Pembunuhan di Subang
TIM MABES POLRI Turun Tangan Lakukan Olah TKP Ulang di Lokasi Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Tim Mabes Polri Akhirnya Turun Tangan, Lakukan Olah TKP Ulang di Lokasi Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Tuti dan Amalia Mustika Ratu Dibunuh.
"Dari satu yayasan bisa Rp 1 miliar. Itu bukan uang (pribadi), buat sekolah, buat guru. Gak mungkin bisa di (mainkan) ini," kata Leni.
Kepada TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu, Yoris Raja Amarullah sempat mengaku dipaksa untuk kembali menjabat sebagai kepala sekolah.
Kini sudah tak lagi menjadi pengurus Yayasan Bina Prestasi Nasional.
"Sekarang mah keluar dari pengurus yayasan jadi kepala sekolah saja," kata Yoris.
Bahkan, setelah pembunuhan Tuti dan Amalia, Yosef mendadak meminta Yoris mencairkan dana.
Yoris yang masih dalam kondisi berduka ditinggal ibu dan adiknya, langsung naik darah pada Yosef.
"Ribut sama pak Yosef. Belum ge mamah udah bahas uang."
Makanya sama Yoris gak mau ikut campur urusan uang. Ada pencairan oleh orang pak Yosef. Ada Rp 200 juta, Yoris gak ikutan,"kata Leni Anggraeni.
Yoris tak terima ketika suasana masih bersedih, Yosef justru sibuk mengurus uang.
"Udah ngomongin duit. 'Yoris coba cairkan itu uang'. Ini kan lagi sedih," beber Leni Anggraeni.
Curhat Yosef ke Danu
Tersangka Yosep sempat mencurahkan hatinya atau curhat mengenai kondisi rumah tangganya kepada M Ramdanu alias Danu sebelum membunuh istrinya, Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu, pada Agustus 2021 silam.
Yosep disebut kecewa dengan perlakuan istri dan anaknya tersebut.
Curhat Yosep tersebut disampaikan kepada Danu di sebuah warung pecel lele.
Salah satu kuasa hukum Danu, Ahid Syaroni, mengatakan hal itu berdasarkan pengakuan kliennya.
Menurut Ahid, curhatan Yosep tersebut disampaikan kepada Danu sebelum menuju ke tempat kejadian perkara atau TKP yang merupakan rumah korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/olah-tkp-ulang-di-kasus-subang.jpg)