Pembunuhan di Subang

Ternyata Ini Pelaku yang Membuka Pakaian dan Mengangkat Jasad Amalia ke Dalam Mobil Aplhard

Jasad Amel dan ibunya, Tuti Suhartini pertama kali ditemukan dalam bagasi Alphard di parkiran rumahnya, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak

Editor: AbdiTumanggor
YouTube
Ahli Forensik, dr. Sumy Hastry Purwanti geram terhadap kasus pembunuhan Tuti dan Amalia. (Youtube) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Yosef Hidayah ternyata merupakan eksekutor Amelia Mustika Ratu di kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Bahkan Yosef sendiri yang menggendong jasad Amel hingga dimasukkan ke dalam mobil Alphard.

Jasad Amel dan ibunya, Tuti Suhartini pertama kali ditemukan dalam bagasi Alphard di parkiran rumahnya, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Bogor.

Saat itu kondisi jasad Tuti dan Amel ditemukan dalam keadaan tanpa busana.

Lantas siapa yang membuka pakaian Amel dan Tuti?

Berdasarkan pengakuan Muhamad Ramdanu ke polisi, pada malam itu ia melihat sendiri Yosef mengeksekusi Amalia Mustika Ratu.

Awalnya sempat muncul dugaan bahwa ekskutor pembunuh Amel adalah Abi, putra Mimin.

Namun ternyata menurut Danu, Yosef sendiri yang menghabisi nyawa anak perempuannya itu.

Dalam melancarkan aksinya, Danu mengaku melihat Abi dan Arighi membantu Yosef.

Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum Ramdanu, Ahid Syaroni.

Menurut Ahid, saat Danu menunggu di luar rumah ia mendengar suara teriakan Amel.

"Suara Aaaaaa, teriak kenceng," kata Ahid dikutip dari Youtube Heri Susanto, Sabtu (21/10/2023).

Mendengar teriakan Amel, Danu pun spontan langsung masuk ke dalam.

Danu pun mengaku melihat Amel sedang dieksekusi oleh para tersangka.

"Di situ ada tersangka Y, tersangka A dan tersangka A. Jadi di dalam kamar itu ada tiga orang, kemudian Danu datang, jadi empat orang semuanya," jelasnya.

Menurut keterangan Danu, Amel dieksekusi oleh ayah kandungnya sendiri, Yosef. "(Yang melakukan eksekusi) Tersangka Y. Danu juga ada peran membantu di situ, cuma sifatnya pasif karena atas instruksi. Jadi tersangka Y terus dibantu A dan A ini melakukan tindak pidana itu," urainya.

Ahid menuturkan, kliennya itu awalnya tak tahu bahwa Tuti sudah dieksekusi lebih dulu.

Setelah Amel selesai dibunuh oleh para tersangka, Danu mengaku hendak menunggu di luar lagi. Namun saat itu ia melihat korban Tuti, bibinya, sudah tergeletak.

"Tangan Danu dibeginikan (didekatkan ke arah Tuti), ternyata Bu Tuti sudah tak bernyawa. Di situlah Danu kaget, syok," tandasnya.

Berdasarkan pengakuan Danu, setelah itu dirinya diminta Yosef untuk membantu mengangkat mayat Tuti ke ruang tv.

Danu juga membantu mengangkat mayat Tuti hingga dinaikkan ke mobil Alphard. Namun menurut Danu, yang mengangkat jasad Amel adalah Yosef sendiri.

Diduga sebelum dimasukkan ke mobil, jasad Amalia Mustika Ratu dan Tuti Suhartini lebih dulu dibersihkan terlebih dahulu.

Danu pun mengaku kalau yang membersihkan mayat korban adalah tersangka Mimin.

"Kalau peran M itu sebetulnya menurut pengakuan Danu, M ini datang belakangan setelah tindak pidana itu terjadi," kata Adib lagi.

Dikatakan Adib, diduga aksi Mimin membersihkan jasad Tuti dan Amel yakni untuk menghilangkan jejak.

"Terus kemudian M ini membersihkan jasad itu, tubuh itu dengan air," kata dia.

"Jadi bisa dibilang ini untuk mungkin menghilangkan jejak, atau sidik jari hingga perkara ini tidak menjadi terang," tambahnya.

Namun belum diketahui siapa yang membuka baju Amel. Apakah mungkin Mimin sendirian yang membuka pakaian kedua korban.

Baca juga: FAKTA BARU Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Mimin Kesal Setiap Minta Uang Harus Persetujuan Tuti

Apakah ada pelecehan seksual terhadap Amalia?

Di sisi lain, Ahli Forensik Kombes Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menjawab soal kemungkinan kekerasan seksual yang dialami korban kasus Subang, Amalia Mustika Ratu.

Dokter Hastry bahkan sampai mengaku tak kuasa menjawab karena kasihan pada korban pembunuhan ibu dan anak di Subang.

dr Hastry membayangkan yang terjadi pada Amel, saat teriakannya didengar Danu.

Diketahui bersama Danu mengaku mendengar teriakan Amalia Mustika Ratu ketika diperintah Yosef menunggu di garasi rumah Tuti Suhartini pada 18 Agustus 2021 dini hari.

Awalnya Danu diajak Yosef datang lalu disuruh menunggu di pojok kiri garasi.

Tengah malam Danu melihat Arighi dan Abi, anak Mimin, datang.

Danu lantas disuruh Yosef mengambil golok di meja dapur.

Saat akan diberi pada Yosef, golok tersebut diambil Arighi, anak istri muda Yosef.

Ketika sedang menunggu di luar Danu mengaku mendengar suara Amel. "Lalu masuk, melihat Tuti sudah tergeletak, Amel terduduk di sudut kamar. Kemudian melihat Abi membenturkan kepala Amel ke tembok," jelas kuasa hukum Danu, Achmad Taufan kepada TribunnewsBogor.com.

Dari hasil otopsi kedua yang dilakukan dokter Hastry pada 20 hari setelah pembunuhan ibu dan anak di Subang, didapati luka memar di bagian bawah mata Amel.

"Di bawah mata, bukan lebam tapi memar. Kaya dipukul," kata dr Hastry dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Anjas Asmara.

Dokter Ahli Forensik, Kombes Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan, korban pembunuhan di Subang sempat ditonjok sebelum dieksekusi.
Dokter Ahli Forensik, Kombes Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan, korban pembunuhan di Subang sempat ditonjok sebelum dieksekusi. (Kolase Ist/TikTok dan YouTube)

Dokter Hastry menduga saat kejadian Tuti dan Amalia berada di satu kamar.

Amalia Mustika Ratu yang sedang tertidur, dugaan Hastry, lantas terbangun dan melihat sosok pelaku yang menghabisi nyawa ibunya.

Sampai kemudian ia teriak hingga suaranya didengar Muhamad Ramdanu alias Danu alias MR. "Jadi membayangkan yah, mungkin terbangun terus teriak, makanya Danu dengar teriakan Amel. Terus dipukul terus gak sadar, terus karena melihat siapa yang melakukan terus di (bunuh), bisa jadi kan ?" kata Dokter Hastry.

Jasad korban pembunuhan ibu dan anak di Subang ini ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian.

Jasad Tuti dan Amel ditemukan dalam kondisi tertumpuk dalam bagasi mobil Alphard hitam yang terparkir di garasi rumah, Dusun Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang pada 18 Agustus 2021 pagi. "Dimandiin katanya (telanjang)," katanya.

Dokter Hastry memilih tak menjawab soal dugaan kekerasan seksual pada korban pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Saya gak enak ngomongnya. Kasihan korban sih," kata dr Hastry.

Ia mengatakan memang saat otopsi memeriksa bagian organ viral Amalia.

"Sayangnya waktu saya periksa semua, untuk tanda-tanda organ vitalnya, saya gak bisa nilai apakah ada kekerasan seksual atau tidak," katanya.

Kombes Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti fokus mencari tanda-tanda perlawanan yang dilakukan Amalia Mustika Ratu.

"Saya kan mencari daerah kukunya, alat vital, bagian tubuh korba apakah ada perlawana, mungkin nyakar pelaku ada sisa (nyakarnya), kekerasan seksual kita ambil semua dan kita sudah serahkan ke penyidik yang periksa di puslabfor," kata Dokter Hastry.

Walau begitu Danu bersaksi melihat Yosef mengangkat jasad Amel seorang diri dari kamar ke kamar mandi lalu dimasukkan dalam Alphard hitam.

TribunnewsBogor.com sudah berusaha melakukan konfirmasi pada kuasa hukum Danu, Achmad Taufan perihal dugaan ini. Namun hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban.

