Rusia vs Ukraina

INILAH Sosok Prigozhin, Bos Tentara Bayaran Wagner Bikin Putin Marah, Kini Musuh Baru Militer Rusia

Inilah Sosok Yevgeny Prigozhin, Bos Tentara Bayaran Rusia Grup Wagner di Ukraina, Kini Musuh Baru Militer Rusia, Presiden Putin Marah Besar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
@CONCORDGROUP_OFFICIAL / AFP
SOSOK BOS GRUP WAGNER - Tangkapan video ini diambil dari video yang diposting di saluran Telegram @concordgroup_official pada 3 Maret 2023, menunjukkan Yevgeny Prigozhin di lokasi yang dirahasiakan. 

Presiden Vladimir Putin berjanji untuk membela rakyat dan Rusia. "Namun, setiap orang yang mengangkat senjata melawan militer adalah pengkhianat,"jelas Putin.

"Kepala Wagner 'mengkhianati' Rusia karena ambisi pribadi," kata Putin seperti dilansir AFP, Sabtu (24/6/2023).

Pernyataan Putin ini keluar setelah Yevgeny Prigozhin mengeluarkan pidato publik pertamanya dari markas militer Rusia di Rostov-on-Don yang sekarang dikendalikan sepenuhnya oleh pasukan Wagner PMC.

Sebelumnya, Prigozhin telah mengumumkan untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia, yang dituduhnya telah memerintahkan serangan rudal yang menewaskan anak buahnya.

Kesabaran Yevgeny Prigozhin Habis

Sebelumnya pada Jumat, Yevgeny Prigozhin kehabisan kesabaran dengan buka-bukaan.

Prigozhin menyebut alasan Rusia menyerang Ukrain didasari oleh kebohongan para petinggi militer Putin.

Wagner Group memimpin pendudukan kota Bakhmut di Ukraina.

Ini menjadi kemenangan terbesar yang dicapai Rusia sejak serangan pada Februari 2022 lalu.

Prigozhin terang-terangan menuduh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan panglima angkatan bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov, orang tidak kompeten.

"Menteri pertahanan telah memerintahkan 2.000 jenazah agar disembunyikan agar tidak memperlihatkan kekalahan perang,"ujar Yevgeny Prigozhin dalam pesan audio lewat Telegram. 

"Mereka yang menghancurkan saudara-saudara kita, yang menghancurkan kehidupan puluhan ribu tentara Rusia, harus dihukum."

"Saya meminta agar tidak ada yang memberikan perlawanan,"lanjutnya.

"Ada 25.000 orang beserta kami dan kami akan mencari tahu mengapa kekacauan terjadi di negara ini,"pungkasnya.

Prigozhin juga berkilah tindakannya bukan kudeta militer.

Diketahui, tentara bayaran grup Wagner merupakan salah satu kubu pendukung Rusia, selain tentara Chechnya.

 Tentara bayaran grup Wagner paling menonjol dalam operasi Moskow untuk menguasai Ukraina Timur.

Salah satu kota di wilayah ini, Bakhmut, telah menjadi pusat pertempuran paling sengit antara Wagner dan pihak Ukraina selama berbulan-bulan.

BOS GRUP WAGNER Yevgeny Prigozhin: Tentara bayaran grup Wagner merupakan salah satu kubu pendukung Rusia, selain tentara Chechnya. Tentara bayaran grup Wagner paling menonjol dalam operasi Moskow untuk menguasai Ukraina Timur. Salah satu kota di wilayah ini, Bakhmut, telah menjadi pusat pertempuran paling sengit antara Wagner dan pihak Ukraina selama berbulan-bulan. Hubungan antara Rusia dan grup tentara bayaran Wagner semakin panas, dan terancam bakal adanya perang saudara di negara itu. Otoritas Rusia menuduh pemimpin Wagner, Yevgeny Prigozhin berusaha melakukan kudeta dengan memulai konflik sipil. Mereka pun meminta agar Prigozhin segera ditangkap. Dikutip dari The Guardian, Sabtu (24/6/2023), berdasarkan penyelidikan Dinas Keamanan Rusia (FSB), Prigozhin telah melakukan seruan untuk melakukan pemberontakan bersenjata. (HO)
BOS GRUP WAGNER Yevgeny Prigozhin: Tentara bayaran grup Wagner merupakan salah satu kubu pendukung Rusia, selain tentara Chechnya. Tentara bayaran grup Wagner paling menonjol dalam operasi Moskow untuk menguasai Ukraina Timur. Salah satu kota di wilayah ini, Bakhmut, telah menjadi pusat pertempuran paling sengit antara Wagner dan pihak Ukraina selama berbulan-bulan. Hubungan antara Rusia dan grup tentara bayaran Wagner semakin panas, dan terancam bakal adanya perang saudara di negara itu. Otoritas Rusia menuduh pemimpin Wagner, Yevgeny Prigozhin berusaha melakukan kudeta dengan memulai konflik sipil. Mereka pun meminta agar Prigozhin segera ditangkap. Dikutip dari The Guardian, Sabtu (24/6/2023), berdasarkan penyelidikan Dinas Keamanan Rusia (FSB), Prigozhin telah melakukan seruan untuk melakukan pemberontakan bersenjata. (HO)

Siapa sebenarnya bos Wagner Yevgeny Prigozhin yang kini hendak menyerbu Moskow?

Yevgeny Prigozhin mulanya terjun ke bisnis makanan usai dibebaskan dari hukuman.

Ia sempat dihukum karena penyerangan, perampokan, dan penipuan pada 1981.

Ia lalu membuka toko serba ada dan memulai berjejaring dengan restoran mewan dan beberapa mitra di Saint Petersburg, demikian dikutip Business Insider.

Lalu pada tahun 1996, Yevgeny Prigozhin mendirikan perusahaan yang kini berkembang pesat, Concord Catering.

Selama dekade berikutnya, bisnis katering Yevgeny Prigozhin menerima kontrak yang menguntungkan dari pemerintah.

Ketika itu, Prigozhin mengirim makanan ke sekolah dan militer Rusia, serta berkesempatan menyajikan jamuan negara.

Beberapa jamuan kenegaraan di antaranya saat pelantikan Presiden Dmitri A Medvedev dan Presiden Vladimir Putin.

Setelah itu, dia mendapat julukan 'koki Putin' meski sebetulnya bukan juru masak.

Hari-hari setelah jamuan itu, hubungan Prigozhin dan Putin kian akrab.

Sejumlah pihak bahkan menyebut Prigozhin sekutu dekat orang nomor satu di Rusia.

Selama berbisnis di dunia catering, ia juga menyumbang dana operasional untuk grup Wagner saat di bawah kendali Dmitry Utkin.

Prigozhin juga menyediakan amunisi dan pesawat udara.

Namun, sejauh ini tak ada informasi pasti berapa nominal yang digelontorkan pebisnis itu.

Ia lalu mengklaim dirinya sebagai bos Wagner saat Rusia mengirim tentara bayaran di awal-awal invasi ke Rusia sekitar Maret 2022.

Selama berbulan-bulan mereka membantu pasukan Rusia berperang di Ukraina timur.

Namun, pada Januari 2023 keretakan mulai muncul. Saat itu, Prigozhin mengklaim kemenangan di Soledar dan menyebut tentara Rusia tak banyak berperan.

Tak lama setelah itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim menguasai Soledar.

Konflik Prigozhin dengan Kremlin makin runcing saat dia mengkritik strategi Rusia.

Sejumlah pengamat menduga sikap dia yang demikian karena Prigozhin berambisi untuk mendapat posisi di pemerintahan Rusia.

Prigozhin kian gencar melancarkan kritik bahkan kepada Putin usai menarik seluruh pasukan Wagner dari Ukraina.

Penarikan ini terjadi karena kontrak Wagner dan Rusia habis.

Di salah satu wawancara, Prigozhin mengatakan tentara Rusia tak cukup mampu melawan pasukan Ukraina.

"Untuk saat ini, dalam pandangan saya, dan menurut penilaian militer di lapangan, tidak cukup mampu melawan musuh," kata dia pada pertengahan Juni, seperti dikutip Newsweek.

Ia juga memuji pasukan Ukraina yang dianggap bergerak dengan tepat dan melakukan taktik dengan benar.

Diketahui, tentara bayaran grup Wagner merupakan salah satu kubu pendukung Rusia, selain tentara Chechnya.

Tentara bayaran grup Wagner paling menonjol dalam operasi Moskow untuk menguasai Ukraina Timur.

Salah satu kota di wilayah ini, Bakhmut, telah menjadi pusat pertempuran paling sengit antara Wagner dan pihak Ukraina selama berbulan-bulan.

 Hubungan antara Rusia dan grup tentara bayaran Wagner semakin panas, dan terancam bakal adanya perang saudara di negara itu.

Otoritas Rusia menuduh pemimpin Wagner, Yevgeny Prigozhin berusaha melakukan kudeta dengan memulai konflik sipil.

Mereka pun meminta agar Prigozhin segera ditangkap.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu (24/6/2023), berdasarkan penyelidikan Dinas Keamanan Rusia (FSB), Prigozhin telah melakukan seruan untuk melakukan pemberontakan bersenjata.

(*/tribun-medan.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved