Viral
Viral Aksi Perundungan, 8 Siswa di Bekasi Ditampar Senior Pakai Sandal, Sekolah: Ini Sudah Tradisi!
Siswa yang mendapat perundungan tersebut tampak berlutut di tanah dan menunggu kakak kelasnya melayangkan tamparan menggunakan sendal.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Aksi perundungan kembali terjadi lagi pada dunia pendidikan di Indonesia.
Baru-baru ini, viral di media massa memperlihatkan aksi perundungan siswa SMP Negeri 1 Babelan kepada 8 siswa lain.
Dalam video, siswa ditampar dengan menggunakan sandal oleh senior atau kakak kelasnya di SMP Negeri 1 Babelan.
Kejadian ini terjadi tepatnya di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Baca juga: AHY Beberkan 2 Harapan Besar Partai Demokrat usai Dukung Prabowo di Pilpres 2024!
Dikutip dari Tribuntrends.com, video tersebut merekam aksi kakak kelas yang bergantian menampar 8 siswa tersebut.
Siswa yang mendapat perundungan tersebut tampak berlutut di tanah dan menunggu kakak kelasnya melayangkan tamparan menggunakan sendal.
Wajah 8 siswa tersebut terlihat ketakutan dan pasrah saat dilayangkan tamparan secara bergilir oleh kakak kelasnya.
Caption video menuliskan bahwa alasan perundangan tersebut diduga merupakan “penataran”.
Baca juga: Pemilik Kontrakan Dijebak Seorang Gadis Agar Diberikan Sewa Gratis, Kerap Dikirimi Foto Tak Senonoh
Sudah Tradisi
Rupanya video viral ini telah diketahui pihak sekolah.
Humas SMPN 1 Babelan, Maradum Tambunan mengatakan, perundungan diduga dilakukan sebagai tradisi.
"Mau menanamkan tradisi pimpinan kepada adik-adik kelasnya. Itu kan salah. Pulang dari sekolah, disuruh kumpul katanya di rumah pelaku ini," kata Maradum, Kamis (21/9/2023).
Baca juga: Mencekam, Kantor Bupati dan DPRD Gorontalo Dibakar Pendemo, Terdengar Teriak Tolong di Lokasi
Maradum menuturkan, perundungan dilakukan oleh 2-4 orang dan pelaku adalah siswa kelas 9 SMPN 1 Babelan.
Berdasarkan keterangan para pelaku, mereka mengaku terpaksa memukuli adik kelasnya karena diperintah alumni.
Kejadian itu disebut terjadi sekitar satu minggu yang lalu.
Baca juga: Syarikat Melayu Gelar Doa Bersama Lintas Etnis untuk Rempang, Minta Pemerintah Hargai Adat Istiadat
"Disuruh kakak kelasnya yang sudah lulus. Kami baru mau cari orangnya dulu, tujuannya apa. Kata mereka, sudah tradisi dari kakak kelas ke adik kelasnya," ucap Maradum seperti dilansir dari Kompas.com.
Maradum memastikan korban tidak terluka.
Pihak sekolah menyayangkan tindakan perundungan tersebut.
Baca juga: MIRIS, Seorang Ayah Ngaku Dibuang Anaknya, Jadi Gelandangan dan Dianiaya OTK Hingga Kepala Berdarah
"Pihak sekolah menyesalkan dan mereka sudah diingatkan dan saat ini dilakukan mediasi orangtua sudah dilakukan oleh KPAI dan polisi," ucap Maradum.
Respon Warganet
r.radhitttt._ : manusia pasti punya kesalahan atau ego nya masing masing , semoga dia bisa sadar kedepanya #raditanakbaik
aalfndi_03 : anak smp sekarang gengsi nya tinggi wmwkw, gitu tuh kalo mau naik nama , mentang" dia kakel bukannya ngajarin yang bener malah kek gitu wkwk, udah ga heran lagi sama anak" babelan pada sok sok an, emang pantes sekarang anak yang di bawah umur yang ngelakuin kekerasan harus di penjara in aja
fzrfhqialadly_ : Gua tau itu ceritanya, jangan salah paham dulu Abang Abang, yang natar itu disuruh sama alumni SMP tersebut, jadi kalo misalkan ga dilakuin yg anak anak itu bakal di pukulin sama senior nya, nah ini pelaku utama @billystwan_ / senior yg nyuruh anak anak tersebut..
raffa.hm : kacaw onebal sekarang
Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aksi-Perundungan-di-Bekasi.jpg)