Polisi Bohongi Keluarga Dul Kosim, Sebut Kecelakaan Rupanya Dianiaya 9 Polisi Lalu Dibuang ke Jurang
Pihak kepolisian bohongi keluarga pelaku narkoba bernama Dul Kosim yang tewas usai dianiaya sembilan anggota polisi. Adapun sejumlah polisi yang menda
TRIBUN-MEDAN.COM – Pihak kepolisian bohongi keluarga pelaku narkoba bernama Dul Kosim atau DK (38 yang tewas usai dianiaya sembilan polisi.
Adapun pihak polisi menyampaikan bahwa Dul Kosim meninggal lantaran kecelakaan.
Adapun anggota polisi yang datang untuk mengabarkan keluarga bahwa Dul Kosim ditemukan sudah tak bernyawa di dasar jurang.
Pihak polisi menyampaikan jika Dul Kosim meninggal dunia karena mengalami kecelakaan di Bandung.
"Tahu-tahunya dikasih tahu petugas polsek setempat bahwa Dul Kosim kecelakaan dan posisinya ada di Bandung, gitu aja," kata Soponyono selaku Ketua RW 011 Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta.
"Petugas kepolisian sempat ke saya memberitahukan kecelakaan di Bandung," sambungnya.
Ia juga mengatakan bahwa kedatangan sejumlah polisi itu sesaat setelah jenazan Dul Kosim ditemukan di jurang wilayah Bandung pada Senin (24/7/2023) lalu.
Baca juga: Pelaku Narkoba Tewas Dianiaya 9 Polisi, Sang Istri Kebingungan : Suami Saya Ditangkap Tapi Kok Mati?
Baca juga: Ditangkap Anggota Polda Metro Jaya, Dul Kosim Tewasnya Dianiaya 9 Polisi, Mayat Ditemukan di Jurang
Baca juga: Sosok Dul Kosim, Mayat Dibuang ke Jurang, Polisi Ngaku Tewas Kecelakaan, Padahal Dianiaya 9 Polisi
Namun belakangan diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh polisi dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadal Dul Kosim atau DK.
"Sudah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Jumat (28/7/2023).
Hengki mengatakan, terdapat sembilan polisi yang terlibat dalam dugaan penganiayaan ini.
Tujuh di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni AB, AJ, RP, FE, JA, EP dan YP.
Satu orang dikembalikan ke Bidang Propam Polda Metro untuk pemeriksaan etik, sementara satu polisi lainnya berinisial S masih buron.
Hengki mengatakan, para anggota polisi yang ditetapkan tersangka ini melakukan kekerasan hingga DK meninggal dunia.
Kekerasan dilakukan ketika sembilan polisi itu dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro itu sedang mendalami keterlibatan DK dalam kasus narkoba.
"Unit yang melaksanakan penyelidikan terkait jaringan narkoba, kemudian melakukan kekerasan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap Hengki.
Sang Istri Kebingungan
Tewasnya pelaku narkoba bernama Dul Kosim atau DK (38) yang tewas usai ditangkap anggota Polda Metro Jaya masih menyisakan tanda tanya.
Bahkan istri pelaku narkoba DS bernama Muimah heran mendengar kabar tewas suaminya Dul Kosim.
Kuasa hukum keluarga korban, Ramzy Brata Sungkar, mengatakan kejanggalan pertama kali terungkap setelah keluarga menjemput jenazah korban di salah satu rumah sakit.
Saat itu istri korban bercerita kalau suaminya DK ditangkap terkait kasus narkoba.
Baca juga: Ribuan Pasukan Wagner Mendekati Polandia, Putin Akan Serang Negara Kelahiran Paus Yohanes Paulus II?
Baca juga: Lagi Bugil, Pria Diduga Pecinta Sesama Jenis Dirampok Laki-laki Kenalan dari Aplikasi LGBT
Namun dia mendapat kabar bahwa suaminya tewas.
"Narkoba, sejauh ini diduganya (ditangkap kasus) narkoba. Cuma ada kejanggalan, 'suami saya ditangkap tapi kok mati'," kata Ramzy, dilansir Tribun Medan, Minggu (30/7/2023).
Hingga kini, Muimah yang masih diselimuti duka belum tahu secara terang benderang latar belakang di balik kematian sang suami.
“Enggak nyangka (suami saya tewas) dan nggak ada sakit apa-apa. Ya saya tahu itu dari polisi lah,” ujar Muimah.
Hanya ada beberapa fakta yang jelas diketahui Muimah, bahwa jasad suaminya ditemukan di jurang.
Selain itu ia baru-baru mengetahui bahwa orang tersayangnya itu tewas karena dianiaya sembilan oknum polisi.
Kendati demikian, kasus apa yang menjerat suaminya hingga bagaimana dan kapan suaminya ditangkap belum jelas diketahui Muimah.
Baca juga: Kloter Terakhir Jemaah Haji asal Sumut Tiba di Tanah Air, 4 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi
Baca juga: FAKTA TERBARU Rusia Sudah Mulai Serang Polandia, NATO Turun, Perang Dunia 3 Diprediksi November 2023
Baca juga: Instruksi Wali Kota Siantar, Sejumlah Titik Jalan Kelurahan Mulai Diperbaiki
"Emangnya kenapa sih mas suami saya? Kenapa suami saya?" ungkap Muimah keheranan.
Muimah, mengatakan, suaminya DK sempat hilang tiga hari sebelum dilaporkan tewas.
Tiba-tiba, pada Senin (24/7/2023) lalu, ada anggota polisi yang mendatangi kediamannya di Koja, Jakarta Utara, dengan membawa kabar suaminya sudah tewas.
Muimah pun membenarkan bahwa suaminya tewas dianiaya polisi dan jasadnya ditemukan di dasar jurang di wilayah Bandung, Jawa Barat.
"(Saya sempat nggak ketemu suami saya) tiga hari. Saya cari lah, namanya suaminya saya cariin," ucapnya.
"Ya betul, sama itu," pungkasnya.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Pelaku Narkoba Tewas Dianiaya 9 Polisi, Sang Istri Kebingungan : Suami Saya Ditangkap Tapi Kok Mati?
Baca juga: Sosok Dul Kosim, Mayat Dibuang ke Jurang, Polisi Ngaku Tewas Kecelakaan, Padahal Dianiaya 9 Polisi
Baca juga: Ditangkap Anggota Polda Metro Jaya, Dul Kosim Tewasnya Dianiaya 9 Polisi, Mayat Ditemukan di Jurang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pihak-kepolisian-bohongi-keluarga-pelaku-narkoba-bernama-Dul-Kosim.jpg)