Pelaku Narkoba Tewas Dianiaya 9 Polisi, Sang Istri Kebingungan : Suami Saya Ditangkap Tapi Kok Mati?
Sang istri dari pelaku narkoba Dul Kosim yang tewas usai dianiaya 9 polisi dan dibuang ke jurang merasa kebingungan. Ia mempertanyakan suaminya yang d
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Angel aginta sembiring
TRIBUN-MEDAN.COM – Tewasnya pelaku narkoba bernama Dul Kosim atau DK (38) yang tewas usai ditangkap anggota Polda Metro Jaya masih menyisakan tanda tanya.
Bahkan istri pelaku narkoba DS bernama Muimah heran mendengar kabar tewas suaminya Dul Kosim.
Kuasa hukum keluarga korban, Ramzy Brata Sungkar, mengatakan kejanggalan pertama kali terungkap setelah keluarga menjemput jenazah korban di salah satu rumah sakit.
Saat itu istri korban bercerita kalau suaminya DK ditangkap terkait kasus narkoba.
Namun dia mendapat kabar bahwa suaminya tewas.
"Narkoba, sejauh ini diduganya (ditangkap kasus) narkoba. Cuma ada kejanggalan, 'suami saya ditangkap tapi kok mati'," kata Ramzy, dilansir Tribun Medan, Minggu (30/7/2023).
Hingga kini, Muimah yang masih diselimuti duka belum tahu secara terang benderang latar belakang di balik kematian sang suami.
“Enggak nyangka (suami saya tewas) dan nggak ada sakit apa-apa. Ya saya tahu itu dari polisi lah,” ujar Muimah.
Baca juga: Ditangkap Anggota Polda Metro Jaya, Dul Kosim Tewasnya Dianiaya 9 Polisi, Mayat Ditemukan di Jurang
Baca juga: Sosok Dul Kosim, Mayat Dibuang ke Jurang, Polisi Ngaku Tewas Kecelakaan, Padahal Dianiaya 9 Polisi
Baca juga: 9 Anggota Polda Siksa Terduga Pelaku Narkoba Sampai Mati, Mayat Dibuang di Jurang
Hanya ada beberapa fakta yang jelas diketahui Muimah, bahwa jasad suaminya ditemukan di jurang.
Selain itu ia baru-baru mengetahui bahwa orang tersayangnya itu tewas karena dianiaya sembilan oknum polisi.
Kendati demikian, kasus apa yang menjerat suaminya hingga bagaimana dan kapan suaminya ditangkap belum jelas diketahui Muimah.
"Emangnya kenapa sih mas suami saya? Kenapa suami saya?" ungkap Muimah keheranan.
Muimah, mengatakan, suaminya DK sempat hilang tiga hari sebelum dilaporkan tewas.
Tiba-tiba, pada Senin (24/7/2023) lalu, ada anggota polisi yang mendatangi kediamannya di Koja, Jakarta Utara, dengan membawa kabar suaminya sudah tewas.
Muimah pun membenarkan bahwa suaminya tewas dianiaya polisi dan jasadnya ditemukan di dasar jurang di wilayah Bandung, Jawa Barat.
"(Saya sempat nggak ketemu suami saya) tiga hari. Saya cari lah, namanya suaminya saya cariin," ucapnya.
"Ya betul, sama itu," katanya.
Ia mengatakan sudah mengetahui bahwa tujuh oknum polisi yang melalukan penganiayaan hingga tewas terhadap suaminya sudah ditangkap Polda Metro Jaya.
Namun, Muimah mengaku belum mengerti secara terang benderang apa yang sebenarnya terjadi kepada suaminya sebelum ditemukan tewas mengenaskan di jurang.
"Udah tahu (7 polisi ditangkap). Iya itu benar," kata Muimah.
"Enggak nyangka (suami saya tewas) dan nggak ada sakit apa-apa. Ya saya tahu itu dari polisi lah," ucapnya lagi.
Di sisi lain, Muimah juga mengakui ada barang miliknya yang disita kepolisian terkait kasus ini.
Handphone miliknya disita oleh para polisi yang menganiaya suaminya.
"Kan hape saya kan diambil tujuh orang itu, yang nganiaya suami saya, semua Facebook apa kan nggak ada lah, orang ada di situ semua di hape," katanya.
"Suami saya ditangkap saya nggak tahu, tahu-tahu ditemukan tewas aja," tandasnya.
Sempat Disebut Tewas Kecelakaan
Disisi lain , Dul Kosim sempat dikabarkan tewas karena kecelakaan.
Hal itu diungkap Soponyono selaku Ketua RW 011 Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta yang mengungkap bahwa setelah jenazah DK ditemukan di jurang wilayah Bandung pada Senin (24/7/2023) lalu, sejumlah anggota kepolisian mendatangi kontrakan korban.
Kedatangan anggota polisi untuk mengabarkan keluarga bahwa DK ditemukan sudah tak bernyawa di dasar jurang.
Namun, pihak polisi menyampaikan jika Dul Kosim meninggal dunia karena mengalami kecelakaan di Bandung.
"Tahu-tahunya dikasih tahu petugas polsek setempat bahwa Dul Kosim kecelakaan dan posisinya ada di Bandung, gitu aja," kata Soponyono.
"Petugas kepolisian sempat ke saya memberitahukan kecelakaan di Bandung," sambungnya.
Adapun jenazah DK sempat disemayamkan di kontrakannya sebelum akhirnya dibawa ke kampung halamannya di Madura, Jawa Timur, Selasa (25/7/2023) untuk dimakamkan.
Baca juga: KESAL Dituding Sengaja Bunuh Anak Harimau, Alshad Ahmad Ancam Lapor Polisi: Fitnah
Baca juga: Ribuan Pasukan Wagner Mendekati Polandia, Putin Akan Serang Negara Kelahiran Paus Yohanes Paulus II?
Baca juga: FAKTA TERBARU Rusia Sudah Mulai Serang Polandia, NATO Turun, Perang Dunia 3 Diprediksi November 2023
Dul Kosim Tewas Dihajar Polisi saat Kembangkan Kasus
Sesosok jasad pria yang belakangan terungkap adalah DK ditemukan di dasar sebuah jurang di Jalan Raya Purwakarta, tepatnya di RT 01/01 Kampung Cirangrang, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (24/7/2023) lalu.
Melansir dari Kompas.com, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang sopir truk yang sengaja berhenti di tepi jalan untuk buang air kencing.
Adapun di dekat mayat itu ditemukan sepeda motor Honda Beat berwarna putih dengan nomor polisi B 6789 BJN lengkap dengan kunci motor yang masih menggantung terpasang.
Belakangan, Polda Metro Jaya menetapkan tujuh polisi dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadal Dul Kosim atau DK.
"Sudah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (28/7/2023).
Hengki mengatakan, terdapat sembilan polisi yang terlibat dalam dugaan penganiayaan ini.
Tujuh di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni AB, AJ, RP, FE, JA, EP dan YP.
Satu orang dikembalikan ke Bidang Propam Polda Metro untuk pemeriksaan etik, sementara satu polisi lainnya berinisial S masih buron.
Hengki mengatakan, para anggota polisi yang ditetapkan tersangka ini melakukan kekerasan hingga DK meninggal dunia.
Kekerasan dilakukan ketika sembilan polisi itu dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro itu sedang mendalami keterlibatan DK dalam kasus narkoba.
"Unit yang melaksanakan penyelidikan terkait jaringan narkoba, kemudian melakukan kekerasan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap Hengki.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Anggota TNI Ditahan karena Coba Halangi Penangkapan Pengedar Narkoba di Tebing Tinggi
Baca juga: Ditangkap Anggota Polda Metro Jaya, Dul Kosim Tewasnya Dianiaya 9 Polisi, Mayat Ditemukan di Jurang
Baca juga: Sosok Dul Kosim, Mayat Dibuang ke Jurang, Polisi Ngaku Tewas Kecelakaan, Padahal Dianiaya 9 Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kronologi-tewasnya-pelaku-narkoba-yang-dianiaya-sembilan-polisi-di-wilayah-Bandung-Jawa-Barat.jpg)