TRIBUNWIKI
Museum Pusaka Karo, Berisi Ribuan Benda Bersejarah Suku Karo, Sering Jadi Referensi Pengetahuan
Saat ini, dengan perkembangan teknologi yang ada sejarah setiap daerah bisa diakses menggunakan pencarian di internet.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
"Sampai sekarang koleksi barang di museum sudah ada sekitar 1200, tapi yang dipajang masih 1030 barang. Karena masih ada yang harus melewati beberapa tahapan sebelum dipajang," Katanya.
Dari seluruh barang koleksi yang ada di museum ini, Kriswanto mengaku tidak ada satu barangpun yang dibeli oleh museum.
Hal tersebut dikarenakan dukungan dari masyarakat Karo yang peduli akan pentingnya kelestarian sejarah, membuat museum mendapatkan barang-barang koleksi ini secara gratis.
"Dari barang yang ada, tidak ada yang dibeli oleh museum. Jadi barang-barang di sini murni hibah dari masyarakat Karo dan ada juga yang dipinjamkan atau dititipkan di museum," Ungkapnya.
Sering Jadi Referensi Pengetahuan
Selama dibukanya untuk umum, museum ini sudah berperan besar dalam memberikan berbagai informasi seputar pengetahuan sejarah di Kabupaten Karo.
Tak hanya bagi pelajar di tingkat dasar hingga perguruan tinggi, bahkan wisatawan mancanegara terutama yang memang tertarik akan budaya dan sejarah juga sering datang ke museum ini.
"Kalau anak sekolah sering ke sini untuk belajar, barusan juha ada mahasiswa. Kalau wisatawan, banyaknya dari luar negeri, seperti dari Amerika, sampai Eropa," Katanya.
Untuk operasional museum ini sendiri, dibuka mulai hari Selasa hingga hari Minggu, sementara di hari Senin Museum ini tutup.
Sedangkan untuk tiket masuk, museum ini dipatok tiket yang terbilang sangat murah dan dapat dikatakan bersifat donasi.
Dimana, untuk harga tertinggi dipatok untuk dewasa dengan harga delapan ribu rupiah, tingkat sekolah menengah atas empat ribu rupiah, sekolah menengah pertama dua ribu rupiah, dan tingkat sekolah dasar hanya Rp 1.000.
"Pertama kita buka itu gratis, peminatnya kurang. Setelah ada tarifnya, pengunjung pelan-pelan naik. Tapi kalau kita buat mahal, pengunjung tidak akan mau, karena kebutuhan masyarakat untuk museum memang cukup kurang selain untuk edukasi," katanya.
(mns/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bangunan-Museum-Pusaka-Karo-yang-terletak-di-Jalan-Perwira-Berastagi.jpg)