Anggota Polres Tapin Dianiaya Oknum TNI
Nasib Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Anggota Polisi Polres Tapin, Danrem 101/Antasari Buka Suara
Beginilah nasib oknum TNI berinisial NH pelaku penganiayaan anggota polisi Polres Tapin bernama M Rifai yang sampai mengalami operasi mata akibat
TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah nasib oknum TNI pelaku penganiayaan anggota polisi Polres Tapin bernama M Rifai.
Adapun Komandan Resort Militer (Danrem) Korem 101/Antasari, Brigjen (TNI) Ari Aryanto buka suara soal penganiayaan oknum TNI terhadap anggota polisi yang terjadi di Wisma Amawang, Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS).
Dimana akibat penganiayaan oknum TNI tersebut, anggota polisi mengalami luka serius dan menjalani operasi mata.
Menanggapi hal tersebut, Ari Aryanto mengatakan kejadian di Wisma Amawang itu murni karena masalah pribadi.
“Urusan rumah tangga. Ada dugaan terjadi perselingkuhan antara istri pelaku dengan korban,” kata Ari, dilansir Tribun-Medan.com, Selasa (24/10/2023).
Namun demikian lanjut dia, sudah ada pengakuan dari istri pelaku sehingga memicu terjadinya penganiayaan terhadap korban.
“Tadi pagi pelaku menyerahkan diri ke Subdenpom dan sekarang sudah ditahan di Denpom VI/2 Banjarmasin untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.
Selain itu, Ari mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan Kapolda Kalsel, Kapolres terkait, dan seluruh komandan di satuan TNI di wilayah Kalsel.
“Saya berkomunikasi untuk sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif. Karena ini murni masalah pribadi. Proses hukum terhadap pelaku sedang dilaksanakan,” tegasnya.
Baca juga: Sosok Oknum TNI Penganiaya Anggota Polisi Polres Tapin, Motifnya Cemburu, Pelaku Menyerahkan Diri
Baca juga: Jimly Kecewa Komentar Mahful MD yang Tuding MKMK Bisa Dibeli Soal Pemeriksaan Ketua MK Anwar Usman
Pada pagi tadi pun kata Ari, ia mengimbau ke sekuruh prajurit untuk tidak ada lagi yang melakukan tindakan-tindakan di luar kendali para komandan satuannya.
Diketahui belakangan, pelaku tersebut berinisial NH, dan berpangkat Prajurit Kepala (Praka) dari Yonif 623 Bhakti Wira Utama (BWU).
Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan dialami anggota Polres Tapin, M Rifa’i pada Minggu 22 Oktober 2023, sekitar pukul 09.00 wita, di Halaman Parkir Wisma Amawang, Desa Tibung Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan (hss).
Pelakunya, kabarnya diduga melibatkan oknum anggota kesatuan TNI di Banjarbaru.
Indisen penganiayaan ini membuat korban mengalami luka berat, dimana satu bola matanya pecah dan tangan mengalami luka.
Terkait penganiayaan tersebut, Kapolres HSS AKBP Leo Martin Pasaribu yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Senin (23/10/2023) menyatakan, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Subdenpom Kandangan.
“Memang benar peristiwa penganiayaannya terjadi di wilayah HSS. Tersangka pelaku salah satunya anggota TNI. Tersangka masih dalam pengejaran,”kata Kapolres.
Namun, untuk keterangan lebih jelas, Kapolres meminta agar mengonfirmasinya ke Subdenpom HSS.
“Kasusnya sudah dilimpahkan ke Denpon Kandangan tadi malam,”kata Leo. Komandan Subdenpam Kandangan, Kapten Heryanto yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id menyatakan belum bisa memberikan keterangan.
Heri menyatakan, pihaknya masih melakukan menyelidikan lebih jauh dan menhimpun informasi.
“Termasuk kronologinya, kami belum bisa memberikan keterangan. Sebab, tersangka sendiri belum ada kepastian,” kata Hery.
Baca juga: Horor ! Pesan Villa dari Website, Saat Datang ke Lokasi, Wanita ini Syok, Rumah Kosong Tak Terurus
Baca juga: TIM MABES POLRI Turun Tangan Lakukan Olah TKP Ulang di Lokasi Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Rekaman CCTV
Sebelumnya, disampaikan Kapolres Tapin, AKBP Sugeng Priyanto melalui kasi Humas AKP Agung Setiawan,membenarkan insiden penganiayaan yang menimpa anggotanya tersebut.
"Untuk TKP di HSS dan Benar korban anggota Polres Tapin," beber Agung, Senin (23/10/2023).
Ia pun mengatakan, saat ini korban yang tergabung di Satuan Intelkam tersebut masih dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, dalam rekaman video CCTV yang beredar, terekam korban datang memasuki kawasan parkir dengan menaiki sepeda motor.
Sesaat kemudian disusul tiga orang pelaku yang mengenakan baju biru orange dan jaket.
Setelah melakukan penganiayaan ketiganya meninggalkan lokasi kejadian dengan menaiki mobil hitam.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-kamera-CCTV-di-Wisma-Amawang-kiri-Korban-jaket-merah.jpg)