Berita Viral

Bripka Andry yang Bongkar Setoran Rp 650 Juta ke Komandan Serahkan Diri, Kini Dipatsus 21 Hari

Bripka Andry Darma Irawan yang membongkar praktik pungli yang dilakukan komandannya kini telah di patsus. 

Tayang:
HO
Bripka Andry Darma Irawan yang membongkar praktik pungli yang dilakukan komandannya kini telah di patsus.  

Ditambah lagi sang ibunda masih dalam pemulihan pasca sakit komplikasi.

Demi mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Bripka Andry dan istri bergantung nasib dari toko dan warung nasi istri dan ibunya.

"Biaya Hidup Kami Didukung Oleh Toko Pakaian Istri Saya Dirumah Dan Warung Nasi Ibu Kandung Saya." katanya.

Kejadian itu sebelum Andry dimutasi ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru.

Tindakan itu akhirnya dibeberkan Bripka Andry di media sosial karena tak terima dimutasi tanpa sebab.

Menurutnya, selama 15 tahun ia bertugas selalu menjalankan perintah pimpinannya.

Bripka Andry menjelaskan tentang riwayat proses Pelaporan yang telah ia jalani.

Bripka Andry sempat menemui Dansat Brimob Polda Riau untuk meminta pertimbangan terkait mutasinya.

"Setelah saya kembali dari menghadap Bapak Dansat Brimob Polda Riau di hari Selasa tanggal 07 Maret 2023, sekira jam 17.00 wib sampai jam 18.00 wib. Ibu saya jatuh sakit." kata Bripka Andry dalam unggahan Facebooknya AnDrimob Svt Riau, Rabu, (7/6/2023).

Pada 8 Maret 2023, Bripka Andry mengaku teklah melapor kepada Iptu Adlis selaku Perwira di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau meminta izin untuk mengurus ibunya yang sedang sakit.

Pada 18 April 2023, Bripka Andry menerima pesan WhatsApp dari IPDA Hengki Damanik selaku Provost Sat Brimob Polda Riau tentang surat panggilan dari Paminal Polda Riau.

Selama menjalani pemeriksaan, Bripka Andry membongkar aksi atasannya yang meminta mencarikan uang untuk disetorkan.

Sejak membongkar aib komandannya, Bripka Andry sampai saat ini belum masuk dinas, terhitung lebih kurang tiga bulan.

Kepada Kompas.com, Bripka Andry engaku bukan tidak mau masuk dinas, tetapi khawatir setelah membongkar rahasia komandannya itu.

"Bukan saya tidak mau masuk dinas, tapi ibu, istri, dan keluarga saya khawatir setelah membongkar ini. Ibu saya menahan saya untuk jangan masuk dinas dulu. Coba cari perlindungan dulu," kata Andry.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved