Berita Viral

Diduga Terlibat Pembunuhan Seorang Perwira Polisi, Kepala Desa ini Pasrah Menyerahkan Diri

Sebelum mengaku atas kasusnya, Praween terlebih dahulu memberikan sebuah surat keterangan.

Tayang:
Editor: Satia
KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN
Ilustrasi Pembunuhan. (Kompas) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Diduga terlibat pembunuhan seorang Letnan Polisi, Kepala Desa ini pasrah menyerahkan diri.

Diketahui, Kepala Desa ini bernama Praween Jun Khlai dikenal dengan sebutan kepala Desa Nok.

Disinyalir, ia terlibat dalam pembunuhan seorang perwira ini.

Dikutip dari Tribunnewsmaker.com. dia diduga turut menjadi dalang pembunuhan Letnan Polisi Siwakorn Sai Bua.

Praween Chanklai menyerahkan diri ke Kantor Polisi Nakhom Pathom, Thailand tengah, dilansir The Taiger Senin (11/9/2023).

Baca juga: Politisi PAN Sebut DLH Kota Medan tak Beres Kerjanya, Banyak Perusahaan tak Ada Izin

Praween mendatangi kantor kepolisian pada Sabtu (9/9/2023) sekira pukul 16.30 waktu setempat.

Pak Kades ini datang dengan ekspresi wajah khawatir dan hanya diam saja.

Dia nampak menahan diri untuk tidak mengeluarkan statement apa-apa kepada pers.

Sejumlah media memang ada di kantor polisi saat Praween menyerahkan diri, lapor Sanook.

Baca juga: PKB Sindir Ganjar Pranowo yang Tunggangi Azan TV

Sebelum mengaku atas kasusnya, Praween terlebih dahulu memberikan sebuah surat keterangan.

Dalam suratnya itu menyatakan kronologi keterlibatannya dalam pembunuhan.

Awalnya, Praween memperkenalkan diri terlebih dahulu.

"Saya ingin memperkenalkan diri kepada petugas investigasi," tulis Praween dalam pembukaan suratnya.

"Seperti diberitakan di media, saya Praween Jun Khlai, seorang kepada desa di Takhlong, Nakhon Pathom,

Baca juga: Nyaris Tewas Dibunuh Mantan Pacar, Wanita ini Terharu Lolos dari Maut Diselamatkan Anjing Peliharaan

diduga terlibat dalam kejahatan yang dilakukan oleh Nong atau Thanachai Mamak," tulisnya.

Nong adalah otak utama dari pembunuhan berdarah itu.

Mereka melakukan pembunuhan berencana terhadap Polisi Siwakorn Sai Bua.

Nong atau Thanachai Mamak rupanya juga dituduh menembak dan melukai Letnan Polisi lainnya.

Korban lainnya itu bernama Vasin Phanpi, polisi dari kantor yang sama dengan Siwakorn Sai Bua.

Baca juga: Transformasi Digital Berhasil, Saham BBRI Diproyeksi Terus Naik

Pada kelanjutan tulisannya, Praween menegaskan jika dia sama sekali tidak terlibat dalam aksi pembunuhan itu.

"Saya tidak terlibat menghasut atau mendukung dengan cara apapun agar Nong atau Thanachai Mamak melakukan kejahatan itu.

Lebih lanjut, Praween bersedia bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Apabila petugas penyidik mempunyai surat perintah, Praween masih berdomisili di alamat yang sama," tulisnya.

Baca juga: Vivo V27 5G Dilengkapi Prosesor MediaTek Dimensity 7200, Segini Harganya

Praween akan kerja sama dalam setiap langkah penyidikan.

Surat itu ditandatangani Praween dan pengacaraya.

Sementara itu, Nong Tha Pha, juga dikenal sebagai Thanachai Mamak masih buron hingga kini.

Nong Tha Pha atau Thanachai Mamak adalah pria 45 tahun yang memang memiliki hubungan dekat dengan si kepala desa.

Kejadian terjadi di sebuah pesta yang dihadiri oleh beberapa anggota kepolisian.

Mendadak masuk pria bersenjata yang kemudian menembak dan melukai beberapa polisi.

Hingga menghilangkan nyawa salah seorang polisi berpangkat Letnan.

Wakil Komisioner RTP Surachate Hakparn mengaku resah dengan insiden tersebut.

Baca juga: Seksolog Zoya Amirin Ungkap Pentingnya Foreplay bagi Pasangan sebelum Berhubungan Intim

Dia meminta perhatian atas kelalaian 21 petugas polisi yang hadir pada pesta itu.

Dia kecewa karena bisa kecolongan seorang pria bersenjata masuk.

Lebih parahnya, si pelaku bisa berhasil melarikan diri. 

 

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved