Perang Hamas vs Israel
PERANG Hamas vs Israel: Hamas Masuk ke Israel, Ratusan Warga Israel Dibunuh, 1.104 Terluka
Kementerian Luar Negeri Israel mengeklaim bahwa para pejuang Hamas melakukan pembunuhan dari rumah ke rumah terhadap warga sipil.
Surat Kabar Online Times of Israel membenarkan pernyataan dari Kementerian Kesehatan Israel, terkait 1.104 warga Israel yang telah terluka dan 300-an tewas.
Termasuk puluhan orang yang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit. Bahkan, jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.
Sementara, pihak berwenang Israel tidak memberikan rincian mengenai jumlah warga Israel yang ditawan pihak Hamas.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel mencapai 232 korban dan 1.697 lainnya mengalami luka-luka.
Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat Israel pada Minggu (8/10/2023) pagi waktu setempat.
Sebelumnya pada Sabtu (7/10/2023) sebanyak 40 korban dilaporkan tewas di Israel akibat serangan Hamas tersebut. Kini bertambah menjadi 300-an jiwa.
Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negaranya tengah berperang dengan militer Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
Netanyahu memerintahkan pemanggilan pasukan cadangan dan berjanji bahwa Hamas akan menerima akibat dari apa yang dilakukannya saat ini.
Sementara itu, Pemerintah Palestina merespons serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai bentuk kekecewaan akibat ketidakadilan yang dialami warga.
"Berlanjutnya ketidakadilan dan penindasan yang menimpa rakyat Palestina menjadi asalan di balik situasi yang eksplosif ini," ujar Kementerian Luar Negeri Palestina.
Hamas: Kami memiliki cukup banyak tawanan Israel dan bisa membebaskan semua tahanan Palestina
Seorang pemimpin senior Hamas mengatakan bahwa kelompok tersebut telah menangkap cukup banyak tentara Israel selama serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel sehingga membuat pemerintah Israel membebaskan semua tahanan Palestina di penjara-penjaranya. “Kami berhasil membunuh dan menangkap banyak tentara Israel. Pertempuran masih berlangsung,” Saleh al-Arouri, wakil kepala biro politik Hamas, mengatakan kepada Al Jazeera, dikutip pada Minggu.
Berbicara kepada Al Jazeera, Saleh al-Arouri mengatakan kelompoknya memperkirakan pertempuran dengan Israel akan terus berlanjut setelah operasi besar.
“Para tahanan kami di penjara (Israel), kebebasan mereka semakin besar. Apa yang kita miliki di tangan kita akan membebaskan semua tahanan kita. Semakin lama pertempuran berlanjut, semakin tinggi jumlah tahanan,” tambah al-Arouri.
Menurut angka terbaru dari Addameer, sebuah LSM hak-hak tahanan, hampir 5.200 warga Palestina berada di penjara-penjara Israel, termasuk 33 wanita, 170 anak di bawah umur dan lebih dari 1.200 orang ditahan secara administratif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Petugas-polisi-Israel-mengevakuasi-sebuah-keluarga-dari-lokasi-yang-terkena-roket.jpg)