Berita Viral
Viral, Penjualan Baju Seragam Diduga Dikorupsi, Kepala Sekolah Ini Akhirnya Dicopot Dari Jabatannya
Penjualan baju seragam harga selangit ini viral di media sosial dan menjadi cibiran warga di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Aries dalam kesempatannya juga meminta agar sekolah tidak mengharuskan siswa membeli serangkan lewat koperasi sekolah.
"Setiap satuan pendidikan dilarang mewajibkan orang tua atau wali murid untuk membeli seragam dari koperasi sekolah. Jadi tidak boleh ada paksaan pembelian seragam melalui koperasi," tegas Aries
Aries juga mengingatkan, pengadaan seragam sekolah bukan ranah koperasi sekolah.
Sekolah harus membebaskan orang tua membeli seragam baru atau tidak.
Baca juga: TERBONGKAR Sumber Harta Rp 282 Miliar Milik Menpora Dito Ariotedjo : Dari Orangtua dan Mertua
Dengan harapan orang tua siswa tidak merasa keberatan dengan hal tersebut.
"Sekali lagi, sekolah maupun komite tidak boleh jual seragam. Bahkan ibu gubernur telah menyatakan siswa yang baru masuk SMA boleh pakai baju bekas," tegas Aries.
NN (41), orang tua siswa SMAN 1 Kedungwaru mengelukan harga seragam sekolah anaknya yang mencapai jutaan rupiah itu.
Terlebih, seragam yang dibeli masih berbentuk lembaran kain.
Orang tua siswa harus menjahit dengan mengeluarkan biaya lagi.
Baca juga: Seorang Wanita di Payakumbuh Diduga Jadi Korban Gendam, Puluhan Juta Uang di Tabungan Ludes
"Harga tersebut masih dalam bentuk kain lembaran, untuk menjahit kembali mengeluarkan biaya," keluh NN, dikutip dari Surya.co.id.
Bagi NN seragam sekolah yang dijual lebih tinggi daripada semestinya.
Bahkan menurutnya, harganya dua kali lipat lebih mahal dari pada jang dijual di pasaran.
Meskipun mengeluh, NN tetap membeli seragam sekolah demi sang anak.
"Namanya juga buat anak agar bisa tetap sekolah sesuai kemauannya mau bagaimana lagi," katanya.
(Tribunmedan.com)