Berita Viral

Malangnya Sepasang Lansia Harus Lewati Selokan untuk Masuk Rumah Sendiri, Imbas Ditutup Tembok Hotel

Kini, sepasang lansia tersebut pun terpaksa harus melewati selokan berlumpur untuk menuju ke rumahnya imbas akses rumahnya ditutup tembok hotel 15 met

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Kondisi rumah sepasang lansia Ngadenin (63) dan istrinya, Nur (56), ini sungguh miris, usai akses jalan keluar masuk rumahnya ditutup rembok hotel. 

Lanjutnya, Ngadenin mengaku sudah tinggal di daerah Pondok Gede sejak 1999 atau 24 tahun lalu.

Semula, dia tinggal tepat di pinggir jalan raya. Bagian depan dibuat untuk berdagang sate dan tongseng.

Sementara itu, rumahnya berada di bagian belakang, menyatu dengan kedainya.

Namun, selang beberapa lama kemudian, tetangga Ngadenin yang berjualan ayam bakar menjual lahannya ke pengusaha hotel.

Ngadenin lalu dipaksa dengan ancaman apabila tidak menjual lahan kepada pengusaha hotel.

Tak punya kuasa, Ngadenin akhirnya menyerah.

Baca juga: Detik-detik Suami dan Mantan Kekasih Anggi Ketemu Saat Mediasi, Fahmi Serahkan Sang Istri untuk AL!

Baca juga: Selebgram Michael Rendy Nyaris Dibunuh, kini Peluk Perampok yang Lukai Dirinya

"Saya ditakut-takuti kalau enggak mau jual ke dia (pemilik hotel), nanti saya ditakut-takuti akan dikurung, ditutup (akses jalan) akhirnya saya nyerah," tutur Ngadenin.

Sedihnya, harga jual yang ditawarkan pihak hotel tidak seberapa.

Ngadenin hanya bisa membeli rumah kecil yang tak jauh dari lokasi.

 "Ditawar harganya sangat sangat rendah, tidak sesuai kalau but beli rumah pengganti enggak dapet, setengah saja enggak dapat," kata dia.

Baca juga: DETIK-DETIK Truk Bermuatan Pupuk Urea Tabrak Dua Rumah Warga, Satu Orang Tewas, Sopir Kabur

Baca juga: Bocah 10 Tahun Tewas Usai Digigit Anjing Kesayangan, Hewan Peliharaan Mati Lebih Dahulu

Semula terdapat akses jalan Ngadenin membeli rumah yang kini aksesnya telah ditutup. Saat awal membeli dan tinggal selama 10 tahun, akses jalan masih tersedia.

Kemudian, para pemilik lahan di sekitar rumahnya menjual ke pihak hotel.

Termasuk juga tanah wakaf yang dijual.

"Saya beli di sini awalnya ada jalan, katanya sudah diwakafkan, tapi akhirnya dijual semua ke hotel sama jalannya saya enggak tahu," ucap dia.

Penutupan akses terjadi selama tiga tahun.

Baca juga: RESPON Prabowo Subianto Soal PDIP Periksa Effendi Simbolon

Baca juga: Ekspresi Syahnaz Janggal, Video Terisak Tanpa Air Mata Disorot, Cuma Pura-Pura Menyesal ?

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved