Pembunuhan di Subang
Amalia Dibunuh: Baru Lulus Kuliah, Baru Dibelikan Mobil Yaris, dan Baru Jabat Sekretaris Yayasan
Semasa hidupnya, Amalia dikenal sebagai gadis yang manja dan gaul. Ia juga dikenal sebagai gadis cantik yang stylish dalam berbusana.
Kepada TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu, Yoris Raja Amarullah sempat mengaku dipaksa untuk kembali menjabat sebagai kepala sekolah. Kini sudah tak lagi menjadi pengurus Yayasan Bina Prestasi Nasional. "Sekarang mah keluar dari pengurus yayasan jadi kepala sekolah saja," kata Yoris.
Bahkan, setelah pembunuhan Tuti dan Amalia, Yosef mendadak meminta Yoris mencairkan dana.
"Yoris yang masih dalam kondisi berduka ditinggal ibu dan adiknya, langsung naik darah pada Yosef. "Ribut sama pak Yosef. 'Belum ge mamah udah bahas uang'. Makanya sama Yoris gak mau ikut campur urusan uang. Ada pencairan oleh orang pak Yosef. Ada Rp 200 juta, Yoris gak ikutan," katanya.
Yoris tak terima ketika suasana masih bersedih, Yosef justru sibuk mengurus uang. "Udah ngomongin duit. 'Yoris coba cairkan itu uang'. Ini kan lagi sedih," beber Leni Anggraeni.
*Waktu Terjadinya Pembunuhan Tuti dan Amalia Diungkap Ahli Forensik*
Dalam keterangan Ahli Forensik, Kombes. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, DFM, Sp.F, ia membeberkan waktu kematian Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).
Kombes dr. Hastry menyebut, bahwa kedua korban yakni Tuti dan Amalia meninggal dunia akibat dibunuh.
Terkait jam kematian kedua korban, dr. Hastry mengunggkap, bahwa Tuti meninggal pada jam 02.00 – 04.00 dini hari. Adapun Amalia meninggal pada jam 04.00 – 06.00 WIB.
"Saya bermain dong di jam itu, ‘HP siapa yang online’ Ambillah DNA-nya."
"Di TKP tuh ada dua DNA yang kita duga sebagai pelakunya," kata Hastry melalui podcast di YouTube Deddy Corbuzier pada Mei 2023.
Menurutnya, dari hasil otopsi yang dilakukan pada saat itu, sejumlah data sudah ia sajikan, namun belum juga ada penetapan tersangka.
“Belum ditangkap pelakunya, padahal saya udah otopsi kedua, padahal saya sudah jelaskan, sudah paparkan, sudah kasih clue-clue-nya gitu kan, tapi ya, belum ada tersangka sampai sekarang,” ujar Hastry pada Mei 2023.
Dokter Hastry mengaku gemes, pasalnya berdasarkan clue yang sudah ia paparkan dari hasil otopsi, seharusnya pihak kepolisian sudah bisa mengembangkan dan menetapkan tersangka, namun pada kenyataannya tersangka belum juga ditemukan. “Padahal menurut saya itu bisa,” ungkapnya kemudian.
Lebih lanjut, dokter Hastry pun mengungkap bahwa proses pengambilan DNA pun sudah dia lakukan, namun belum ada yang cocok.
"Karena nggak ada yang cocok, akhirnya kita carilah dari garis keturunan sang ibu. Ya kan, siapa tahu ada yang cocok. Ternyata belum dikerjakan (Polres Subang) juga,” ungkapnya.
Hastry pun memohon maaf kepada Kabareskrim karena telah membeberkan kasus ini, pasalnya, kata Hastry, warganet kerap menanyakan terkait kelanjutan kasus Subang ini.
Apalagi, korban juga disebut kerap mendatanginya lewat mimpi. "Semoga dengan ini bisa terungkap kasus Subang,” harap Hastry.
*Peristiwa sebelum Terjadi Pembunuhan, Amalia Masih Main Game*
Sesaat sebelum terjadinya pembunuhan, Amalia sempat mengunggah video di akun Instagram pribadinya. Postingan itu diunggah di malam dia dibunuh atau Selasa (17/8/2021). Di Instastory yang diunggah sekira pukul 21.00 WIB itu di akun @amaliamustika_ memvideokan bulan di halaman rumahnya dengan memutar lagu berjudul Heaven (Surga) milik penyanyi Emilee.
Bahkan, Amalia Mustika Ratu juga sedang asyik main game. Hal itu didasarkan pada pengakuan pacar korban yang ungkap komunikasi terakhir dengan Amalia. "Almarhumah terakhir kali mengirimkan pesan kepada saya tuh sekitar pukul 22.47 WIB," ungkap Dicky, pacar Amalia, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News.
"Saya sempat menanyakan lagi ngapain, sedang apa? Almarhumah menjawab sedang main game di tabletnya," tambah Dicky.
Ketika mencermati runutan kejadiannya, Pakar Mikro Ekspresi yang sekaligus psikologis Poppy Amalya, waktu itu memberikan tanggapan.
Poppy Amalya mengatakan bahwa korban diduga keras mengenal pelaku pembunuhan. Poppy Amalya mencurigai sesuatu. Apalagi, disebutkan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang ini hanya mengambil 3 HP Amel setelah membunuh kedua korban. "HP Amel itu hilang. Berarti pada saat menjawab chat pacarnya, karena tab-nya itu digunakan untuk main game. Berarti asumsi saya, dia menggunakan HP satu lagi untuk menjawab chat dari pacarnya," papar Poppy Amalya ketika itu.
Poppy Amalya kemudian menghubungkan dengan keterangan polisi. Berdasarkan hasil autopsi, diketahui ada perbedaan waktu 5 jam kematian kedua korban. Diduga, Tuti dibunuh terlebih dulu sekira pukul 2 pagi. Setelah itu, Amalia Mustika Ratu diduga dibunuh pada pukul 4-5 pagi. "Ibunya (dibunuh) duluan. Sedangkan Amelia meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Jadi ibunya lima jam sebelumnya. Ada perbedaan waktu lima jam," kata Kasatreskrim Polres Subang, Jumat (20/8/2021) lalu.
Alhasil, ada rentang waktu sekira 2 jam dari chat terakhir Amalia dengan pembunuhan Tuti ibunya. Poppy Amalya mencurigai Amalia saat main game itu sedang mengenakan headphone, sehingga tidak tahu kalau ibunya sedang dibunuh pelaku.
"Berarti di pukul 22.47 WIB, saat Amel main game, ia tidak mengetahui ibunya sedang meregang nyawa. Dan tidak ada keributan. Berarti asusmsinya, Amel sedang menggunakan headphone. Sehingga ia tidak mendengar suara apapun. Padahal, kamar korban (Tuti) di TKP berantakan sekali," papar Poppy Amalya kala itu.
Namun, Amalia Mustika Ratu baru mengetahui kalau ibunya terbunuh ketika hendak sholat Subuh, yakni pukul 04.00 - 05.00 pagi. Pada waktu itu juga, Amalia ikut dibunuh pelaku.
Menurut analisanya, saat hendak sholat subuh, Amalia diduga sempat berbincang dengan pelaku menanyakan keberadaan ibunya. "Polisi menyatakan kalau Amel itu meninggal jam 5. Berarti, asumsinya jam 4 ia baru mengetahui. Mungkin, ia mencari ibunya. Kemudian, korban bangun lalu berbicara dengan orang tersebut (read: pelaku pembunuhan), menanyakan di mana ibunya, mungkin mau mengajak sholat subuh," papar dia.
Namun, Amalia langsung kaget begitu melihat kamar ibunya berantakan dan Tuti sudah dalam keadaan terbunuh. Mengetahui ibunya terbunuh, Amalia diduga sempat melawan pelaku pembunuhan. "Karena melihat kamar ibunya berantakan, lihat mayat ibu, maka asumsinya korban, Amel memberontak melawan sekali," ungkap Poppy Amalya.
*Seluruh Ponsel Amalia Hilang*
Dari hasil olah TKP pada saat itu, polisi juga telah menemukan beberapa barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya papan pencuci baju, pisau stainless, karpet dengan bercak darah, pakaian korban, serta sidik jari. Selain itu, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ternyata ponsel milik Amalia hilang dan diduga dibawa pelaku.
"Informasinya hanya handphone anak saja yang diambil, yang lainnya tidak ada," kata AKBP Sumarni, ketika itu menjabat Kapolres Subang.
Sumarni mengatakan, polisi menemukan bahwa baju milik salah seorang saksi (Yosef) terdapat bercak darah. "Kami juga mengumpulkan barang-barang bukti yang ada di TKP termasuk baju (Yosef) yang ada di TKP yang dikenakan salah satu saksi, di mana baju tersebut ada bercak darah," kata Sumarni.
Akan tetapi, polisi masih belum bisa memastikan siapa pelaku pembunuhan tersebut, karena saat ini masih dilakukan penyelidikan. "Kami masih belum bisa sampaikan, masih dalam penyelidikan, tapi kami sudah fokuslah," kata Sumarni ketika itu.
*Amalia Mustika Ratu Sempat Melawan Pelaku hingga Kepalanya Dibenturkan*
Pemaparan pakar soal Amel yang sempat melawan pelaku ini didasarkan pada luka-luka di tubuh korban. "Amel, ada pemukulan di kepala hingga retak. Karena posisi di kepala, maka darah akan mengucur sangat banyak," ungkap Poppy Amalya.
Beda halnya dengan jasad Tuti, disebutkan forensik tidak ada luka akibat berusaha melawan pelaku. "Kalau jasad ibu, selain luka di kepala, ada juga luka di bibir. Itu asumsinya korban dipukul karena ada dialog dengan seseorang yang bisa masuk kamar. Atau korban dibekap. Atau ada benda di tangan pelaku, hingga sebebkan bibir korban robek," ungkap Poppy.
"Tidak ada luka di leher. Bisa jadi korban ibunya ini mati lemas, atau kekurangan oksigen," tambahnya.
Kemudian, ia menjelaskan, setelah Amalia dibunuh, pelaku kelimpungan menghilangkan jejak pembunuhan. "Dan jam 5, sebentar lagi jam 6. Tahu sendiri kan kalau jam 6 itu pasti sudah ramai di Jalan Raya Cagak. Jadi kehabisan waktu dari para pelaku," papar dia.
Hingga akhirnya, pelaku pembunuhan pun menyeret jasad Amalia yang masih berlumuran darah ke dalam bagasi mobil. Tak hanya itu, baju Amalia dilucuti pelaku demi menghilangan jejak. "Pelaku menyeret Amel tapa dicuci terlebih dahulu. Untuk menghilngkan jejak, dibukalah bajunya," ungkap pakar.
"Ini agar polisi terkecoh saat korban tidak mengenakan baju. Diduga pelecehan seksual untuk mengecoh polisi, supaya tidak fokus ke pelaku," pungkasnya.
*Asbak Rokok di Rumah Tuti dan Amalia di Malam Kejadian Pembunuhan*
Pada Selasa (9/11/2021) lalu, penyidik Polres Subang sempat mempertanyakan soal asbak rokok di rumah korban Tuti dan Amalia di saat pembunuhan terjadi.
Dikutip dari Tribunjabar.id, dalam pemeriksaan itu, Yosef ditanya soal asbak rokok. Namun, Yosef membantah bahwa ia telah berehenti merokok sebelum kejadian.
"Pada BAP, pihak penyidik memang ada menanyakan terkait asbak rokok yang berada di rumah bahkan kucing yang dimiliki allmarhumah itu juga dipertanyakan pihak penyidik dalam BAP ini kepada Pak Yosef," ucap Rohman Hidayat kuasa hukum Yosef di Polres Subang, Selasa (9/11/2021).
Terkait asbak, Rohman menerangkan bahwa sebelum kasus perampasan nyawa Amalia dan Tuti itu terjadi pada 18 Agustus 2021, dia sudah berhenti merokok. "Pak Yosef punya dua asbak rokok. Tapi itu buat tamu karena pak Yosef sudah tidak merokok sejak sebelum kejadian," kata Rohman Hidayat.
Danu juga ditanya soal asbak rokok. Namun, Danu mengaku memang pernah merokok di lokasi pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.
"Kan hujan dulu, sudah lihat polisi ke dalam, Danu ngerokok, setelah selesai buang di samping," kata Danu.
Sedangkan soal sidik jari di mobil, Danu mengaku sempat diajak oleh Polisi. "Disuruh sama polisi, sama polisi ikut, Danu juga tadinya gak mau ikut, jadi ikut aja, nurut," kata Danu.
Ketika itu menurutnya, semua polisi menggunakan sarung tangan, sedangkan Danu tidak. "Polisi pakai sarung tangan, cuma Danu tidak," katanya.
Selain itu Danu sempat membersihkan kamar mandi di lokasi pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu. "Tim polisi suruh, Danu juga dari di SMK pagi disuruh bersihan kamar mandi, sempat diberesin. ada pendampingan dari polisi," katanya.
Danu pun mengungkap kondisi kamar mandi saat itu. "(bak mandi isi) air sih, kalau di pinggir dekat rak piring itu darah, belum dibersihin," kata Danu.
"Disuruh bersihin bak mandi, 'Nu kadieu heula (kesini dulu) bersihan ceunah ini, keruk weh airnya, dikuras," kata Danu.
Di sisi lain, terkait asbak rokok ini, Ahli Forensik Kombes Sumy Hastry Purwanti saat berbincang dengan Denny Darko di Youtube-nya yang diunggah Selasa (23/11/2021) lalu, ia mengatakan memang puntung rokok banyak ditemui di TKP kasus Subang di Dusun Ciseuti tersebut.
Memang kata Hastry Purwanti, soal DNA yang ditemukan di puntung rokok di lokasi kejadian butuh waktu, di mana penyidik harus mencocokkan DNA itu dengan waktu kematian korban.
"Itu yang agak sulit karena harus kita ulang lagi, kita bandingkan dengan properti atau sisa-sisa rokok yang lain. Karena rumah itu banyak didatangi orang-orang dari yayasan,"ujarnya.
Meski lama, dr Hastry memastikan sudah menemukan petunjuk penting kasus ini. "Sebenarnya kita sudah dapat dan selesai dari properti yang kita periksa di laboratorium forensik di Jakarta itu sudah ketemu semua," tegasnya ketika itu.
Hastry juga membocorkan bagaimana cara mengungkap pelaku dalam kasus ini dilihat dari cara merokoknya. "Pada identifikasi puntung rokok bisa diketahui bagaimana profil orangnya. Profile orang merokok berbeda. BIsa sampai satu potong rokok habis, bisa 3/4," katanya.
Selain itu juga bisa diketahui dari cara memegang rokoknya. "Kita juga bisa profile dari saksi-saksi ini. Bagaimana dia memegang rokok, bagaimana dia menghabiskan rokok, itu bisa dihabiskan ternyata berbeda-beda. Nanti bila sewaktu-waktu diumumkan (tersangka), memang cara merokoknya seperti itu," urainya.
Diungkapkan Hastry, sebetulnya tidak terlalu sulit dari puluhan saksi yang merokok itu bisa menjadi bahan identifikasinya. "Itu kayak memprofile. Mungkin masyarakat gak mikir, itu kerja polisi. Jadi perlu berhati-hati. DNA berbicara, profile dia merokok, mereknya apa, itu sudah ada rekamannya," tegasnya.
*Pertemuan Danu dan Yosef sebelum pembunuhan terjadi*
Diketahui, Penyidik Polda Jabar telah menetapkan lima tersangka dalam kasus yang menewaskan Tuti dan Amalia ini. Adapun para tersangka ialah Yosef Hidayah suami sekaligus ayah korban, Mimin istri muda Yosef, Danu keponakan sekaligus sepupu korban, serta Arighi dan Abi sebagai anak Mimin.
Kepada penyidik, Danu mengurai detail soal keterlibatannya dalam kasus pembunuhan tersebut. Melalui salah satu kuasa hukumnya, Ahid Syaroni, tersangka Danu bercerita tentang detik detik Tuti dan Amalia dihabisi Yosef dan dua anak tirinya, Arighi dan Abi. Awalnya, Danu hanya disuruh untuk membantu Yosef ke TKP.
Pada tanggal 17 Agustus 2021 sekira pukul 21.00 Wib, Danu bertemu Yosef. Di momen itulah Yosef mengurai curhatan soal keinginannya untuk memberi pelajaran ke istri dan anaknya. Dalam curhatan tersebut terkuak bahwa Yosef diam-diam menyimpan dendam ke Tuti dan Amalia.
"Danu tahunya Y akan memberikan pelajaran kepada korban ini pada tanggal 17 Agustus 2021 malam sebelum kejadian. Danu dipanggil (Yosef) 'Nu, kadieu, tolong bantu mamang, mamang mau kasih pelajaran'. (Yosef) curhat masalah Yayasan, tidak diberikan uang (oleh korban)," ungkap Ahid Syaroni pengacara Danu dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Heri Susanto, Jumat (20/10/2023).
Mendengar Yosef selaku pamannya curhat, Danu hanya menyimak. Namun kala itu, Danu tidak menyangka bahwa maksud Yosef meminta bantuan adalah untuk membantu perkara pembunuhan. "Tersangka Y curhat masalah rumah tangga, masalah yayasan, intinya dia kecewa berat dengan korban. Tersangka Y ini menyatakan dia akan memberikan pelajaran ke kedua korban dan Danu diminta membantu," ujar Ahid Syaroni.
"Pemahaman Danu, memberikan pelajaran ya tidak sejauh ini, tidak sampai membunuh ini. Tahunya Danu tentang rencana itu ya di malam sebelum kejadian," sambungnya.
*Danu dan Yosef Tiba di Rumah Korban Tuti-Amalia*
Sekira pukul 21.00 atau 22.00 WIB malam, pada Selasa (17/8/2021), mereka pun tiba di TKP di rumah Tuti Suhartini dan Amalia.
Ketika itu, Danu masih bingung soal tugasnya di rumah Tuti dan Amalia.
Selama tiga jam Danu disuruh berjaga di depan rumah Tuti dan Amalia, sementara Yosef berada di dalam.
Kemudian, dua anak Mimin, Arighi dan Abi tiba di rumah itu juga. "Di momen itulah Danu melihat kedatangan Arighi dan Abi anak-anak Mimin,"ujar Ahid Syaroni.
"Danu disuruh oleh Y, jadi peran Danu memang disuruh oleh Y, tidak lebih, tidak ada hal lain,"pungkas Ahid.
Subuhnya, Mimin menyusul datang. Terkait peran Mimin, istri muda Yosef, Danu tahu sedikit.
Bahwa yang dilihat Danu, Mimin sempat membersihkan jenazah korban. "Peran M menurut pengakuan Danu adalah M datang belakangan, setelah tindak pidana itu terjadi. M membersihkan jasad tubuh itu dengan air. Jadi bisa dibilang mungkin untuk menghilangkan jejak, sidik jari agar perkara ini tidak menjadi terang," ungkap Ahid berdasarkan cerita Danu.
Diakui Ahid, Danu sejatinya tidak tahu persis kejadian pembunuhan Tuti dan Amalia. Karena yang terus menerus berada di dalam rumah adalah Yosef, Arighi, dan Abi. "Danu tidak tahu persis rencana (pembunuhan) kapan. Tapi kami melihatnya tindak pidana yang serapi dan sebersih ini pasti perlu proses untuk perencanaanya. Cuma Danu dikasih tahunya pas kejadian," kata Ahid.
*Peran Kedua Anak Mimin*
Kini, Kedua anak Mimin, Arighi dan Abi juga ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan ibunya dan Yosef. Arighi dan Abi diduga ikut jadi eksekutor di malam pembunuhan ibu dan anak itu. Bahkan menurut keterangan Danu, dia melihat sendiri anak kandung Mimin itu sedang menyiksa Amalia Mustika Ratu. Hal itu bahkan disaksikan pula oleh Yosef, ayah kandung Amel.
Bukan cuma itu, Danu juga mengaku melihat Tuti Suhartini, istri Yosef, sudah dalam posisi terbaring di kamarnya. Orang yang pertama kali menemukan keduanya yakni Yosef.
Menurut Danu, Yosef adalah pelaku utama dalam pembunuhan tersebut. Bahkan pada tanggal 17 Agustus 2021 malam, Danu mengaku diajak oleh Yosef untuk membantunya.
Saat itu Danu sedang berada di warnet yang berada tak jauh dari rumahnya. "Pas ditanya minta dibantu apa, Pak Yosef bilang 'udah bantu aja Nu, ikut aja'," kata Pengacara Danu, Achmad Taufan, kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (19/10/2023).
*Setelah Pembunuhan, Yosef Melapor ke Kepala Desa*
Setelah melakukan pembunuhan, pada Rabu (18/8/2021) pagi, Yosef mengadu ke Kepala Desa, lalu membuat laporan ke Polsek Jalan Cagak.
Keterangan Yosef ketika itu, ia baru pulang ke rumah yang ia tempati bersama Tuti dan Amalia.
Sebelumnya pada Selasa (17/8/2021) malam, Yosef mengaku bermalam di rumah istri mudanya, Mimin.
Ia mengaku terakhir komunikasi dengan istrinya pertamanya itu sekitar pukul 20.00 WIB malam.
Saat pulang paginya ke rumah istrinya pertamanya Tuti, Yosef mendapati rumahnya dalam keadaan berantakan. Ia juga mengaku tak menemukan Tuti dan Amalia.
Merasa ada yang janggal, Yosef lantas melapor ke Polsek Jalan Cagak. Bersama anggota kepolisian, ia mencari keberadaan istri dan anaknya.
Jasad keduanya kemudian ditemukan di dalam bagasi mobil Alphard yang terparkir di garasi rumah.
Awalnya, Yosef menemukan ceceran darah di sekitar lokasi kejadian yang mengarah ke mobil Alphard.
Ketika bagasi dibuka, Yosef dan anggota kepolisian menemukan jasad Tuti dan Amalia dalam kondisi tumpang-tindih serta mengeluarkan banyak darah.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, dan mengautopsi kedua jenazah.
"Awalnya saya mendapatkan laporan dari suaminya Tuti, bahwa sekitar pukul 07.30 WIB istri serta anaknya ditemukan tewas dengan kondisi banyak darah di dalam bagasi belakang mobil," kata Kepala Desa Jalan Cagak Indra Jenal saat ditanya wartawan, Rabu (18/8/2021) lalu.
Menurut Indra Jenal, kedua korban tersebut ditemukan dengan kondisi darah mengalir ditumpuk di bagasi mobil jenis Alphard. "Setelah itu saya langsung melaporkan ke pihak Kepolisian Subang terus langsung dilakukan identifikasi," ujarnya. Kemudian, kedua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung untuk dilakukan Autopsi.
*Pengakuan Mimin*
Setelah Danu buka suara yang dirahasiakan selama dua tahun ini, Mimin pun turut buka suara. Dilansir TribunnewsBogor.com dari wawancara SCTV, Mimin tegas membantah keterlibatannya dalam pembunuhan Tuti dan Amalia. Ditegaskan oleh Mimin, ia dan dua anaknya, Arighi dan Abi bahkan tidak kenal dengan Danu.
Karena hal tersebut, Mimin heran kenapa Danu bisa menyebut Mimin, Arighi, dan Abi. "Saya dan anak-anak itu tidak ada keterlibatan dalam kasus ini. Bahkan kami di sini tidak kenal sama Danu. Tahu Danu itu pas di TKP," pungkas Mimin.
Terus membantah, Mimin menyebut ia dan anak-anaknya ada di rumah saat kejadian pembunuhan berlangsung. Selain itu, Mimin juga mengakui Yosef ada di rumah. "(Waktu kejadian) ibu ada di rumah, Abi juga. Arighi ada di tempat kerja tapi sempat pulang dulu ke sini. Pak Yosef ada di sini," ungkap Mimin.
(*/tribun-medan.com)
Baca juga: SELENGKAPNYA Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Tuti dan Amalia Baru Menjabat Ini
Baca juga: KILAS BALIK Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Propam Diminta Periksa Anggota Polisi Ponakan Yosef
Baca juga: INTIP POTRET Kecantikan KDL Finalis Putri Indonesia 2014, Suami Ganteng dan Lulusan Akpol 2016
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Amalia-Dibunuh-Baru-Dibelikan-Mobil-Yaris.jpg)