PHK

Fakta di Balik Kebijakan Net TV PHK 30 Persen Karyawannya

Perusahaan induk media, PT Netvisi Media Tbk (NETV) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 30 persen total karyawannya.

Tayang:
Net Mediatama
ILUSTRASI - Pegawai NET TV, foto tidak berkaitan langsung dengan narasi berita. (DOK) 

TRIBUN-MEDAN.com - Perusahaan induk media, PT Netvisi Media Tbk (NETV) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 30 persen total karyawannya. Hal ini sebagaimana diungkapkan manajemen perusahaan dalam dokumen yang diunggah di lamann keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen Net TV menyatakan, perusahaan saat ini tengah melakukan perbaikan kondisi bisnis. Hal ini dilakukan seiring dengan diterapkannya kebijakan peralihan dari TV analog menjadi TV digital.

Adapun salah satu hasil evaluasi yang dilakukan perusahaan ditindaklanjuti dalam bentuk pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Perusahaan mempertimbangkan kembali kebutuhan pada setiap bagian atau divisi perseroan.

"Dengan segala pertimbangan, perusahaan memutuskan untuk melakukan perampingan karyawan yang akan mempengaruhi sekitar 30 persen dari total karyawan perusahaan," tulis manajemen Net TV sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (16/9/2023).

"Perusahaan menyadari bahwa keputusan ini bukanlah keputusan yang mudah bagi perusahaan. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, perusahaan akan senantiasa memperhatikan seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku," bunyi lanjutan keterangan perusahaan.

Manajemen Net TV mengklaim keputusan PHK ini tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha perseroan, termasuk seluruh anggota grup perusahaan.

Sebagai informasi, harga saham Net TV langsung merosot setelah manajemen mengumumkan perampingan tersebut.

Melansir data RTI, saham NETV ambles 4,95 persen ke Rp 96 pada perdagangan Sabtu (15/9/2023).

Perusahaan menyebutkan langkah PHK dilakukan imbas kebijakan pemerintah terkait perpindahan dari siaran TV analog ke TV digital.

Regulasi itu mengurangi kebutuhan sumber daya manusia di lini kerja terkait, serta adanya peluang efisiensi dalam lini kerja tertentu.

"Adapun tindakan tersebut perseroan lakukan sebagai imbas dari kebijakan pemerintah dalam bentuk regulasi perpindahan dari siaran berbasis teknologi analog menuju siaran berbasis teknologi digital terestrial yang mengurangi kebutuhan sumber daya manusia dalam lini kerja terkait serta adanya peluang efisiensi dalam lini kerja tertentu," tulis pernyataan perusahaan.

Mengacu kepada data laporan keuangan NET TV, per akhir Juni 2023 perusahaan yang berdomisili di Jakarta Selatan ini memiliki karyawan sebanyak 910 orang.

"Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) adalah 910 dan 909 karyawan masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022," tulis laporan tersebut.

Jika dihitung jumlah karyawan yang terkena PHK 30 persen dari 910 orang, maka jumlahnya mencapai 273 orang.

Maka dari itu, diperkirakan jumlah karyawan NET TV yang tersisa usai PHK kali ini 637 orang.

Berdasarkan laporan keuangan, rugi bersih NET TV juga melonjak dari sebelumnya Rp 87,34 miliar pada semester I-2022 menjadi Rp 146,4 miliar pada semester I-2023.

Sementara pendapatan perusahaan turun menjadi Rp 124 miliar pada semester I-2023, dari sebelumnya Rp 202,6 miliar pada semester I-2022.

Pernah Trending di Tahun 2019 di Twitter

NET TV bertengger di urutan paling pertama di jajaran topik populer di Twitter, Jumat siang (9/8/2019).

Ketika tagar populer itu diklik, TribunSolo.com melihat banyak warganet membagikan link berita "Tak Mampu Bersaing, NET TV siapkan opsi PHK Massal".

NET TV adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional berita dan hiburan di Indonesia dimiliki oleh Net Visi Media (melalui Net Mediatama Visual) siaran percobaan pada 18 Mei 2013.

NET TV resmi mulai mengudara siaran perdana pertama kalinya diluncurkan secara komersial beroperasi siaran penuh pada Minggu, 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB.

Stasiun TV ini memulai acara pertamanya untuk siaran perdana resmi mengudara diluncurkan "Grand Launching NET".

NET. menggantikan siaran terestrial Spacetoon yang sebagian sahamnya telah diambil alih oleh Indika Group.

Kini stasiun TV yang baru beruasia 6 tahun itu dikabarkan tengah mengalami kesulitan bersaing ini.

 

Belakangan, NET TV menayangkan program acara lawas yang pernah ditayangkan di Trans TV, seperti Suami-suami Takut Istri dan FTV-ftv religi lawas.

Pihak NET TV sendiri belum mengumumkan secara resmi soal kabar kesulitan keuangan ini.

Di sejumlah media online menayangkan keluhan jurnalis NET yang mulai dipangkas jam tayangnya hingga jumlah karyawan.

Dilihat TribunSolo.com dari akun Twitter resmi milik NET Mediatama, admin mengunggah tulisan menarik pada Jumat pagi (9/8/2019).

Dalam sela tulisannya, ia menuliskan tagar #mimingakpamit.

"Semangat Pagi!!

Kalo udah hari Jumat, yang biasa terjadi adalah raga kamu di kantor/sekolah/kampus,

tapi pikiran kamu pasti di Weekend! hihihi *kok sama ya :D

Udah ah, sekian dulu surat pagi ini...

Sampai ketemu di tweet selanjutnya!
#MiminGakPamit

Jangan lupa nonton TV asiknya di NET #YouSingYouWing

tertanda #mimin," tulis admin akun Twitter NET.

Sebelumnya, pada Juli 2019 lalu, admin Twitter tersebut juga mengunggah sebuah pengumuman tertulis soal tayangan NET TV yang makin beragam.

Dalam pengumuman itu juga tertulis imbauan untuk menonton NET TV.

Yang menarik, nampaknya banyak netter yang bertanya soal acara tahunan NET, yakni ICA (Indonesian Choice Awards) yang merupakan pagelaran acara perayaan HUT Net TV.

Namun tahun 2019 ini tak ada acara yang kerap menghadirkan bintang tamu arti luar negeri itu.

 
 

(*/TRIBUN MEDAN)

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved