Bahkan kekerasan yang dialami YS sudah terjadi sejak 2021.

Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan sebanyak tujuh orang tersangka, di antaranya, SST alias AK selaku ibu angkatnya, YLT selaku bapak angkat serta MLS, VDS, AMP, DS dan AA selaku karyawan toko orang tua angkatnya.

Baca juga: Viral Wanita Depresi karena Tertekan di Tempat Kerja, 3 Tahun Mengurung Diri dan Tak Bersosialisasi

Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP Fariz Kautsar menyebut ibu angkat YS ditetapkan sebagai tersangka utama.

Karena sebelum korban meninggal dunia, ibu korban sempat mengajarkan korban berenang di sungai yang ada di belakang rumah korban.

"Ibu angkatnya yang menjadi pelaku utama karena paling dominan.

Saat diajari berenang pada 23 November lalu, karena kesal, korban dicelup-celupkan ke dalam air.

Kemudian anak ini sesak napas hingga muntah air disertai darah.

Saat dibawa ke Puskesmas di perjalanan meninggal dunia," jelas Fariz dikutip dari TribunPontianak.co.id

Sering Lihat Yesa Dipukuli Ibu Angkat, Karyawan tak Kasihan Malah Ikut Aniaya, Senasib dengan Bos
Sering Lihat Yesa Dipukuli Ibu Angkat, Karyawan tak Kasihan Malah Ikut Aniaya, Senasib dengan Bos

AKP Fariz menjelaskan, kalau ketujuh tersangka memiliki perannya masing-masing.

"Kekerasan yang diterima oleh korban berulang-ulang sejak ia diadopsi dan peran dari masing-masing tersangka berbeda-beda," kata Fariz.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved