Perang Hamas vs Israel

4 Pekerja PBB dan 2 Petinggi Hamas Tewas di Gaza, Ini Risiko-risiko Politiknya di Indonesia

Empat Pekerja PBB dan 2 Petinggi Hamas Tewas di Gaza, Ini Risiko-risiko Politiknya di Indonesia Akibat Perang Palestina-Israel.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
abc news
KONDISI KOTA GAZA : Ratusan sasaran telah diserang di Gaza oleh Israel setelah serangan Hamas pada hari Sabtu, kelompok yang menguasai wilayah Palestina di Gaza. Lebih dari 450 sasaran diserang di Gaza oleh pasukan Israel hanya dalam satu hari, menurut pihak berwenang. Di Kota Gaza, setidaknya 950 orang tewas – di antaranya 260 anak-anak dan 230 wanita – dan 5.000 lainnya terluka sejak Sabtu, menurut angka terbaru dari pejabat Palestina. (Abc news) 

Selain itu, posisi Abu Ma'amr dalam forum senior Hamas memungkinkan dia memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan kelompok tersebut, termasuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang bertujuan melemahkan keamanan Israel.

Keluarga Amerika-Israel yang orang-orang tercintanya hilang dan diyakini disandera oleh Hamas di Gaza berbicara pada konferensi pers di Tel Aviv, Israel, pada 10 Oktober 2023.
(Debbie Hill/UPI melalui Shutterstock via ABC News)
Keluarga Amerika-Israel yang orang-orang tercintanya hilang dan diyakini disandera oleh Hamas di Gaza berbicara pada konferensi pers di Tel Aviv, Israel, pada 10 Oktober 2023. (Debbie Hill/UPI melalui Shutterstock via ABC News) 

20 lebih warga Amerika turut dalam sandera

Di sisi lain, Presiden Joe Biden mengkonfirmasi pada Selasa sore bahwa orang Amerika termasuk di antara para sandera dan 14 orang Amerika tewas dalam pertempuran di Israel.

“Kami sekarang tahu bahwa warga Amerika termasuk di antara mereka yang ditahan oleh Hamas,” kata Biden di Gedung Putih. 

“Saya telah mengarahkan tim saya untuk berbagi intelijen dan mengerahkan ahli tambahan dari seluruh pemerintahan Amerika Serikat untuk berkonsultasi dan memberi nasihat kepada rekan-rekan Israel mengenai upaya pemulihan sandera karena sebagai presiden, saya tidak memiliki prioritas lebih tinggi daripada keselamatan warga Amerika yang disandera."

Penasihat keamanan nasional Jake Sullivan menyinggung kemungkinan negosiasi penyanderaan sebelum bertindak lebih jauh. "Amerika akan menjamin pembebasan dan memulangkan orang-orang tersebut. Seperti pertintah Joe Biden: lakukan itu (pelepasan sandera) dalam kasus ini juga."

Sullivan mengatakan, setidaknya 20 atau lebih orang Amerika masih belum ditemukan. "Belum merinci jumlah orang Amerika yang masih hilang."

Sullivan menekankan, bagaimanapun, 20 orang atau lebih yang disandera oleh Hamas harus dibebaskan.

“Kami belum mengetahui kondisi mereka, dan kami tidak dapat memastikan jumlah pasti warga Amerika,” kata Sullivan tentang para sandera.

Ketika ditanya oleh Mary Bruce dari ABC News tentang apakah pemerintah telah menghubungi keluarga-keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih atau yang mungkin belum ditemukan, Sullivan menegaskan, "Kami sebenarnya telah mengkonfirmasi keluarga orang-orang Amerika yang belum ditemukan."

“Namun, karena alasan tertentu ada orang Amerika yang belum dapat dihubungi, hal itu akan segera diatasi karena Menteri Blinken, Presiden Biden, semua orang di pemerintahan AS menjadikan hal ini sebagai prioritas tertinggi."

"Jadi kami melakukan kontak rutin dengan setiap keluarga. yang ada yang hilang atau belum ditemukan, dan siapa pun yang tidak ada dalam daftar itu karena alasan apa pun, akan kami urus. Itu akan menjadi prioritas utama kami,” imbuhnya.

"Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga akan melakukan perjalanan ke Israel minggu ini "untuk berinteraksi langsung dengan mitra Israel kami" mengenai "bagaimana kami dapat terus memberikan dukungan terbaik kepada mereka dalam perjuangan mereka melawan kelompok bersenjata yang melancarkan serangan mengerikan ini," menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri Matt Miller.

Amerika Serikat telah berupaya mengidentifikasi warga Amerika yang mungkin termasuk di antara 100 hingga 150 sandera yang menurut perkiraan duta besar Israel untuk PBB ditahan oleh Hamas, menurut seorang pejabat.

Karena situasi yang dinamis dan kurangnya visibilitas di dalam Gaza, pemerintah masih belum bisa mengatakan berapa banyak orang Amerika yang mungkin ditahan.

Keluarga Amerika-Israel yang orang-orang tercintanya hilang dan diyakini disandera oleh Hamas di Gaza berbicara pada konferensi pers di Tel Aviv, Israel, pada 10 Oktober 2023.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved