Pembunuhan di Subang
YOSEF Ditekan Istri Muda, Kecewa Tak Lagi Kuasai Yayasan hingga Uang Dijatah oleh Tuti dan Amalia
Tersangka Yosep sempat mencurahkan hatinya atau curhat mengenai kondisi rumah tangganya kepada M Ramdanu alias Danu sebelum membunuh istrinya
Yosef Ditekan Istri Muda, Kecewa Tak Lagi Kuasai Yayasan hingga Uang Dijatah oleh Tuti dan Amalia.
TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah terjadi pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu pada 17/18 Agustus 2021, Yosef Hidayah langsung menempati jabatan sebagai Ketua Yayasan Bina Prestasi Nasional. Sedangkan Yoris Raja Amarullah menjadi kepala sekolahnya.
"Kata Yoris, Mimin kesel kali minta uang teh harus ke mama terus, kan mama bendahara. Mungkin yah," kata Leni Anggraeni, kuasa hukum Yoris.
Informasi dari Yoris, kata Leni, sebagian staf di yayasan tersebut merupakan keluarga Mimin.
"Stafnya di Yayasan itu memang banyak dari keluarga bu Mimin" katanya.
Leni Anggraeni menerangkan kesaksian Yoris, tak ada proyek bernilai fantastis di yayasan tersebut. Katanya, hanya ada pencairan dana BOS.
"Kalau setahu Yoris gak ada proyek (nilai fantastis). Tahunya ada dana BOS aja. Gak ada uang lain-lain, kalau pengakuannya Yoris," kata Leni.
Dana BOS di yayasan tersebut cair dua atau tiga kali per tahunnya. Nominalnya sekitar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta sekali cair.
"Dari satu yayasan bisa Rp 1 miliar. Itu bukan uang (pribadi), buat sekolah, buat guru. Gak mungkin bisa di (mainkan) ini," kata Leni.
Kepada TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu, Yoris Raja Amarullah sempat mengaku dipaksa untuk kembali menjabat sebagai kepala sekolah.
Kini sudah tak lagi menjadi pengurus Yayasan Bina Prestasi Nasional.
"Sekarang mah keluar dari pengurus yayasan jadi kepala sekolah saja," kata Yoris.
Bahkan, setelah pembunuhan Tuti dan Amalia, Yosef mendadak meminta Yoris mencairkan dana.
Yoris yang masih dalam kondisi berduka ditinggal ibu dan adiknya, langsung naik darah pada Yosef.
"Ribut sama pak Yosef. Belum ge mamah udah bahas uang."
Makanya sama Yoris gak mau ikut campur urusan uang. Ada pencairan oleh orang pak Yosef. Ada Rp 200 juta, Yoris gak ikutan,"kata Leni Anggraeni.
Yoris tak terima ketika suasana masih bersedih, Yosef justru sibuk mengurus uang.
"Udah ngomongin duit. 'Yoris coba cairkan itu uang'. Ini kan lagi sedih," beber Leni Anggraeni.
Curhat Yosef ke Danu
Tersangka Yosep sempat mencurahkan hatinya atau curhat mengenai kondisi rumah tangganya kepada M Ramdanu alias Danu sebelum membunuh istrinya, Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu, pada Agustus 2021 silam.
Yosep disebut kecewa dengan perlakuan istri dan anaknya tersebut.
Curhat Yosep tersebut disampaikan kepada Danu di sebuah warung pecel lele.
Salah satu kuasa hukum Danu, Ahid Syaroni, mengatakan hal itu berdasarkan pengakuan kliennya.
Menurut Ahid, curhatan Yosep tersebut disampaikan kepada Danu sebelum menuju ke tempat kejadian perkara atau TKP yang merupakan rumah korban.
Ahid membeberakan kekecewaan Yosep tersebut yakni karena sudah tidak lagi memegang atau menguasai yayasan yang dimilikinya.
Selain itu, kata Ahid, Danu mengaku bahwa Yosef juga sempat bercerita kalau dirinya sudah dijatah mengenai uang oleh kedua korban.
Karena sebab itulah, Yosep kemudian meminta bantuan kliennya Danu untuk turut serta memberi pelajaran kepada istri dan anaknya tersebut.
"Danu tidak berpikiran bahwa pelajaran yang dimaksud adalah sejauh itu (membunuh korban)," kata Ahid Syaroni dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (22/10/2023).
Ahid menambahkan, sesampainya di TKP, Danu mengaku mendengar sekaligus menyaksikan korban Amalia dianiaya sebelum akhirnya tewas.
Saat itu, Danu diminta oleh Yosep untuk menunggu di luar rumah korban.
Ketika mendengar teriakan, ia sempat menghampiri sumber suara untuk melihat apa yang terjadi.
Setelah dibunuh, kata Ahid, kliennya Danu melihat kedua mayat korban sempat dibersihkan di kamar mandi seebelum dipindahkan ke mobil Toyota Alphard.
Bahkan, Ahid menyebut, kliennya mengaku sempat ikut mengangkat jasad Tuti ke dalam mobil. Sementara jasad Amel diangkat sendiri oleh Yosep.
Selain Yosep dan Danu, polisi juga sudah menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, ini.
Mereka adalah Mimin Mintarsih yang merupakan istri kedua Yosep. Kemudian, Arighi Reksa Pratama dan Abi yang merupakan anak dari Mimin.
Sejauh ini, tiga tersangka Mimin, Arighi, dan Abi belum ditahan. Polisi hanya menahan Yosep dan Danu karena menilai mereka sebagai pelaku utama.
Seperti diberitakan Kompas.TV sebelumnya, kasus pembunuhan ini berawal dari ditemukannya dua mayat ibu dan anak di dalam bagasi mobil Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Polisi menyatakan bahwa jasad yang diketahui bernama Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) itu merupakan korban pembunuhan pada Rabu, 18 Agustus 2021.
Dalam perjalanannya, kasus yang awalnya ditangani Polres Subang ini diambil alih Polda Jabar sejak tanggal 15 November 2021. Alasannya, untuk mengefisienkan waktu penyidikan dan penyelidikan kasus. Segala petunjuk dan bukti yang bersifat konvensional yang dapat membantu penyidikan bakal disandingkan secara digital.
Polda Jabar telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan kasus ini.
Sejumlah langkah-langkah penyidikan di antaranya olah TKP sebanyak lima kali, autopsi dua kali, dan memeriksa saksi 121 saksi, dan 261 alat bukti.
Sebanyak tujuh saksi ahli telah dimintai keterangan beberapa di antaranya ahli sketsa wajah, dokter kesehatan jiwa hingga satuan satwa pelacak K9.
Penyidik kepolisian juga melakukan analisa terhadap kamera pengawas atau 'closed cicuit televisi' (CCTV) di 40-50 titik lokasi sepanjang 50 km.
Bahkan, sketsa wajah terduga pelaku sempat disebar ke seluruh polres dengan harapan bisa mendapatkan informasi identitas pelaku pembunuhan itu.
Stempel Yayasan di TKP
Usai peristiwa pembunuhan tersebut itu terjadi, Danu mengaku dimintai bantuan oknum Bantuan Polisi (Banpol) untuk masuk ke TKP.
Bukan hanya itu, kata Danu, oknum banpol itu juga menyuruhnya menguras bak mandi di TKP.
Dari sana Danu mengaku melihat dua barang yang diduga barang bukti.
Dua barang tersebut yakni gunting dan cutter. Selain gunting dan cutter, Danu juga mengaku melihat barang mencurigakan.
Adapun barang mencurigakan itu menurutnya adalah cap atau stempel yayasan.
Tak hanya itu, Danu juga mengaku melihat lembaran SPJ (Surat Pertanggungjawaban).
"Jujur cap juga ada di situ, cap yayasan lah segala macam, terus juga ada laporan-laporan SPJ, ada juga di situ," kata Danu dikutip dari TribunJabar.id pada Senin, 13 Desember 2021 dalam artikel berjudul Berbagai Misteri Kasus Subang, Sosok Pelaku, Keterangan Saksi, hingga Oknum Banpol yang Disebut Danu.
Danu menduga dalam SPJ tersebut berupa laporan bukti administrasi pertanggungjawaban keuangan dari yayasan yang dimiliki Yosef.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap berawal dari Danu yang menyerahkan diri ke pihak kepolisian, Selasa (17/10/2023).
Kepada polisi, Danu mengaku sudah lama ingin membuka kasus tersebut, tapi dirinya diancam oleh pelaku lainnya.
Yosep dan Danu saat ini telah ditahan, sementara ketiga tersangka lainnya masih dalam pemeriksaan.
Latar Belakang Keluarga dan Usaha yang Dikelola
Yosef Hidayah memiliki dua istri. Istri pertama Tuti Suhartini (korban).
Dari pernikahan ini lahir dua anak, yaitu Yoris Raja Amanullah dan Amalia Mustika Ratu (korban).
Kemudian, Yosef Hidayah menikah dengan Mimin Tinarsih.
Dari Tinarsih memiliki dua anak laki-laki, yaitu Reksa Pratama dan Abi.
Sementara, M Ramdanu alias Danu merupakan keponakan dari Tuti Suhartini.
Danu merupakan anak angkat dari Lilis Sulastri, kakak kandung Tuti Suhartini (korban).
Keluarga ini mengelola salah satu usaha di bidang pendidikan Yayasan Bina Prestasi Nasional.
Yayasan Bina Prestasi Nasional yang mengelola SMP dan SMA ini terletak di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Subang.
Yayasan pendidikan ini berdiri sejak Juli 2008 dan mendapat SK pengesahan pendirian pada 2009.
Yayasan ini juga tercatat dalam situs verifikasi dan validasi Kemendikbud.
Yayasan Bina Prestasi Nasional mempunyai SK Pengesahan Badan Hukum Menkumham : AHU-0011534.AH.01.04.
Perombakan Pengurus Yayasan setelah Amalia Mustika Ratu Lulus Kuliah
Amalia Mustika Ratu (23), sebelum nyawanya dicabut secara tragis di rumahnya, ternyata baru saja dibelikan mobil Toyota Yaris warna citrus mica metallic.
Mobil Toyota Yaris warna citrus mica metallic itu sebagai hadiah kelulusannya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Unikom Bandung. Amalia kuliah jurusan manajemen.
Semasa hidupnya, Amalia dikenal sebagai gadis yang manja dan gaul. Ia juga dikenal sebagai gadis cantik yang stylish dalam berbusana.
Dikutip dari Tribunjabar.id, salah seorang keluarga korban Tuti Suhartini, Asep Hamdan (34) mengatakan, sebelum pembunuhan terjadi pada 17/18 Agustus 2022, Amalia Mustika Ratu baru lulus kuliah tahun 2021 dari Bandung, Jawa Barat. "Baru saja menyelesaikan kuliahnya di Kota Bandung," ujarnya.
Setelah lulus kuliah, Amalia Mustika Ratu langsung ditunjuk oleh ibunya, Tuti Surhartini, menjadi Sekretaris di sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional.
"Amel (Amalia) semenjak lulus kuliah, menemani ibunya di rumah, tapi sempat kerja juga jadi Bendahara atau Sekretaris di sekolah pak Yosep (ayah kandungnya),"ucap Asep.
"Amel orangnya baik, cuman sedikit pendiam, tapi kepribadiannya sangat baik suka menolong juga," sambung Asep saat, Rabu (18/8/2021).
Diketahui, Mimin istri kedua Yosef, sempat menjadi bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional selama 2 tahun.
Posisinya kemudian digantikan oleh istri pertama Yosef, Tuti Suhartini dan Sekretarisnya, Amalia Mustika Ratu.
Ketua pengurus Yayasan diisi oleh anak tertua Tuti Suhartini, Yoris Raja Amanullah.
Yoris Raja Amanullah selaku ketua pengurus Yayasan dikabarkan mendapatkan gaji sebesar Rp12 juta per bulan.
Lalu, Amalia Mustika Ratu dikatakan menerima gaji sebesar Rp10 juta per bulan dengan posisi pekerjaan sebagai sekretaris yayasan.
Sementara, korban Tuti Suhartini yang merupakan ibu kandung Yoris dan Amalia, menerima gaji sekitar Rp10 juta sebagai imbalan posisi bendahara.
Sedangkan Yosef, mendapat uang dari yang diberikan oleh Tuti Suhartini.
"Awalnya Yoris memang ketua Yayasan sebelum terjadi pembunuhan. Yosef dewan pembina, Tuti bendahara, Amel sekretaris," papar pengacara Yoris , Leni Anggraeni.
Selain, menempati rumah yang terbilang mewah di Desa tersebut, Tuti dan Amalia juga memiliki mobil Alphard, selain mobil Yaris yang baru saja dibeli untuk hadiah kelulusan Amalia.
(*tribun-medan.com)
Baca juga: SELENGKAPNYA Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Tuti dan Amalia Baru Menjabat Ini
Baca juga: KILAS BALIK Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Propam Diminta Periksa Anggota Polisi Ponakan Yosef
Baca juga: INTIP POTRET Kecantikan KDL Finalis Putri Indonesia 2014, Suami Ganteng dan Lulusan Akpol 2016
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/WAJAH-Santai-Yosef-saat-Ditahan-Istri-Muda-Yosef-Mimin-Malah-Bersyukur.jpg)