Pembunuhan di Subang
YOSEF Ditekan Istri Muda, Kecewa Tak Lagi Kuasai Yayasan hingga Uang Dijatah oleh Tuti dan Amalia
Tersangka Yosep sempat mencurahkan hatinya atau curhat mengenai kondisi rumah tangganya kepada M Ramdanu alias Danu sebelum membunuh istrinya
Dari sana Danu mengaku melihat dua barang yang diduga barang bukti.
Dua barang tersebut yakni gunting dan cutter. Selain gunting dan cutter, Danu juga mengaku melihat barang mencurigakan.
Adapun barang mencurigakan itu menurutnya adalah cap atau stempel yayasan.
Tak hanya itu, Danu juga mengaku melihat lembaran SPJ (Surat Pertanggungjawaban).
"Jujur cap juga ada di situ, cap yayasan lah segala macam, terus juga ada laporan-laporan SPJ, ada juga di situ," kata Danu dikutip dari TribunJabar.id pada Senin, 13 Desember 2021 dalam artikel berjudul Berbagai Misteri Kasus Subang, Sosok Pelaku, Keterangan Saksi, hingga Oknum Banpol yang Disebut Danu.
Danu menduga dalam SPJ tersebut berupa laporan bukti administrasi pertanggungjawaban keuangan dari yayasan yang dimiliki Yosef.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap berawal dari Danu yang menyerahkan diri ke pihak kepolisian, Selasa (17/10/2023).
Kepada polisi, Danu mengaku sudah lama ingin membuka kasus tersebut, tapi dirinya diancam oleh pelaku lainnya.
Yosep dan Danu saat ini telah ditahan, sementara ketiga tersangka lainnya masih dalam pemeriksaan.
Latar Belakang Keluarga dan Usaha yang Dikelola
Yosef Hidayah memiliki dua istri. Istri pertama Tuti Suhartini (korban).
Dari pernikahan ini lahir dua anak, yaitu Yoris Raja Amanullah dan Amalia Mustika Ratu (korban).
Kemudian, Yosef Hidayah menikah dengan Mimin Tinarsih.
Dari Tinarsih memiliki dua anak laki-laki, yaitu Reksa Pratama dan Abi.
Sementara, M Ramdanu alias Danu merupakan keponakan dari Tuti Suhartini.
Danu merupakan anak angkat dari Lilis Sulastri, kakak kandung Tuti Suhartini (korban).
Keluarga ini mengelola salah satu usaha di bidang pendidikan Yayasan Bina Prestasi Nasional.
Yayasan Bina Prestasi Nasional yang mengelola SMP dan SMA ini terletak di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Subang.
Yayasan pendidikan ini berdiri sejak Juli 2008 dan mendapat SK pengesahan pendirian pada 2009.
Yayasan ini juga tercatat dalam situs verifikasi dan validasi Kemendikbud.
Yayasan Bina Prestasi Nasional mempunyai SK Pengesahan Badan Hukum Menkumham : AHU-0011534.AH.01.04.
Perombakan Pengurus Yayasan setelah Amalia Mustika Ratu Lulus Kuliah
Amalia Mustika Ratu (23), sebelum nyawanya dicabut secara tragis di rumahnya, ternyata baru saja dibelikan mobil Toyota Yaris warna citrus mica metallic.
Mobil Toyota Yaris warna citrus mica metallic itu sebagai hadiah kelulusannya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Unikom Bandung. Amalia kuliah jurusan manajemen.
Semasa hidupnya, Amalia dikenal sebagai gadis yang manja dan gaul. Ia juga dikenal sebagai gadis cantik yang stylish dalam berbusana.
Dikutip dari Tribunjabar.id, salah seorang keluarga korban Tuti Suhartini, Asep Hamdan (34) mengatakan, sebelum pembunuhan terjadi pada 17/18 Agustus 2022, Amalia Mustika Ratu baru lulus kuliah tahun 2021 dari Bandung, Jawa Barat. "Baru saja menyelesaikan kuliahnya di Kota Bandung," ujarnya.
Setelah lulus kuliah, Amalia Mustika Ratu langsung ditunjuk oleh ibunya, Tuti Surhartini, menjadi Sekretaris di sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional.
"Amel (Amalia) semenjak lulus kuliah, menemani ibunya di rumah, tapi sempat kerja juga jadi Bendahara atau Sekretaris di sekolah pak Yosep (ayah kandungnya),"ucap Asep.
"Amel orangnya baik, cuman sedikit pendiam, tapi kepribadiannya sangat baik suka menolong juga," sambung Asep saat, Rabu (18/8/2021).
Diketahui, Mimin istri kedua Yosef, sempat menjadi bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional selama 2 tahun.
Posisinya kemudian digantikan oleh istri pertama Yosef, Tuti Suhartini dan Sekretarisnya, Amalia Mustika Ratu.
Ketua pengurus Yayasan diisi oleh anak tertua Tuti Suhartini, Yoris Raja Amanullah.
Yoris Raja Amanullah selaku ketua pengurus Yayasan dikabarkan mendapatkan gaji sebesar Rp12 juta per bulan.
Lalu, Amalia Mustika Ratu dikatakan menerima gaji sebesar Rp10 juta per bulan dengan posisi pekerjaan sebagai sekretaris yayasan.
Sementara, korban Tuti Suhartini yang merupakan ibu kandung Yoris dan Amalia, menerima gaji sekitar Rp10 juta sebagai imbalan posisi bendahara.
Sedangkan Yosef, mendapat uang dari yang diberikan oleh Tuti Suhartini.
"Awalnya Yoris memang ketua Yayasan sebelum terjadi pembunuhan. Yosef dewan pembina, Tuti bendahara, Amel sekretaris," papar pengacara Yoris , Leni Anggraeni.
Selain, menempati rumah yang terbilang mewah di Desa tersebut, Tuti dan Amalia juga memiliki mobil Alphard, selain mobil Yaris yang baru saja dibeli untuk hadiah kelulusan Amalia.
(*tribun-medan.com)
Baca juga: SELENGKAPNYA Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Tuti dan Amalia Baru Menjabat Ini
Baca juga: KILAS BALIK Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Propam Diminta Periksa Anggota Polisi Ponakan Yosef
Baca juga: INTIP POTRET Kecantikan KDL Finalis Putri Indonesia 2014, Suami Ganteng dan Lulusan Akpol 2016
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/WAJAH-Santai-Yosef-saat-Ditahan-Istri-Muda-Yosef-Mimin-Malah-Bersyukur.jpg)