Keluarga Korban Mutilasi Marah ke Polisi Buntut Redho Disebut Terlibat Aktivitas Tak Wajar

Keluarga korban mutilasi bernama Redho Tri Agustian di Sleman tak terima anaknya yang bernama Redho Tri Agustian (20) disebut terlibat aktivitas tak w

Tayang: | Diperbarui:
KOLASE TRIBUN MEDAN
KASUS MUTILASI MAHASISWA ASAL PANGKALPINANG DI SLEMAN JOGYAKARTA: Keluarga korban mutilasi di Sleman tak terima anaknya yang bernama Redho Tri Agustian (20) disebut terlibat aktivitas tak wajar. 

Redho selanjutnya dimakamkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Ampu pada Sabtu (5/8/2023) sekira pukul 12.30 WIB.

Baca juga: Keluarga Naufal Zidan Mahasiswa UI Ogah Terima Maaf Pembunuh : Dia Harus Dihukum Mati!

Baca juga: SOSOK Mayor Dedi Hasibuan yang Datang Bersama Puluhan Prajurit TNI AD Gereduk Polrestabes Medan

Penjelasan polisi sebelumnya

Sebelumya diketahui, polisi dari jajaran Polda DIY sebelumnya menggelar konferensi pers kasus tewasnya Redho pada Selasa, 18 Juli 2023 lalu.

Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi dalam kesempatan itu mengatakan, korban dan kedua pelaku mengenal satu sama lain.

"Dari pendalaman terhadap para pelaku, terdapat fakta-fakta antara korban dengan terduga pelaku dua orang ini saling kenal," katanya, dikutip dari Kanal YouTube Polda D.I. Yogyakarta, Rabu (19/7/2023).

Endriadi lebih jauh menjelaskan hubungan korban dengan kedua pelaku.

Diketahui, pertemuan ketiganya mulanya dari media sosial.

Kemudian korban dan dua pelaku tergabung dalam sebuah group Facebook.

Berawal dari media sosial, ketiganya lalu memutuskan untuk bertemu.

"Salah satu pelaku (RD) datang ke Jogja atas ajakan pelaku lainnya (W) untuk menemui korban (RTA)," lanjut Endriadi.

RD yang sampai di Jogja lalu dijemput W untuk menuju kos milik RTA pada Selasa 11 Juli 2023, malam.

Lokasinya berada di daerah Desa Krapyak, Kecamatan Triharjo, Kabupaten Sleman.

Baca juga: Pembunuh Mahasiswa UI Terciduk Buang Jaket Penuh Darah dan Keringat di Sela Tembok Kontrakan

Baca juga: REKTOR UMY Ikut Angkat Bicara Terkait Korban Mutilasi di Sleman, Sebut Redho Sosok yang Berprestasi

Dalam kos tersebut, korban dan kedua pelaku melakukan aktivitas tak wajar.

"Mereka (tergabung) dalam sebuah komunitas yang mempunyai aktivitas tidak wajar."

"Mereka melakukan (hal) berupa kekerasan satu sama lain, terjadi berlebihan sehingga menyebabkan korban tersebut meninggal dunia," beber Endriadi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved