UCAPAN Ayah Buat RAR Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung dengan 50 Tusukan, Satu Keluarga Dibantai

Heboh Kasus pembunuhan orangtua oleh anak kandungnya sendiri di kota Depok

|
Editor: Dedy Kurniawan
Wartakotalive.com/ M Rifqi Ibnumasy
Rifki, anak yang bunuh ibu kandungnya sendiri serta membantai ayah dan adiknya hingga terluka parah. - Ayah RAR, BAM korban bacok anak. 

TRIBUN-MEDAN.com - Heboh Kasus pembunuhan orangtua oleh anak kandungnya sendiri di kota Depok mengegerkan media sosial.

Pelaku bernama Rifki Aziz Ramadhan (23) tega menghabisi ibu kandungnya Sri Widiastuti (49) setelah menusuk lima puluh kali.

Tak hanya itu, Rifki Aziz Ramadhan juga membacok sang ayah Bakti Azis Munir hingga berujung kritis.

Lalu apa yang jadi pemicu Rifki Aziz Ramadhan tega melakukan hal tersebut?

Baca juga: BELUM Puas Nikah 4 Kali, Kakek 76 Tahun Mau Cari Istri Kelima, Syaratnya Bikin Wanita Jijik

Baca juga: Kukuhkan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Sumut, Pemprov Janjikan Program Penanggulangan Kemiskinan


 
Melansir Tribunjakarta.com, Sabtu (12/8/2023) Menurut keterangan Kapolsek Cimanggis Kompol Arief Budiharso, pelaku tega menghabisi nyawa ibunya dan membacok ayahnya lantaran sakit hati.


"Kemudian motif pemicunya itu adanya rasa sakit hati dari tersangka terhadap orgtuanya," kata Arief di Mapolsek Cimanggis.

Menurut Arief, tersangka sering dimarahi kedua orangtuanya dengan kata-kata yang tidak berkenan di hati hingga timbul rasa dendam.

Baca juga: FINAL Al Hilal Vs Al Nassr Malam Ini, Misi Ronaldo Angkat Trofi Bisa Dijegal Koulibaly


Kepada polisi, tersangka pun mengakui sudah sering dimarahi kedua orangtuanya sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga dewasa.

"Hingga puncaknya keluar kata-kata yang membuat tersangka melakukan tindakan menusuk ibunya dan membacok bapaknya," ungkapnya.


Adapun kata-kata yang dilontarkan orang tua tersangka yakni "Lu tuh dari lahir sampai detik ini coba sebutin satu aja apa yang membuat orang tua mu bangga".

Kata-kata tersebut bukannya memotivasi Rifki Aziz Ramadhan justru menimbulkan sakit hati mendalam.

Baca juga: Durhaka, Ibu Tewas Ditikam 50 kali Lalu Bacok Ayahnya Hingga Kritis, Pelaku: Saya Sangat Menyesal

Ngaku Nangis Setiap Hari

Kepada awak media, Rifki Azis Ramadhan mengaku membunuh dan menganiaya orangtuanya karena sakit hati mendalam.

Baca juga: PANAS! Yenny Wahid Bongkar Borok Cak Imin Tendang Gus Dur dari PKB: Kebiasaan Mencuri!


 
"Saya menaruh kebencian yang saya setiap harinya harus menangis tapi saya harus pura-pura kuat," ungkap Rifki Azis Ramadhan.

Kini kekejaman Rifki Azis Ramadhan hanya meninggalkan penyesalan.

"Namun saya tetap menyesal atas kejadian yang sudah saya lakukan," ujar Rifki Azis Ramadhan.

Pelaku mengaku menyimpan kebencian sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Menurut dia, selama itu dirinya kerap menjadi pelampiasan kemarahan yang masalahnya dibuat oleh orangtuanya.

Semua sakit hati itu menumpuk dan selama ini ia hanya curhat atas apa yang dialaminya ke teman.

Rifki Azis Ramadhan lalu meminta maaf terutama kepada ibunya.

"Saya sangat menyesal atas apa yang sudah saya lakukan kepada ibu saya. Lalu kepada ayah saya, saya juga meminta maaf," beber dia dengan tetunduk.

Ia mengaku saat itu dirinya tidak bisa membendung emosi dan rasa jengkelnya.

Barang bukti yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa sang ibu dan menganiaya ayahnya, Jumat (11/8/2023).
Kronologi Kejadian

Seorang anak bernama Rifki Azis Ramadhan (23) tega menghabisi nyawa sang ibu kandung Sri Widiastuti (43) dan menganiaya sang ayah Bakti Ajis Munir (49) hingga terluka parah.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Kamis (10/8/2023) kemarin siang, di kediaman korban dan pelaku yang beralamat di Gang Takong RT 03/08, Tapos, Kota Depok.

Kepada polisi, pelaku mengakui bahwa ia lebih dulu menghabisi nyawa sang ibunda, ketika ayahnnya berada di luar rumah.

"Modusnya, pelaku pertama kali melakukan pembunuhan terhadap saudara Sri Widiastuti. Dimana pada saat itu korban sedang duduk di meja makan, kemudian oleh pelaku ditusuk (bagian leher) menggunakan pisau," kata Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso

Baca juga: Pemko Resmi Keluarkan izin,Pembangunan Menara Masjid Agung Medan Setinggi 199 Meter Bisa Dilanjutkan

Tak puas menusuk leher sang ibu, pelaku juga menyerang bagian lainnya seperti dada hingga paha korban.

"Kemudian oleh pelaku itu ditusuk menggunakan pisau, ini bisa dilihat pisaunya dan mengenai leher, dada, paha Intinya mengenai organ vital dari korban," bebernya.

Setelah menghabisi nyawa sang ibu, 15 menit berselang sang ayah pun pulang ke rumah.

Disitu pelaku langsung menyerang ayahnya menggunakan sebilah golok ke arah kepala.

"Setelah itu berselang 15 menit tersangka melihat saksi korban Bakti Ajis yang merupakan ayah kandung tersangka sendiri masuk ke rumah," ucap Arief.

"Kemudian langsung melakukan pembacokan menggunakan golok ini, tapi awal mulanya ia menggunakan bagian pegangan golok ini mengenai kepala korban, setelah itu korban dibawa masuk ke kamar dan dikunci," timpalnya.

Di dalam kamar yang dikunci oleh pelaku, sang ayah memberikan perlawanan hingga terjadi pergulatan sengit antara hidup dan mati.

Sang ayah pun berteriak meminta pertolongan, hingga akhirnya sejumlah warga mendengar dan langsung masuk ke dalam rumah.

"Di dalam kamar itu korban berteriak meminta tolong, hingga akhirnya datang masyarakat dan mendobrak paksa pintu kamar yang terkunci. Setelah didobrak warga mengamankan tersangka dan korban, dibawa ke rumah sakit. Baru setelah itu warga menginformasikan ke pihak kepolisian," imbuhnya.

Terakhir, Arief mengatakan, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP yang berisi tentang pembunuhan berencana.

Ancaman maksimal dalam hukuman ini sendiri adalah hukuman mati bagi pelakunya.

"Ancaman hukuman bisa hukuman mati kalau terbukti Pasal 340 KUHP, kemudian seumur hidup atau 20 tahun," pungkasnya.

(*/Tribun-Medan.com)

Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter  

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved