Perang Hamas vs Israel
4 Pekerja PBB dan 2 Petinggi Hamas Tewas di Gaza, Ini Risiko-risiko Politiknya di Indonesia
Empat Pekerja PBB dan 2 Petinggi Hamas Tewas di Gaza, Ini Risiko-risiko Politiknya di Indonesia Akibat Perang Palestina-Israel.
Menurut Andi, ada beberapa agenda terkait proses tersebut yang mestinya terjadi tahun ini menjadi tertunda akibat eskalasi konflik antara Hamas dan Israel.
Hal tersebut, kata dia, akan menjadi semakin berat untuk direalisasikan akibat eskalasi konflik Hamas dan Israel tersebut. Selain itu, kata Andi, Lemhannas juga akan mencermati dinamika politik sejumlah negara di antaranya Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Mesir, Jordania, Israel, dan pemerintahan Palestina di Ramalah.
"Jadi kita akan memperhatikan bagaimana AS, Saudi Arabia, Mesir, Jordan, Israel, dan pemerintahan Palestina di Ramalah yang justru menggunakan momentum ini untuk memperkuat inisiasi damai yang sudah dimulai dengan proses Abraham Accord," kata Andi
"Itu kita akan lihat secara cermat, kami akan melakukan FGD lagi hari Senin depan," sambung Andi.
Baca juga: Paus Fransiskus: Segera Hentikan, Saya Terus Mengikuti dengan Rasa Sakit Perang Israel-Palestina
Baca juga: Presiden Ukraina Singgung Keterlibatan Rusia di Balik Pecahnya Perang Hamas-Israel
Baca juga: Apakah Iran dan Rusia Berada di Balik Serangan Mendadak Hamas Palestina terhadap Israel?
Baca juga: PECAHNYA Perang Hamas Palestina-Israel untuk Memecah Konstentrasi AS terhadap Ukraina hingga Taiwan?
(*/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-gaza-palestina-saat-ini.jpg)