Analisa Ahli Psikologi Terkait HP dan Membuka Pakaian Amalia

Sesaat sebelum terjadinya pembunuhan, Amalia sempat mengunggah video di akun Instagram pribadinya. Postingan itu diunggah di malam dia dibunuh atau Selasa (17/8/2021). Di Instastory yang diunggah sekira pukul 21.00 WIB itu di akun @amaliamustika_ memvideokan bulan di halaman rumahnya dengan memutar lagu berjudul Heaven (Surga) milik penyanyi Emilee.

Bahkan, Amalia Mustika Ratu juga sedang asyik main game. Hal itu didasarkan pada pengakuan pacar korban yang ungkap komunikasi terakhir dengan Amalia. "Almarhumah terakhir kali mengirimkan pesan kepada saya tuh sekitar pukul 22.47 WIB," ungkap Dicky, pacar Amalia, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News.

"Saya sempat menanyakan lagi ngapain, sedang apa? Almarhumah menjawab sedang main game di tabletnya," tambah Dicky.

Ketika mencermati runutan kejadiannya, Pakar Mikro Ekspresi yang sekaligus psikologis Poppy Amalya, waktu itu memberikan tanggapan.

Poppy Amalya mengatakan bahwa korban diduga keras mengenal pelaku pembunuhan. Poppy Amalya mencurigai sesuatu. Apalagi, disebutkan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang ini hanya mengambil 3 HP Amel setelah membunuh kedua korban. "HP Amel itu hilang. Berarti pada saat menjawab chat pacarnya, karena tab-nya itu digunakan untuk main game. Berarti asumsi saya, dia menggunakan HP satu lagi untuk menjawab chat dari pacarnya," papar Poppy Amalya ketika itu.

Poppy Amalya kemudian menghubungkan dengan keterangan polisi. Berdasarkan hasil autopsi, diketahui ada perbedaan waktu 5 jam kematian kedua korban. Diduga, Tuti dibunuh terlebih dulu sekira pukul 2 pagi. Setelah itu, Amalia Mustika Ratu diduga dibunuh pada pukul 4-5 pagi. "Ibunya (dibunuh) duluan. Sedangkan Amelia meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Jadi ibunya lima jam sebelumnya. Ada perbedaan waktu lima jam," kata Kasatreskrim Polres Subang, Jumat (20/8/2021) lalu.

Alhasil, ada rentang waktu sekira 2 jam dari chat terakhir Amalia dengan pembunuhan Tuti ibunya. Poppy Amalya mencurigai Amalia saat main game itu sedang mengenakan headphone, sehingga tidak tahu kalau ibunya sedang dibunuh pelaku.

"Berarti di pukul 22.47 WIB, saat Amel main game, ia tidak mengetahui ibunya sedang meregang nyawa. Dan tidak ada keributan. Berarti asusmsinya, Amel sedang menggunakan headphone. Sehingga ia tidak mendengar suara apapun. Padahal, kamar korban (Tuti) di TKP berantakan sekali," papar Poppy Amalya kala itu.

Namun, Amalia Mustika Ratu baru mengetahui kalau ibunya terbunuh ketika hendak sholat Subuh, yakni pukul 04.00 - 05.00 pagi. Pada waktu itu juga, Amalia ikut dibunuh pelaku.

Menurut analisanya, saat hendak sholat subuh, Amalia diduga sempat berbincang dengan pelaku menanyakan keberadaan ibunya. "Polisi menyatakan kalau Amel itu meninggal jam 5. Berarti, asumsinya jam 4 ia baru mengetahui. Mungkin, ia mencari ibunya. Kemudian, korban bangun lalu berbicara dengan orang tersebut (read: pelaku pembunuhan), menanyakan di mana ibunya, mungkin mau mengajak sholat subuh," papar dia.

Namun, Amalia langsung kaget begitu melihat kamar ibunya berantakan dan Tuti sudah dalam keadaan terbunuh. Mengetahui ibunya terbunuh, Amalia diduga sempat melawan pelaku pembunuhan. "Karena melihat kamar ibunya berantakan, lihat mayat ibu, maka asumsinya korban, Amel memberontak melawan sekali," ungkap Poppy Amalya.

(*/tribun-medan.com)

Baca juga: SELENGKAPNYA Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Tuti dan Amalia Baru Menjabat Ini

Baca juga: KILAS BALIK Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Propam Diminta Periksa Anggota Polisi Ponakan Yosef

Baca juga: INTIP POTRET Kecantikan KDL Finalis Putri Indonesia 2014, Suami Ganteng dan Lulusan Akpol 2016

 Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter  

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved