Pembunuhan di Subang
Ternyata Ini Pelaku yang Membuka Pakaian dan Mengangkat Jasad Amalia ke Dalam Mobil Aplhard
Jasad Amel dan ibunya, Tuti Suhartini pertama kali ditemukan dalam bagasi Alphard di parkiran rumahnya, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak
"Saya gak enak ngomongnya. Kasihan korban sih," kata dr Hastry.
Ia mengatakan memang saat otopsi memeriksa bagian organ viral Amalia.
"Sayangnya waktu saya periksa semua, untuk tanda-tanda organ vitalnya, saya gak bisa nilai apakah ada kekerasan seksual atau tidak," katanya.
Kombes Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti fokus mencari tanda-tanda perlawanan yang dilakukan Amalia Mustika Ratu.
"Saya kan mencari daerah kukunya, alat vital, bagian tubuh korba apakah ada perlawana, mungkin nyakar pelaku ada sisa (nyakarnya), kekerasan seksual kita ambil semua dan kita sudah serahkan ke penyidik yang periksa di puslabfor," kata Dokter Hastry.
Walau begitu Danu bersaksi melihat Yosef mengangkat jasad Amel seorang diri dari kamar ke kamar mandi lalu dimasukkan dalam Alphard hitam.
TribunnewsBogor.com sudah berusaha melakukan konfirmasi pada kuasa hukum Danu, Achmad Taufan perihal dugaan ini. Namun hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban.
Analisa Ahli Psikologi Terkait HP dan Membuka Pakaian Amalia
Sesaat sebelum terjadinya pembunuhan, Amalia sempat mengunggah video di akun Instagram pribadinya. Postingan itu diunggah di malam dia dibunuh atau Selasa (17/8/2021). Di Instastory yang diunggah sekira pukul 21.00 WIB itu di akun @amaliamustika_ memvideokan bulan di halaman rumahnya dengan memutar lagu berjudul Heaven (Surga) milik penyanyi Emilee.
Bahkan, Amalia Mustika Ratu juga sedang asyik main game. Hal itu didasarkan pada pengakuan pacar korban yang ungkap komunikasi terakhir dengan Amalia. "Almarhumah terakhir kali mengirimkan pesan kepada saya tuh sekitar pukul 22.47 WIB," ungkap Dicky, pacar Amalia, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News.
"Saya sempat menanyakan lagi ngapain, sedang apa? Almarhumah menjawab sedang main game di tabletnya," tambah Dicky.
Ketika mencermati runutan kejadiannya, Pakar Mikro Ekspresi yang sekaligus psikologis Poppy Amalya, waktu itu memberikan tanggapan.
Poppy Amalya mengatakan bahwa korban diduga keras mengenal pelaku pembunuhan. Poppy Amalya mencurigai sesuatu. Apalagi, disebutkan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang ini hanya mengambil 3 HP Amel setelah membunuh kedua korban. "HP Amel itu hilang. Berarti pada saat menjawab chat pacarnya, karena tab-nya itu digunakan untuk main game. Berarti asumsi saya, dia menggunakan HP satu lagi untuk menjawab chat dari pacarnya," papar Poppy Amalya ketika itu.
Poppy Amalya kemudian menghubungkan dengan keterangan polisi. Berdasarkan hasil autopsi, diketahui ada perbedaan waktu 5 jam kematian kedua korban. Diduga, Tuti dibunuh terlebih dulu sekira pukul 2 pagi. Setelah itu, Amalia Mustika Ratu diduga dibunuh pada pukul 4-5 pagi. "Ibunya (dibunuh) duluan. Sedangkan Amelia meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Jadi ibunya lima jam sebelumnya. Ada perbedaan waktu lima jam," kata Kasatreskrim Polres Subang, Jumat (20/8/2021) lalu.
Alhasil, ada rentang waktu sekira 2 jam dari chat terakhir Amalia dengan pembunuhan Tuti ibunya. Poppy Amalya mencurigai Amalia saat main game itu sedang mengenakan headphone, sehingga tidak tahu kalau ibunya sedang dibunuh pelaku.
"Berarti di pukul 22.47 WIB, saat Amel main game, ia tidak mengetahui ibunya sedang meregang nyawa. Dan tidak ada keributan. Berarti asusmsinya, Amel sedang menggunakan headphone. Sehingga ia tidak mendengar suara apapun. Padahal, kamar korban (Tuti) di TKP berantakan sekali," papar Poppy Amalya kala itu.
Namun, Amalia Mustika Ratu baru mengetahui kalau ibunya terbunuh ketika hendak sholat Subuh, yakni pukul 04.00 - 05.00 pagi. Pada waktu itu juga, Amalia ikut dibunuh pelaku.
Menurut analisanya, saat hendak sholat subuh, Amalia diduga sempat berbincang dengan pelaku menanyakan keberadaan ibunya. "Polisi menyatakan kalau Amel itu meninggal jam 5. Berarti, asumsinya jam 4 ia baru mengetahui. Mungkin, ia mencari ibunya. Kemudian, korban bangun lalu berbicara dengan orang tersebut (read: pelaku pembunuhan), menanyakan di mana ibunya, mungkin mau mengajak sholat subuh," papar dia.
Namun, Amalia langsung kaget begitu melihat kamar ibunya berantakan dan Tuti sudah dalam keadaan terbunuh. Mengetahui ibunya terbunuh, Amalia diduga sempat melawan pelaku pembunuhan. "Karena melihat kamar ibunya berantakan, lihat mayat ibu, maka asumsinya korban, Amel memberontak melawan sekali," ungkap Poppy Amalya.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: SELENGKAPNYA Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Tuti dan Amalia Baru Menjabat Ini
Baca juga: KILAS BALIK Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Propam Diminta Periksa Anggota Polisi Ponakan Yosef
Baca juga: INTIP POTRET Kecantikan KDL Finalis Putri Indonesia 2014, Suami Ganteng dan Lulusan Akpol 2016
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ahli-Forensik-dr-Sumy-Hastry-Purwanti-geram.jpg)